Vaksin corona

Desember tahun lalu, pemerintah Indonesia menerima kiriman pertama vaksin Sinovac buatan Cina. Sedangkan awal Maret 2021 lalu, pemerintah menerima pesanan vaksin AstraZeneca buatan Inggris. Apakah boleh seseorang menggunakan dua merek vaksin corona yang berbeda? Simak di artikel ini.

Artikel ini dipersembahkan oleh Holisticare Ester C, suplemen Vitamin C jenis Ester C. Untuk penuhi kebutuhan Vitamin C tubuh secara cepat, konsumsilah Holisticare Ester C 1000. Sebab Holisticare EsterC adalah Vitamin C yang lebih tidak perih di lambung, dan 24 hours bioavailability (ketersediaan Vitamin C di dalam tubuh selama 24 jam). Holisticare EsterC juga tersedia untuk anak dan dalam bentuk effervescent yang menyegarkan.

Menggunakan Dua Jenis Vaksin Corona

Saat artikel ini ditulis, pemerintah Indonesia memiliki dua jenis vaksin corona. Vaksin corona yang pertama kali datang adalah Sinovac buatan Cina, kemudian AstraZeneca buatan Inggris. Apakah bisa seseorang menggunakan dua jenis vaksin tersebut?

Seorang ahli penyakit menular dari Texas Health Resources, Dr. Nikhil Bhayani, mengatakan bahwa tidak direkomendasikan untuk menggunakan dua jenis vaksin berbeda pada satu orang. Hal ini ia jelaskan dalam sebuah artikel di situs kesehatan Healthline

“Dengan menggunakan dua jenis vaksin yang berbeda, kita tidak akan mendapatkan perlindungan yang lebih baik dari dibandingkan orang yang menggunakan satu jenis vaksin,” jelas Dr. Nikhil Bhayani lebih lanjut.

Hal yang senada juga disampaikan oleh Brianne Barker, seorang profesor biologi yang mempelajari kekebalan dan virus di Drew University, New Jersey. Menurutnya, menggunakan dua jenis vaksin memang tidak selalu berbahaya, tapi hasil yang didapat malah tidak maksimal.

“Sebab saat seseorang disuntikkan dua jenis vaksin, yang menggunakan bagian virus corona berbeda, malah akan terjadi dua respon sistem imun tubuh yang berbeda. Bukan malah memperkuat respon imun tubuh dari injeksi vaksin yang pertama,” jelas Brianne yang dikutip dari situs resmi National Geographic.

Apa Beda Sinovac Dengan AstraZeneca?

Baik AstraZeneca maupun Sinovac sama-sama memerlukan dua dosis penyuntikan untuk satu orang, dan keduanya dapat disimpan di dalam kulkas biasa bersuhu 2-8 derajat Celcius. Namun ada yang berbeda dari keduanya.

Vaksin Sinovac bekerja dengan menggunakan partikel virus corona yang mati, untuk merangsang respon sistem imun tubuh terhadap virus corona tanpa harus jatuh sakit. Sedangkan vaksin AstraZeneca dibuat dari virus flu biasa dilemahkan (adenovirus), yang telah dimodifikasi agar mirip dengan virus corona.

Setelah masuk ke dalam tubuh, vaksin AstraZeneca akan “mengajarkan” sistem kekebalan tubuh bagaimana melawan virus corona sebenarnya. 

Jagalah Sistem Imun Kita

Vaksin Covid-19 memang tidak membuat kita kebal terhadap infeksi virus corona, namun mampu melindungi kita dari gejala parah Covid-19 serta menurunkan resiko kematiannya. Setelah mendapatkan vaksinasi, kita harus tetap mengikuti protokol kesehatan dan menjaga daya tahan tubuh kita.

Salah satu cara untuk menjaga daya tahan tubuh adalah dengan memenuhi nutrisi yang diperlukan tubuh, seperti vitamin C. Jika diperlukan, penuhi kebutuhan vitamin C tubuh dengan mengkonsumsi suplemen vitamin C seperti Holisticare EsterC.

Konsumsilah Holisticare EsterC setiap hari, sebab lebih tidak perih di lambung, dan kandungannya lebih mudah diserap oleh tubuh kita. Holisticare EsterC juga mampu bertahan di dalam tubuh lebih lama.