Diet & Nutrisi
Vitamin C Bantu Kurangi Resiko Polusi Udara
Udara yang tercemar adalah masalah klasik yang sering dibahas dalam berbagai konferensi tingkat dunia. Masalah ini memang selalu dianggap serius karena menyangkut kehidupan orang banyak. Adakah cara mudah untuk mengurangi resiko polusi udara?
Pada tingkat pencemaran udara tertentu, masyarakat secara luas sangat mungkin mengalami gangguan pernapasan yang cukup parah hingga berujung kematian, seperti pada beberapa kasus di daerah Sumatera dan Kalimantan.
Paparan zat polutan seperti NO2, ozon, serta karbon monoksida akan ikut terbawa ke dalam paru-paru saat seseorang menghirupnya. Akibatnya, beberapa penyakit seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas), asma, hingga yang serius seperti kanker paru-paru juga mengancam tubuh.
Vitamin C Bantu Mengurangi Resiko Polusi Udara
Menghindari resiko pencemaran udara memang cukup sulit dilakukan. Adalah mustahil jika seseorang bisa menyeleksi udara bersih yang masuk ke dalam tubuh. Meskipun sulit, Anda bisa mengurangi resiko polusi udara dengan mengonsumsi Vitamin C. Beberapa penelitian ilmiah membuktikan bahwa Vitamin C dapat membantu menangkal zat-zat polutan yang masuk ke tubuh.
Pada jurnal terkait kesehatan paru-paru dan hubungannya dengan antioksidan, Vitamin C terbukti dapat membantu mencegah penurunan fungsi pernapasan akibat tingginya polutan. Sedangkan dalam jurnal berjudul “Antioxidant Vitamins and Prevention of Lung Disease” menyimpulkan bahwa Vitamin C bekerja dengan baik untuk menangkal oksidasi lipid pada paru-paru akibat paparan NO2 yang tinggi.
Lalu penelitian lain tahun 2001 menyimpulkan bahwa konsumsi Vitamin C dengan antioksidan lainnya selama 2 minggu dapat membantu mencegah terjadinya penurunan fungsi pernapasan terkait FEV1 (Forced Expiratory Volume) dan FVC (Forced Vital Capacity) pada seseorang yang diberi paparan udara mengandung ozon (O3) selama 2 jam sebesar 20 persen dan 24 persen.
FEV dan FVC sendiri adalah jumlah ukuran udara yang dapat dihirup saat dilakukan tarikan nafas dengan dipaksa. Kedua indikator ini menunjukkan fungsi pernapasan seseorang. Rendahnya angka FEV dan FVC menunjukkan adanya gangguan pernapasan.
Berapa Kebutuhan Vitamin C Anda?
Lewat beberapa penemuan tadi, Anda yang sering terpapar polusi udara dalam keseharian akan lebih membutuhkan Vitamin C. Pengendara sepeda motor termasuk salah satu kelompok orang yang rutin terpapar polusi udara.
Asupan Vitamin C dapat diperoleh dari sayur dan buah, yang telah diketahui kaya akan kandungan Vitamin C. Atau jika memiliki masalah dengan waktu dan selera, suplemen Vitamin C bisa jadi alternatif bagi Anda.
Memilih Vitamin C untuk menghindari risiko polusi sehari-hari perlu dilakukan dengan cermat. Cek Vitamin C dengan dosis tepat sesuai kebutuhan tubuh harian, jangan sampai Vitamin C jadi mubazir dan terbuang lewat urin.
Pada beberapa kondisi udara tertentu seperti korban dampak kebakaran hutan, dosis konsumsi Vitamin C perlu dilebihkan. Khusus Anda yang terpapar asap kebakaran hutan, disarankan untuk mengonsumsi Vitamin C Holisticare Ester C dengan dosis harian 3 tablet per hari.
Anda juga bisa mengonsumsinya dengan dosis yang agak tinggi jika diperlukan, dengan catatan tidak melebihi batas aman 2000 miligram per hari.
- Update terakhir: 8 Juli 2019
- Update selanjutnya: 6 Juli 2020








