Vitamin C adalah salah satu nutrisi larut dengan air yang secara alami terkandung pada beberapa jenis makanan. Tidak seperti hewan, tubuh manusia tidak bisa menyintesis vitamin ini sendiri. Sehingga manusia bergantung pada asupan makanan untuk memenuhi kebutuhan vitamin ini.

Sifatnya yang larut dalam air menyebabkan vitamin ini tidak dapat disimpan di dalam tubuh. Sehingga untuk penuhi kebutuhan tubuhnya, manusia harus mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin ini secara rutin.

Vitamin yang dikenal juga dengan nama asam askorbat ini merupakan antioksidan kuat yang dapat bantu tubuh membentuk dan memelihara jaringan ikat, termasuk tulang-tulang, pembuluh darah, serta kulit.

 

Sejarah Vitamin C

Bagaimana sejarahnya umat manusia menyadari kehadiran nutrisi ini dalam kehidupan sehari? Berikut sejarah singkatnya:

1550 SM – Papirus Ebers

Lembaran papirus Ebers yang ditulis tahun 1550 SM memberikan petunjuk munculnya penyakit skorbut. Pada masa itu penyakit skorbut diobati dengan cara mengonsumsi bawang bombay, yang hanya memiliki sedikit kandungan vitamin C.

400 SM – Hipokrates menjelaskan gejala skorbut

Hipokrates menulis cukup panjang tentang sebuah kondisi medis yang gejalanya mirip dengan gejala skorbut: pasien punya bau nafas tidak sedap, gusi mengendur, dan perdarahan dari hidung.

1535 – Indian punya ramuan obat skorbut

Pada Musim Dingin, para awak kapal Jacques Cartier menderita skorbut karena terbatasnya sumber makanan ketika berlayar di sungai St. Lawrence, di Kanada. Suku Indian setempat memberikan ramuan untuk sembuhkan skorbut, yang terbuat dari rendaman kulit pohon lokal. Ramuan itu sukses menyembuhkan skorbut.

1747 – Hubungan skorbut dengan buat citrus

Ahli kesehatan Angkatan Laut Inggris, James Lind, mengelompokkan 12 awak kapal HMS Salisbury penderita skorbut menjadi enam pasang, yang masing-masing diberikan makanan berbeda untuk obati skorbut. Pasangan penderita yang mengonsumsi citrus sukses sembuh dari skorbut.

1795 – Jatah buah citrus harian

Dokter AL Inggris, Gilbert Blane mempengaruhi Departemen AL Inggris untuk mengeluarkan aturan penjatahan jus buah citrus setiap hari bagi semua awak kapal AL Inggris. Hal ini untuk menghilangkan momok Penyakit Skorbut.

1880 – Jeruk nipis

Salah satu pengaruh Inggris pada penduduk Karibia adalah konsumsi jeruk nipis lebih sering daripada jeruk lemon atau jeruk biasa, karena jeruk nipis lebih mudah ditemukan.

1907 – Marmut dan kubis

Ahli biokimia Norwegia, Axel Holst dan Alfred Frohlich menunjukkan bahwa Penyakit Skorbut dapat terjadi pada marmut ketika kita tidak memberikan beberapa jenis makanan. Namun gejala skorbut akan menghilang saat marmut diberi makan kubis. Penelitian intensif untuk mencari nutrisi khusus yang terkandung di dalam kubis pun mulai dilakukan.

1928 –  Asam heksuronat

Albert Szent-Györgyi, ahli biokimia Hungaria, sukses memisahkan senyawa asam heksuronat dari tumbuhan dan jaringan tubuh hewan. Empat tahun kemudian, ia juga bantu membuktikan bahwa senyawa inilah yang ada di dalam kubis dan menyembuhkan gejala skorbut.

1932 – Asam askorbat

Ahli kimia Inggris, Walter Haworth, berhasil memetakan struktur molekul dari asam heksuronat dan memberi nama asam askorbat. Senyawa inilah yang saat ini dikenal sebagai vitamin jenis C. Setahun berikutnya Walter memimpin tim peneliti yang sukses membuat asam askorbat secara sintetis.

1937 – Penghargaan Nobel

Albert Szent-Györgyi diberikan penghargaan Nobel dalam bidang Fisiologi atau Obat, atas penemuan vitamin berjenis C.  Walter Haworth juga diberikan penghargaan Nobel di bidang Kimia atas hasil kerjanya dengan karbohidrat dan vitamin jenis C.

