Ibu & Anak
Hati-hati! Anak Bisa Alami Gangguan Rabun Jauh
Teknologi kini semakin berkembang. Saat ini, penggunaan komputer dan smartphone oleh anak juga makin sering dan lama. Tak hanya saat pelajaran komputer yang sudah ada dari usia TK, tapi juga menggunakan gadget di rumah. Apakah hal ini memperbesar resiko rabun jauh pada mata anak?
Dari penelitian para dokter mata di Amerika, penggunaan komputer berlebihan dapat mempercepat angka kejadian rabun jauh (myopia), juga memperparah derajat mata minus yang diderita anak-anak.
Dengan posisi duduk di depan komputer dalam jangka waktu beberapa jam, dapat memperberat kerja otot mata untuk mengatur fokus dan menimbulkan eye strain (ketegangan mata).
Lain halnya dengan kira – kira 20 tahun yang lalu, dimana anak-anak lebih sering bermain di luar rumah. Hal ini membutuhkan penglihatan jauh yang tidak membebani otot mata.
Untuk usia anak-anak, sistem perkembangan penglihatan belum berkembang secara optimal. Itulah sebab mengapa penggunaan komputer pada anak perlu hati-hati.
Cara Mencegah Rabun Jauh Pada Anak
Ada beberapa tips untuk mencegah gangguan rabun jauh pada mata anak. Namun sebelum itu, ada baiknya kita juga memberikan suplemen Vitamin C untuk menjaga kesehatan mata anak. Apa hubungan Vitamin C dengan kesehatan mata?
Vitamin C ternyata dapat membantu menjaga kesehatan pembuluh darah mata, dan juga melindungi bola mata dari pengaruh radikal bebas. Vitamin ini juga penting pada proses produksi kolagen, protein yang menjadi penyusun struktur mata.
Pilihlah suplemen Vitamin C jenis Ester C, seperti Holisticare Ester C Kids. Sebab Holisticare Ester C Kids lebih tidak perih di lambung anak, dan menggunakan pemanis alami xylitol yang bantu menjaga kesehatan gigi anak.
Berikut ini 7 cara lain untuk mencegah gangguan rabun jauh pada mata anak :
- Lakukan pemeriksaan mata secara menyeluruh sebelum anak masuk usia sekolah
- Sesuaikan meja dan kursi komputer dengan postur anak.
- Jarak 18-28 inci antara monitor dan mata anak sangat dirkeomendasikan. Bila kurang dari 18 inci maka akan menimbulkan ketegangan pada otot mata.
- Gunakan monitor datar atau LCD dengan resolusi setinggi mungkin. Apabila terpaksa memakai monitor CTR, pilihlah yang memiliki refresh rate diatas 75 Hz.
- Pilihlah monitor yang besar, paling tidak yang memiliki diagonal sekitar 19 inci.
- Orang tua dan guru harus waspada dengan perilaku mencurigakan anak seperti sering memiringkan kepala, sering menggosok mata, mata sering merah, dan postur tubuh yang tidak biasa ketika memakai komputer.
- Bawalah anak Anda untuk diperiksa ke dokter spesialis mata untuk dilakukan pemeriksaan mata menyeluruh.





