Diet & Nutrisi
Sehatkah Pola Diet OCD?
Masih ingat dengan diet yang dipopulerkan oleh Deddy Corbuzier? Diet OCD, atau Obsessive Corbuzier’s Diet, dikenal memiliki metode yang berbeda dibanding program diet lainnya. Apa bedanya?
Dalam program diet OCD, kita akan dikenalkan dengan istilah jendela makan. Apa itu? Waktu dimana seseorang disyaratkan berpuasa atau membatasi waktu makan.
Puasa Dalam Program Diet OCD
Puasa dalam diet OCD berarti tidak ada asupan kalori selama masa tertentu, bahkan tidak boleh sarapan. Air putih atau teh yang tidak mengandung kalori lebih dianjurkan dalam OCD. Sementara buah dan susu tidak diperbolehkan.
Untuk menghindari kurangnya asupan nutrisi, sebaiknya lengkapi program diet OCD dengan konsumsi Vitamin C. Sebab Vitamin C mampu bantu menjaga daya tahan tubuh. Lagipula tubuh dengan Vitamin C yang cukup akan membakar lemak 30 persen lebih efektif saat berolahraga, dibanding tubuh yang kekurangan Vitamin C.
Pilihlah Vitamin C Ester C, seperti Holisticare Ester C. Sebab Holisticare Ester C lebih nyaman di lambung dan lebih cepat diserap oleh tubuh kita.
Bila melanggar peraturan puasa diet OCD, maka orang tersebut dinyatakan gagal dalam berdiet. Terdapat 4 teknik dalam melakukan diet OCD, yaitu :
1. Puasa 16 Jam dan Makan 8 Jam
Makan selama 8 jam, dimana dalam waktu tersebut diperbolehkan makan sebanyak 3 kali. Namun setelahnya, tidak diperbolehkan makan sama sekali hingga 16 jam kedepan.
2. Puasa 18 Jam dan Makan 6 Jam
Jika memilih puasa 18 jam, artinya Anda memiliki waktu makan selama 6 jam. Anda akan mulai makan jam 12 siang, dan batas akhir makan Anda adalah jam 6 sore.
3. Puasa 20 Jam dan Makan 4 jam
Artinya waktu makan Anda kian sedikit. Jika mulai makan jam 2 siang, maka Anda hanya bisa makan hingga jam 6 sore.
4. Puasa 24 jam
Puasa seharian? Tentu terdengar menakutkan. Anda hanya makan sekali dalam sehari. Jam berapa pun, dan makan apa saja. Tapi bukan berarti rakus, dan mengonsumsi sarapan atau minuman berkalori selama puasa.
Amankah Program OCD?
Diet OCD diklaim akan terasa hasilnya dalam waktu paling lama sekitar 2 bulan, tergantung kepada kemauan dan kedisiplinan masing-masing. Lalu setelah mengenal OCD, amankah dengan diet cara tersebut?
Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS., seorang pakar gizi dan nutrisi, berpendapat bahwa OCD baik diterapkan pada orang gemuk atau kelebihan lemak. Serta pada orang yang ingin membentuk otot, dan juga memiliki bentuk tubuh apel.
Namun untuk bentuk tubuh selain itu (bentuk tubuh pisang dan pir), program OCD tidak disarankan. “Kalau bentuk pisang, dia sudah kurus dan sulit gemuk. Ngapain lagi dia (OCD)? Bisa bahaya karena orang kurus butuh banyak energi,” ujar Hardinsyah.
Menurut Hardinsyah, jika lemak tubuh sedikit maka mesntruasi seseorang bisa terganggu. Pada remaja, kekurangan lemak juga bisa menunda menstruasi. Bahkan lemak yang tidak cukup bisa membuat wanita kesulitan hamil, dan mengganggu hormon menjelang menopause.
Baik Deddy Corbuzier maupun Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS. sepakat tidak menganjurkan diet OCD bagi wanita hamil. “Tidak cocok untuk lansia, ibu hamil, dan anak kecil karena nutrisinya harus kontinyu dan nggak bisa ditunda,” ucap Hardinsyah. Deddy Corbuzier pun mengucapkan hal serupa,”kalau lagi hamil mah jangan,” tutupnya.
- Update terakhir: 24 Juli 2019
- Update selanjutnya: 20 Juli 2020