1970 – Pilek

Sebuah buku tentang vitamin jenis C dan pilek karya seorang ahli kimia Linus Pauling diterbitkan. Buku ini diminati banyak orang dan membuat banyak orang percaya pentingnya vitamin untuk mencegah dan mengobati pilek.

2007 – Menemukan tahapan yang hilang

Tim peneliti di Plant & Food Research melaporkan bahwa mereka menemukan tahapan yang sebelumnya hilang ketika tumbuh-tumbuhan memproduksi vitamin C. Tim peneliti berhasil memisahkan enzim yang sebelumnya tidak ditemukan saat proses vitamin C diproduksi.

 

Sampai saat ini Vitamin C sudah mengalami perkembangan hingga tiga generasi yaitu:

  • Generasi 1: Asam Askorbat. Memiliki tingkat keasaman tinggi sehingga tidak aman untuk lambung. Selain itu, kadar oksalat yang tinggi membuatnya tidak aman untuk ginjal.
  • Generasi 2: Kalsium Askorbat. Tingkat keasamannya sudah berkurang, namun kadar oksalatnya masih tinggi.
  • Generasi 3: Poli Askorbat (Ester-C). Tingkat keasaman dan kadar oksalatnya sudah berkurang.

 

Manfaat Vitamin C

Vitamin jenis C adalah salah satu nutrisi yang paling aman dan paling efektif bagi tubuh manusia. Banyak efek positif yang didapat tubuh dari vitamin ini seperti melindungi dari:

  • Defisiensi sistem kekebalan tubuh.
  • Penyakit kardiovaskular.
  • Gangguan kesehatan sebelum kelahiran.
  • Penyakit mata.
  • Kulit keriput.

 

Selain itu, vitamin ini juga bantu beberapa proses di dalam tubuh yaitu:

  • Pembentukan kolagen.
  • Penyerapan zat besi.
  • Sistem kekebalan tubuh.
  • Penyembuhan luka.
  • Mengurangi peradangan.
  • Memelihara tulang rawan, tulang, serta gigi.
  • Menurunkan risiko kanker.
  • Mengurangi degenerasi makular.

 

Manfaat vitamin jenis C lainnya adalah melindungi tubuh dari kerusakan akibat molekul radikal bebas, zat kimia beracun dan zat polutan lain. Vitamin ini juga dapat bantu tubuh kita pada beberapa kondisi seperti:

  • Pilek. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa vitamin ini dapat mencegah komplikasi serius dari pilek dan flu, seperti pneumonia dan infeksi paru.
  • Stres. Vitamin ini akan bantu memperkuat sistem kekebalan tubuh yang melemah akibat kondisi stres.
  • Penuaan kulit. Vitamin ini mempengaruhi sel-sel di bagian dalam dan bagian luar tubuh. Sebuah penelitian American Journal of Clinical Nutrition juga menemukan bahwa asupan vitamin ini yang lebih banyak berhubungan dengan berkurangnya risiko munculnya kerutan kulit, kulit kering, dan tampilan penuaan kulit yang lebih baik.
  • Stroke. Dalam sebuah penelitian American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa,  pemilik kandungan vitamin C dalam darah tertinggi mempunyai risiko terkena stroke 42 persen lebih rendah daripada orang yang memiliki kandungan vitamin C dalam darah terendah.

 

Gejala Kekurangan Vitamin C

Vitamin C adalah salah satu nutrisi penting yang harus dikonsumsi secara rutin, karena tidak dapat disimpan di dalam tubuh. Beberapa faktor yang menyebabkan seseorang kekurangan vitamin ini adalah tidak seimbangnya asupan nutrisi, alkoholik, anoreksia, gangguan mental berat, merokok dan cuci darah.

Ada beberapa gejala yang dapat dirasakan seseorang ketika kekurangan asupan vitamin C, yaitu:

1. Kulit kasar dan bergelombang.

Hal ini disebabkan terganggunya produksi kolagen, protein yang melimpah di jaringan kulit, rambut, sendi, tulang, dan pembuluh darah. Kadar vitamin C yang rendah, dapat membuat kondisi kulit menurun.

2. Rambut tumbuh terpilin.

Rambut yang tumbuh memutar seperti kabel ini merupakan salah satu gejala kekurangan vitamin ini.

3. Bintik merah di folikel rambut.

Saat kekurangan vitamin ini, pembuluh-pembuluh darah menjadi rapuh dan mudah pecah. Hal ini menimbulkan bintik merah kecil di sekitar folikel rambut.

