Penyakit Cacar Monyet: Lebih Rentan Menyerang Anak-anak
Holisticare Logo
Penyakit Cacar Monyet Lebih Sering Menyerang Anak-anak
Back to Article

Ibu & Anak, Penyakit

Penyakit Cacar Monyet: Lebih Rentan Menyerang Anak-anak

Cacar monyet adalah penyakit infeksi virus yang disebabkan oleh virus monkeypox, yang masih satu famili dengan smallpox (cacar). Meski cacar monyet cenderung memiliki gejala lebih ringan dibanding cacar, kita tetap tidak bisa meremehkan penyakit yang sedang mengalami lonjakan kasus di berbagai belahan dunia ini. 

Menurut WHO, kasus dengan gejala berat lebih umum dijumpai pada anak-anak dibanding orang dewasa. Angka kematian tertinggi akibat penyakit ini juga datang dari anak-anak. Lalu apa sebenarnya gejala cacar monyet dan bagaimana mengatasinya? Simak selengkapnya di artikel berikut. 

Artikel ini dipersembahkan oleh Holisticare Ester C Kids, suplemen khusus untuk si kecil, bantu memenuhi kebutuhan vitamin C harian agar tetap aktif dan sehat. Holisticare Ester C Kids dapat dikonsumsi oleh anak usia 2 hingga 12 tahun. 

Update Terkini Kasus Cacar Monyet

Cacar monyet adalah penyakit zoonosis atau penyakit yang berasal dari segala jenis binatang dan dapat menular ke manusia. Penyakit ini pertama kali muncul pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo, sebuah negara di benua Afrika. 

Hingga 10 Juni 2022, menurut laporan yang dirilis oleh WHO, cacar monyet telah menyebar di berbagai negara-negara Eropa, Amerika, negara-negara di Mediterania Timur, dan Australia. Total ada 1.300 kasus cacar monyet di seluruh dunia. 

Penyebaran 

Penyakit cacar monyet dapat menular melalui kontak fisik dengan orang maupun binatang yang terinfeksi, dan benda yang telah terkontaminasi. Penyebaran juga dapat terjadi pada janin jika si ibu terinfeksi virus monkeypox

Media penyebarannya dapat berupa cairan tubuh yang telah terinfeksi dan masuk melalui mulut, hidung, serta luka kulit. Virus monkeypox juga dapat menyebar melalui droplet jika melakukan kontak tatap muka dalam waktu yang lama. 

Gejala 

Gejala penyakit cacar monyet dapat muncul mulai 6 hingga 21 hari setelah terinfeksi. Gejalanya bisa sangat bervariatif dan cenderung ringan.  Gejala diawali dari ruam yang berubah menjadi lenting berisi cairan (vesikel) dan ini bisa sangat mengganggu karena rasa gatal yang ditimbulkan. 

Gejala lain meliputi:

  • demam
  • nyeri otot
  • kedinginan
  • kelelahan
  • sakit kepala
  • radang tenggorokan
  • pembengkakan kelenjar getah bening (bisa di leher, di bawah dagu, dan di ketiak)

Siapa yang Lebih Rentan Terinfeksi Cacar Monyet?

Kelompok yang lebih rentan terinfeksi adalah mereka yang merawat atau tinggal bersama dengan pengidap cacar monyet. Kelompok rentan lainnya termasuk wanita hamil, anak-anak dan mereka yang mengalami gangguan sistem imun. 

Cara Mencegah Cacar Monyet

Meskipun kasus cacar monyet belum ditemukan di Indonesia, penting sekali untuk selalu waspada dan melakukan pencegahan. Berikut hal yang bisa dilakukan sebagai pencegahan.

  • mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
  • menggunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol
  • hindari kontak fisik dengan orang yang memiliki gejala cacar monyet
  • Hindari hubungan seksual tanpa proteksi
  • hindari kontak dengan binatang yang sakit
  • batasi dan pantau terus aktivitas mereka yang rentan (anak-anak, ibu hamil, dan mereka dengan gangguan sistem imun)
  • jika mengalami luka kulit, jangan digaruk. Segera konsultasikan kepada tenaga kesehatan di sekitar Anda
  • lakukan vaksinasi cacar

Untuk menjaga daya tahan tubuh si kecil, Anda perlu memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Beri si kecil makanan tinggi nutrisi dan vitamin, apalagi vitamin C. 

Vitamin C berfungsi sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel dan melawan radikal bebas. Dapatkan manfaat vitamin C tersebut dalam Holisticare Ester C Kids. Ester-C adalah jenis vitamin C yang lebih tidak perih di lambung dan akan menjaga daya tahan tubuh si kecil. Tidak hanya Ester-C, Holisticare Ester C Kids juga mengandung xylitol, yaitu pemanis alami yang baik untuk kesehatan gigi anak. 

 

Ditinjau oleh: dr. Putri Wulandari


Related Article


Website ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari lebih lanjut.
Testing
Holisticare - Facebook Holisticare - Instagram Holisticare - Twitter Holisticare - Youtube