Holisticare Logo
Penyebab Batu Ginjal
Back to Article

Penyakit

Penyebab Batu Ginjal: Apa Saja?

Apa penyebab batu ginjal paling besar? Betulkah batu ini bisa terbentuk karena terlalu banyak mengkonsumsi vitamin C dosis tinggi?

Artikel ini dipersembahkan oleh Holisticare Ester C. Untuk bantu menjaga daya tahan tubuh agar selalu kuat menghadapi infeksi virus dan bakteri, konsumsilah suplemen Vitamin C setiap hari. Pilihlah suplemen Vitamin C jenis Ester C, seperti Holisticare Ester C. Sebab Holisticare Ester C lebih tidak perih di lambung dan mampu bertahan 24 jam di dalam tubuh.

Mengenal Penyakit Batu Ginjal

Penyakit batu ginjal terjadi ketika ada material keras yang menyerupai batu terbentuk di dalam ginjal. Material tersebut berasal dari sisa zat limbah di dalam darah yang disaring oleh ginjal, dan kemudian mengendap dan mengkristal sejalan dengan waktu.

Pada sebagian besar kasus, penyakit batu ginjal dialami oleh orang berusia 30-60 tahun. Diperkirakan 10 persen wanita dan 15 persen pria pernah mengalami kondisi ini selama hidup mereka.

Berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) pada tahun 2013, diperkirakan prevalensi penderita yang terdiagnosa batu ginjal untuk umur di atas 15 tahun adalah sebesar 0,6 persen dari total penduduk Indonesia. Ada 5 provinsi yang menduduki posisi tertinggi untuk penyakit batu ginjal, yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta, Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Tengah.

Gejala akibat batu ginjal biasanya tidak dirasakan penderitanya apabila batu ginjal berukuran sangat kecil. Jika ukurannya kecil, batu masih bisa keluar dari tubuh secara alami melalui ureter (saluran yang menyambungkan ginjal dengan kandung kemih).

Gejalanya baru akan dirasakan jika ukuran diameter batu ginjal lebih besar dari diameter ureter. Batu ginjal dengan ukuran seperti ini akan bergesekan dengan lapisan dinding ureter. Hal ini menyebabkan iritasi dan bahkan luka.

Kondisi tersebut terkadang mengakibatkan urin mengandung darah. Selain mengiritasi, batu ginjal pun bisa tersangkut di saluran kencing sehingga terjadi akumulasi bakteri, yang bisa mengakibatkan terjadinya infeksi.

Gejala yang bisa dirasakan penderita antara lain:

  • Nyeri saat buang air kecil
  • Rasa sakit yang bisa muncul tiba-tiba dan terus bertambah nyeri di bagian punggung dan sisi tubuh, di bawah tulang rusuk, perut, pangkal paha, atau alat kelamin.
  • Sakit perut, mual, dan muntah.
  • Frekuensi buang air kecil lebih sering dari biasanya.
  • Urine yang keluar sedikit dan terlihat keruh atau berbau busuk, serta terdapat darah dalam urine.
  • Disertai demam dan menggigil, jika ada infeksi.

Penyebab Batu Ginjal Dan Jenisnya

Setidaknya ada empat jenis batu ginjal yakni batu kalsium oksalat, batu asam urat, batu struvit, dan batu sistin. Pola makan dan gaya hidup yang kurang baik bisa menjadi penyebab batu ginjal.

Batu kalsium oksalat adalah jenis batu ginjal yang paling umum menimpa penderita, terbentuk dari hasil metabolisme vitamin C. Seperti yang umum kita ketahui bahwa jika kita mengonsumsi vitamin C dengan dosis yang berlebihan, maka vitamin C tersebut akan dibuang dari tubuh melalui urin.

Bila vitamin C tersebut berlebih di dalam tubuh dan tidak diiringi dengan asupan air yang cukup sebagai pelarut, maka vitamin C akan mengendap dalam bentuk asam oksalat dan berikatan dengan kalsium serta membentuk batu kalsium oksalat.

Pencegahan Batu Ginjal

Mencegah timbulnya batu ginjal sebetulnya sangat sederhana. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumya bahwa pembentukan batu ginjal terjadi karena adanya pengendapan. Faktor utama yang bisa menimbulkan pengendapan ialah kurangnya zat pelarut, dalam hal ini ialah air.

Oleh sebab itu penting untuk menjaga asupan air putih minimal 2-3 liter per hari, dan tidak menahan buang air kecil. Selain itu Anda perlu membatasi konsumsi makanan dan minuman yang mengandung oksalat tinggi.

Makanan yang kadar oksalatnya 10 mg per 99,2 gram penyajian, dikategorikan oleh UPMC (The University of Pittsburgh Medical Center) sebagai makanan yang beroksalat tinggi. UPMC menyarankan untuk tidak mengonsumsi makanan-makanan dengan oksalat tinggi, cukup dibatasi hingga 40-60 mg per hari saja.

Jenis makanan, minuman, dan suplemen, dengan kandungan oksalat tinggi antara lain:

  • Makanan: Kacang buncis, labu siam, bayam, seledri, kangkung, daun bawang, terong, jeruk, anggur, kiwi, sereal dengan serat tinggi, selai, talas, kacang mete, kacang tanah.
  • Minuman: Minuman soda, kopi instan, susu coklat, teh hitam, bir hitam, koktail.
  • Suplemen: Suplemen vitamin C berbentuk ascorbic acid (asam askorbat).

Salah satu cara untuk menurunkan kadar oksalat dalam tubuh kita akibat sering mengonsumsi makanan dan atau minuman di atas, ialah dengan rutin mengonsumsi minuman probiotik yang mengandung bakteri baik yang memiliki asam laktat di dalamnya.

Guna dari asam laktat yang ada pada probiotik adalah untuk mengikat oksalat yang kadarnya terlalu tinggi. Tak hanya itu, kadar oksalat yang sudah terakumulasi tinggi di dalam tubuh pun bisa dikurangi oleh asam laktat ini.

Bagi Anda yang terbiasa untuk mengonsumsi suplemen vitamin C, pastikan Anda untuk tidak mengonsumsinya dengan dosis berlebih, dan usahakan untuk memilih jenis suplemen vitamin C dengan kadar oksalat yang lebih rendah.Semoga artikel ini bermanfaat dan Anda bisa terhindar dari masalah akibat batu ginjal.

Ditulis oleh:
dr. Diana Lestari
Dokter Hemodialisa
 



Website ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari lebih lanjut.
Testing
Holisticare - Facebook Holisticare - Instagram Holisticare - Twitter Holisticare - Youtube