4. Kuku jari cekung dengan bintik atau garis merah.

Kuku jari akan membentuk cekungan dan seringkali menjadi tipis dan rapuh. Garis vertikal atau bintik merah akan muncul pada bagian dalam kuku jari.

5. Kulit kering dan rusak.

Kurangnya asupan vitamin ini dapat meningkatkan risiko kulit kering dan  rusak.

6. Mudah memar.

Kurangnya vitamin ini dapat pengaruhi rendahnya produksi kolagen, sehingga pembuluh darah menjadi lemah dan mudah pecah. Hal inilah yang sebabkan penderita kekurangan vitamin ini mudah memar.

7. Lamanya penyembuhan luka.

Produksi kolagen yang terhambat juga menyebabkan penyembuhan luka membutuhkan waktu yang lebih lama. Jika kekurangan vitamin C sudah parah, luka lama pun bisa terbuka kembali. Hal ini membuat risiko infeksi meningkat.

8. Nyeri dan membengkaknya persendian.

Tersendatnya produksi kolagen akibat kurang vitamin ini juga berpengaruh pada jaringan penghubung persendian yang kaya akan kolagen.

9. Tulang lemah.

Risiko keretakan dan osteoporosis akan meningkat jika seseorang kekurangan vitamin ini.

10. Gusi berdarah dan tanggalnya gigi.

Gusi membengkak, merah, dan berdarah merupakan gejala umum jika seseorang kekurangan vitamin ini.

11. Buruknya kekebalan tubuh.

Vitamin ini terakumulasi di dalam beberapa jenis sel-sel kekebalan tubuh dan membantu melawan infeksi serta patogen pemicu penyakit.

12. Anemia defisiensi besi terus menerus.

Rendahnya kadar vitamin ini juga menyebabkan menurunkan kemampuan tubuh menyerap zat besi dari makanan. Kondisi membuatnya kekurangan zat besi dan menderita anemia.

13. Kelelahan dan mood buruk.

Salah satu gejala awal kekurangan vitamin ini adalah kelelahan dan mood buruk.

14. Meningkatnya berat badan tanpa sebab.

Cukupnya asupan vitamin ini dapat melindungi seseorang dari obesitas, dengan cara mengatur pelepasan lemak dari sel-sel tubuh.

15. Peradangan kronis dan stres oksidatif.

Vitamin C, sebagai salah satu antioksidan larut air terpenting dalam tubuh, dapat mencegah kerusakan sel dengan menetralisir radikal bebas yang memicu stres oksidatif dan peradangan.

 

Sumber Vitamin C Alami

Berikut beberapa sumber vitamin C yang alami yaitu:

  • Jeruk dan jus jeruk. Satu gelas jus jeruk sebanyak 226 gram mengandung 124 miligram vitamin C. Jadi Anda hanya perlu segelas untuk penuhi kebutuhan vitamin C dalam sehari.
  • Jeruk bali. Satu setengah buah jeruk bali mengandung 45 miligram vitamin C.
  • Paprika hijau. 95 miligram vitamin C terkandung di dalam satu buah paprika hijau ukuran medium.
  • Paprika merah manis. Satu buah paprika jenis ini berukuran medium mengandung vitamin C sebanyak 150 miligram.
  • Stroberi. Satu mangkuk berisi irisan buah stroberi dapat memberikan tubuh asupan vitamin C sebanyak 98 miligram.
  • Brokoli. Satu mangkuk potongan brokoli mentah dapat mengandung 81 miligram vitamin C.
  • Buah kiwi. Dibalik hijaunya buah kiwi, tersimpan 60 miligram vitamin C.
  • Brussels Sprouts, termasuk keluarga sayuran kubis dan brokoli. Satu mangkuk bisa menyuplai 96 miligram vitamin C untuk tubuh manusia.
  • Kubis matang. Semangkuk kubis matang memiliki hampir 60 miligram vitamin C.
  • Jus tomat. 226 gram jus tomat bisa memenuhi kebutuhan vitamin C lebih dari 120 miligram.
  • Kembang kol. Di dalam potongan-potongan semangkuk kembang kol terkandung 50 miligram vitamin C.
  • Blewah. Kesegaran blewah ternyata mampu menyumbangkan vitamin C ke tubuh hampir 60 miligram.
  • Melon. Si hijau ini juga mengandung kurang lebih 30 miligram vitamin C dalam satu buah.
  • Nanas. Semangkuk potongan buah nanas ternyata berisi 80 miligram vitamin C.
  • Kentang. Jumlah kandungan kentang berbeda-beda. Namun selain kaya kandungan potasium, kentang juga mengandung banyak vitamin C.

