Holisticare Logo
Pola Tidur Bisa Mempengaruhi Berat Badan
Back to Article

Diet & Nutrisi, Gaya Hidup Sehat

Pola Tidur Bisa Mempengaruhi Berat Badan

Saat ingin menurunkan berat badan, kebanyakan orang akan berpikir untuk mengatur pola makan dan rutin berolahraga. Namun, tahukah kalau menjaga pola tidur yang berkualitas juga penting dilakukan untuk menyukseskan program penurunan berat badan.

Menurut Alexandra Sowa, MD, instruktur kedokteran klinis di Weil Cornell Medical College, program penurunan berat badan diibaratkan sebagai bangku berkaki tiga, yang berarti ada tiga komponen penting kesuksesan penurunan berat badan, yaitu pengaturan pola makan, pola istirahat, dan olahraga.

Tanpa salah satu ‘kaki’ itu, maka upaya penurunan berat badan akan sia-sia. Lantas, bagaimana pola tidur yang dapat memengaruhi berat badan? Simak ulasannya, berikut ini.

Pola Tidur 1: Tidur Malam Lebih Awal Membuat Metabolisme Tubuh Normal

Ketika tidur malam, tubuh yang sudah bekerja keras selama seharian penuh akan menjadi lebih rileks. Ketika tubuh rileks dan metabolisme tubuh berjalan normal, tubuh akan lebih mudah mencerna makanan dan tidak akan merasa lapar terus menerus. Tidur lebih awal dan bangun lebih pagi merupakan cara terbaik dalam menjaga kesehatan dan mengatur pola makan agar tetap benar. Mengonsumsi teh sebelum tidur dapat menjadi alternatif minuman untuk membuat tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks. Tidurlah sekitar jam 9 sampai jam 12 malam, karena pada jam tersebut suhu tubuh akan menurun dan akan memproduksi hormon melatonin.

Pola Tidur 2: Tidur Dengan Durasi Waktu yang Konsisten

Sebuah studi yang dilakukan di Brigham Young University menemukan bahwa wanita yang memiliki waktu tidur malam yang berkualitas, yakni 6,5–8,5 jam sehari akan memiliki risiko lebih kecil terjadinya penumpukan lemak di perut. Selain itu studi ini juga menjelaskan, seseorang yang tidur dengan waktu yang sama secara rutin juga bisa mengurangi penumpukan lemak pada perut.

Pola Tidur 3: Waktu Tidur Sedikit Menyebabkan Meningkatnya Kortisol

Kurangnya waktu tidur ternyata dapat membuat hormon kortisol meningkat. Dengan meningkatnya hormon kortisol, tubuh akan berusaha untuk menghemat energi yang akan menyebabkan rasa malas untuk bergerak dan akhirnya membuat timbunan lemak pada tubuh semakin bertambah. Selain itu, meningkatnya hormon kortisol akan memicu kadar gula dalam tubuh ikut meningkat. Dengan tidur yang cukup dan hormon kortisol yang rendah, tubuh akan memiliki energi yang banyak dan bisa membakar lemak semakin cepat.

Pola Tidur 4: Tidur yang Benar Kurangi Hormon Ghrelin

Tubuh juga memproduksi hormon ghrelin yang bisa membuat tubuh selalu ingin makan lebih banyak.  Hormon ini semakin berkurang seiring waktu tidur yang benar. Dengan berkurangnya hormon ghrelin, otak tidak akan memerintahkan tubuh untuk selalu makan. Untuk itu tidurlah dengan waktu yang cukup, agar hormon ini dapat menjalankan perannya dengan baik.

Pola Tidur 5: Tidur dengan Lampu dan Gadget yang Dimatikan

Sebuah studi di tahun 2014 yang diterbitkan oleh American Journal Epidemiology menemukan bahwa wanita yang tidur di ruangan yang gelap memiliki kemungkinan 21 persen lebih rendah untuk gemuk. Kemudian penelitian di University of Granada, Spanyol menunjukkan bahwa paparan sinar biru dari gadget dapat mengurangi kadar melatonin. Melatonin merupakan hormon yang dapat membuat seseorang mengantuk. Dengan berkurangnya melatonin ternyata dapat membuat berat badan bertambah.

Pola Tidur 6: Tidur di Suhu Dingin

Selain membuat tidur lebih nyenyak, suhu ruangan yang dingin, yakni sekitar 19-20 derajat Celcius juga dapat membantu memperbaiki metabolisme, meningkatkan kepekaan insulin, dan meningkatkan jumlah pembakaran lemak cokelat, seperti yang diungkapkan sebuah studi pada jurnal diabetes. Lemak cokelat sendiri merupakan jenis lemak yang dimanfaatkan sebagai sumber energi sekaligus memberi kehangatan bagi tubuh.

Jaga Daya Tahan Tubuh Dengan Pola Tidur Sehat dan Vitamin C

Itulah beberapa pola tidur yang bisa mempengaruhi berat badan. Dengan pola tidur yang benar, tubuh akan lebih mudah untuk mengurangi lemak-lemak dalam tubuh. Karena itu, perhatikan selalu jumlah waktu dan kualitas tidurmu jika ingin mendapatkan tubuh yang sehat, bugar dengan berat badan idaman.

Untuk Anda yang sedang diet, pola tidur yang baik juga bisa menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit. Mengkonsumsi Vitamin C juga bisa berfungsi membantu daya tahan tubuh. Beberapa fungsi tersebut adalah:

  • Meningkatkan kinerja sel natural killer.
  • Mendukung fungsi neutrofil.
  • Mempertahankan jumlah limfosit.
  • Menaikkan kerja imunoglobulin.

Pilihlah jenis Vitamin C Ester C yang memiliki kadar keasaman mendekati netral, seperti Holisticare Ester C, sehingga lebih tidak perih di lambung dan aman untuk dikonsumsi secara rutin.



Website ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari lebih lanjut.
Testing
Holisticare - Facebook Holisticare - Instagram Holisticare - Twitter Holisticare - Youtube