Gaya Hidup Sehat
Turun Naik Tangga = Olahraga?
Anda berencana membeli alat olahraga baru di rumah? Jika di rumah ada tangga, mengapa tak menggunakannya sebagai alat olahraga? Tangga bisa dijadikan mesin pembakar kalori. Naik tangga memang sudah dikenal sebagai salah satu sarana untuk mendapatkan tubuh yang lebih sehat.
Manfaat Turun Naik Tangga Bagi Tubuh
Menurut penelitian yang dipublikasi dalam Journal of Sports and Medicine pada 2007, dengan waktu 30 menit naik tangga per minggu sudah dapat memberikan manfaat bagi jantung.
Penelitian lain yang dipublikasi dalam American College of Sports Medicine, pada wanita dengan berat badan rata-rata 68 kilogram, 30 menit lari di tangga dapat membakar hingga 500 kalori. Bahkan hanya dengan berjalan di tangga dengan waktu yang sama, sudah dapat membakar sekitar 286 kalori. Angka tersebut setara dengan berjalan kaki berkecepatan 1,6 meter per detik selama dua jam.
“Melihat betapa melelahkannya lari di tangga, maka memadukannya dengan latihan sirkuit adalah yang terbaik,” ujar Fabio Comana, direktur edukasi kontinu National Academy of Sport Medicine.
Manfaatkan Pula Pegangan Tangga
Anda juga dapat memanfaatkan pegangan tangga sebagai penguat otot-otot tangan. Lakukan dengan berpegangan di sana, dan jatuhkan tubuh hingga Anda merasakan tarikan di tangan, lalu angkat badan dengan kekuatan pegangan. Lakukan sebanyak 12-15 kali.
Selanjutnya, lakukan kembali jalan di tangga untuk 3-6 menit dengan usaha sedang hingga berat. Selain itu, Anda juga dapat melakukan gerakan skuat, dan akhiri set dengan berjalan santai di tangga selama 60 detik.
Vitamin C, Suplemen Pendamping Olahraga
Untuk menstimulasi daya tahan tubuh secara positif, maka seseorang perlu berolahraga selama 30 hingga 45 menit. Tapi jika berolahraga lebih dari 45 menit, maka seseorang akan beresiko melemahkan daya tahan tubuhnya sendiri. Kenapa?
Tubuh memproduksi hormon stres (kortisol) ketika berolahraga. Hormon ini dapat menekan fungsi kekebalan tubuh. Menurut ahli penyakit menular, Amesh A. Adalja, M.D., tubuh akan memproduksi hormon kortisol semakin banyak ketika seseorang semakin intens berolahraga.
“Bahkan jumlah hormon kortisol yang diproduksi dapat mencapai tingkat yang bisa mengganggu sistem daya tahan tubuh selama tiga hari,” jelas Amesh lebih lanjut. Kondisi melemahnya daya tahan tubuh bisa membuat seseorang jatuh sakit, yang mengakibatkan menurunkan produktivitas seseorang.
Oleh karena itu, seseorang memerlukan Vitamin C sebagai pendamping aktifitas olahraganya. Sebab di dalam tubuh, Vitamin C akan membantu proses perbaikan dan pertumbuhan jaringan tubuh, serta membantu menjaga daya tahan tubuh usai berolahraga.
Pilihlah jenis suplemen Vitamin C Ester C, seperti Holisticare Ester C. Tingkat keasaman netral yang dimiliki Holisticare Ester C membuatnya lebih tidak perih di lambung.
- Update terakhir: 25 Juni 2019
- Update selanjutnya: 22 Juni 2020