 

Kenapa Suplemen Vitamin C Dibutuhkan

Sumber-sumber alami memang pilihan yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan vitamin ini tubuh kita setiap hari. Namun ternyata stabilitas nutrisi pada buah-buahan dan sayur-mayur mudah sekali rusak, sehingga kandungan vitamin C yang didapat tubuh tidak lagi optimal.

Melinda Hemmelgarn, MS., RD., ahli ilmu gizi lanjutan University of Missouri Extension, menjelaskan bahwa panas, cahaya, dan oksigen merupakan perusak alami kandungan vitamin pada buah dan sayuran. Berikut ini adalah dua faktor lain yang sebabkan kandungan vitamin dalam buah dan sayur tidak optimal:

  • Penyimpanan, usai panen dapat menghilangkan kandungan nutrisi buah dan sayur mayur. Jika suhu di sekitar tempat penyimpanan tidak sesuai, maka kualitas buah dan sayur dapat menurun atau bahkan busuk. Penggunaan kemasan plastik juga bisa mempengaruhi kandungan nutrisinya.
  • Pengolahan. Proses pengolahan buah dan sayuran juga dapat menghilangkan atau merusak kandungan vitamin ini di dalamnya.

Faktanya, proses mengukus dapat melindungi kandungan nutrisi dalam buah dan sayuran lebih banyak dibandingkan proses merebus. Memasak menggunakan microwave juga lebih mampu mempertahankan kandungan gizi dalam makanan.

Nilai gizi makanan segar lebih tinggi daripada makanan yang dibekukan. Namun nilai gizi makanan yang dibekukan masih lebih baik daripada makanan kalengan. Memotong sayuran atau buah terlalu lama sebelum dimasak atau dimakan, juga dapat merusak kandungan nutrisinya.

Ada beberapa faktor lain yang membuat kita membutuhkan suplemen vitamin untuk bantu penuhi kebutuhan vitamin C, yaitu:

  • Kondisi lingkungan sekitar yang mengancam kesehatan.
  • Aktivitas yang padat.
  • Gaya hidup yang kurang sehat.

 

Oleh karena itu kita memerlukan asupan suplemen vitamin setiap hari untuk bantu penuhi kebutuhan vitamin jenis C tubuh.

 

Cara Memilih Suplemen Vitamin C

Ada banyak suplemen vitamin dijual di pasaran, dan semuanya diyakini dapat memberi manfaat yang baik bagi kesehatan. Tapi jika salah memilih suplemen vitamin maka kita akan berisiko terkena efek negatifnya, seperti terancamnya kesehatan lambung dan ginjal. Bagaimana cara memilih suplemen vitamin yang aman? Berikut beberapa tipsnya:

  • Suplemen harus aman bagi lambung. Biasanya vitamin C bersifat asam sehingga bisa memicu iritasi lambung. Pilihlah suplemen vitamin yang punya tingkat keasaman (pH) yang mendekati netral, yaitu pH = 7.
  • Jangan pilih dosis paling tinggi, pilihlah dosis yang optimal. Karena dosis tinggi bukanlah jaminan vitamin C akan diserap tubuh lebih banyak.
  • Pilih yang penyerapannya lebih cepat dan optimal. Karena proses metabolisme panjang, sehingga banyak vitamin C yang terbuang daripada diserap tubuh. Ada beberapa jenis vitamin C yang menjalani proses metabolisme lebih pendek, yang membuatnya diserap secara optimal dan tidak banyak terbuang.
  • Bertahan 24 jam. Kebanyakan suplemen vitamin C bisa bertahan di dalam tubuh selama 4 jam, kemudian jumlahnya mulai menurun. Teknologi farmasi saat ini mampu membuat suplemen vitamin C bertahan dalam tubuh selama 24 jam.
  • Menghasilkan oksalat terendah. Konsumsi suplemen vitamin secara rutin punya potensi memicu pengendapan oksalat di ginjal. Oksalat sendiri merupakan metabolit akhir vitamin C yang berpotensi menimbulkan batu ginjal.
  • Agar nyaman di hati, pilihlah yang halal. Suplemen vitamin yang memiliki sertifikat halal akan membuat Anda lebih nyaman saat mengonsumsinya.

 

 

Ditinjau oleh:
dr. Rony Wijaya
Medical Marketing – PT. Indocare Citrapasific