asam urat

Asam urat biasanya menyerang pada seseorang yang memiliki pola makan tidak seimbang, dan gaya hidup kurang aktif. Sudah tahu gejala dan cara mencegahnya? Apakah Vitamin C punya efek terhadap penyakit ini? Simak disini.

Artikel ini dipersembahkan oleh Holisticare Ester C, suplemen Vitamin C jenis Ester C. Untuk penuhi kebutuhan Vitamin C harian tubuh, konsumsilah Holisticare Ester C. Sebab Holisticare Ester C lebih tidak perih di lambung, lebih aman di ginjal, dan bertahan 24 jam di dalam tubuh. 

Gejala Dan Cara Mencegah Asam Urat

Penyakit asam urat atau penyakit gout, adalah salah satu jenis penyakit artritis yang bisa memicu rasa nyeri akut mendadak dan peradangan pada persendian tubuh, biasanya di persendian jempol kaki. Ada beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya penyakit ini yaitu gangguan pada ginjal, pola makan tidak sehat, konsumsi alkohol berlebihan, dan obesitas.

Secara umum, penderita penyakit gout beresiko merasakan serangan rasa nyeri pertama kali di usia 30 sampai 50 tahun. Pria juga memiliki kemungkinan lebih besar untuk menderita penyakit ini dibanding wanita. Namun ketika memasuki masa menopause, resiko wanita terkena asam urat dapat meningkat. Lalu apa saja gejala umumnya asam urat?

  • Munculnya rasa nyeri parah pada persendian secara mendadak
  • Pembengkakan pada persendian
  • Sendi menjadi kaku
  • Demam ringan

Agar tidak menderita penyakit gout, kita dapat berusaha untuk menurunkan resikonya yaitu dengan mengatur pola makan, menjaga berat badan ideal, dan membatasi konsumsi minuman beralkohol.

1. Diet

Mulai membatasi konsumsi makanan dan minuman dengan kandungan zat purin tinggi, seperti kerang atau bir. Meningkatkan konsumsi makanan sehat untuk kadar asam urat dalam darah seperti gandum, buah segar, kacang-kacangan, produk makanan rendah lemak, dan sayuran segar. Kontrol pula konsumsi minuman kopi, dan minuman yang menggunakan pemanis fruktosa seperti soda. 

2. Menjaga berat badan ideal

Menderita obesitas dapat meningkatkan resiko terkena serangan nyeri penyakit gout. Untuk menurunkan resikonya, kita harus menurunkan berat badan sampai ke angka ideal dan merencanakan latihan fisik yang bertujuan untuk membakar tumpukan lemak secara perlahan. Berkonsultasilah dengan pelatih fisik yang berpengalaman menangani sindrom metabolisme.

Melakukan latihan fisik yang agresif, justru dapat memicu serangan rasa nyeri penyakit gout. Apalagi ketika Anda sedang dehidrasi dan memberi tekanan berlebihan pada sendi yang beresiko terkena serangan nyeri penyakit gout.

3. Konsumsi alkohol

Minuman beralkohol dapat menyebabkan kadar asam urat dalam darah meningkat drastis, meskipun dikonsumsi dalam jumlah sedang. Salah satu jenis minuman beralkohol yang berefek paling buruk terhadap kadar asam urat adalah bir, yang terbuat dari fermentasi ragi, karena banyak mengandung zat purin. Batasilah konsumsi alkohol Anda, untuk mencegah penyakit gout.

Vitamin C Untuk Jaga Daya Tahan Tubuh

Di masa pandemi Covid-19 belum usai, sangat penting bagi kita untuk menjaga daya tahan tubuh tetap kuat. Konsumsilah suplemen vitamin C untuk bantu jaga daya tahan tubuh. Vitamin ini ternyata juga mampu membantu tubuh mencegah serangan rasa nyeri penyakit asam urat.

Peneliti menemukan bahwa resiko penyakit asam urat lebih rendah 45% pada pria yang tercukupi kebutuhan vitamin C hariannya, daripada pria yang kekurangan vitamin C. Hyon K. Choi, MD, seorang peneliti dari Boston University School of Medicine, mengatakan bahwa Vitamin C dapat mencegah penyakit gout dengan cara menurunkan kadar asam urat dalam darah. Jadi penuhi kebutuhan Vitamin C tubuh Anda dengan konsumsi makanan dan suplemen Vitamin C.