penderita covid

Saat divonis positif, penderita Covid-19 akan disarankan dokter untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya agar mampu melawan infeksi. Selain mengkonsumsi makanan bergizi, mereka wajib melengkapi kebutuhan nutrisi dengan konsumsi suplemen vitamin. Nutrisi apa saja yang dibutuhkan para penderita Covid-19?

Artikel ini dipersembahkan oleh Holisticare Ester C, suplemen Vitamin C jenis Ester C. Untuk penuhi kebutuhan Vitamin C harian tubuh, konsumsilah Holisticare Ester C. Sebab Holisticare Ester C adalah Vitamin C yang lebih tidak perih di lambung, dan 24 hours bioavailability (tersedianya kadar vitamin C dalam tubuh selama 24 jam). Holisticare Ester C juga tersedia dalam bentuk effervescent yang menyegarkan.

Nutrisi Untuk Penderita Covid-19

Sampai saat ini memang belum ada penanganan yang spesifik terhadap penderita Covid-19. Penderita yang mengalami gejala-gejala ringan harus melakukan isolasi mandiri dan berupaya untuk meringankan gejala yang dirasakannya dengan cara antara lain beristirahat dan mengkonsumsi cairan yang cukup.

Pasien Covid-19 bergejala ringan juga dianjurkan mengkonsumsi obat bebas untuk meringankan gejala yang dirasakannya seperti sakit tenggorokan, nyeri pada tubuh, atau demam. Namun pasien Covid-19 dengan gejala berat harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Biasanya pasien Covid-19 akan diberikan perawatan untuk memperkuat daya tahan tubuh mereka dalam melawan infeksi virus Covid-19, termasuk pemberian suplemen vitamin. Apa saja nutrisi yang diperlukan penderita Covid-19?

1. Vitamin C

Menurut jurnal kesehatan Elsevier yang dipublikasikan September 2020, ada fakta bahwa pasien rawat inap Covid-19 yang dalam kondisi kritis biasanya punya kadar vitamin C rendah di dalam tubuhnya.

Dalam wawancara dengan antaranews.com, Raissa Edwina Djuanda, seorang dokter spesialis gizi RSPI – Puri Indah, juga mengatakan bahwa vitamin C merupakan salah satu dari dua jenis vitamin yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan RI untuk diberikan pada pasien Covid-19. Sebab vitamin C dapat membantu menurunkan resiko infeksi pernafasan akibat virus dan pneumonia. Hal tersebut dinyatakan dalam situs kesehatan clevelandclinic.org

Menurut Dr. Ramya Dwivedi, Ph.D dalam situs news-medical.net, Vitamin C punya peran potensial dalam mencegah fase kritis COVID-19, infeksi saluran pernapasan akut, dan penyakit inflamasi lainnya. Kadar vitamin C pada penderita Covid-19 umumnya akan menurun dengan cepat. Hal ini diduga karena tubuh mereka sedang mengalami stres fisiologis.

Mengonsumsi suplemen vitamin C selama masa perawatan ternyata dapat membantu sistem imun tubuh penderita Covid-19 untuk meningkatkan mekanisme pertahanan antivirus. 

2. Vitamin D

Kekurangan vitamin D umumnya dapat terjadi karena tubuh kurang terkena sinar matahari, usia semakin tua, konsumsi obat kortikosteroid, dan kulit yang lebih gelap, hal ini dijelaskan oleh Dr. Ramya Dwivedi, Ph.D dalam situs news-medical.net.

Bersama dengan vitamin C, vitamin ini juga direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan RI untuk diberikan pada pasien positif Covid-19, sesuai dengan wawancara antaranews.com dengan Raissa Edwina Djuanda, seorang dokter spesialis gizi RSPI – Puri Indah.

Situs clevelandclinic.org juga menjelaskan bahwa suplementasi vitamin D dapat bantu menurunkan resiko infeksi saluran pernapasan akut. Lalu beberapa artikel kesehatan juga merekomendasikan konsumsi suplemen vitamin D setiap hari, untuk mengurangi risiko infeksi pada pasien Covid-19. 

3. Seng (Zinc)

Nutrisi yang satu ini memiliki peran yang cukup penting untuk sistem kekebalan tubuh. Zat seng (Zinc) berperan aktif dalam memproduksi antibodi dan sel-sel darah putih untuk melawan infeksi. 

Isolasi Mandiri Untuk Penderita Covid-19

Seorang penderita Covid-19 diharuskan untuk melakukan isolasi, agar tidak menularkan virus ke orang lain. Isolasi berbeda dengan karantina. Karantina adalah aktivitas memisahkan dan membatasi pergerakan orang yang telah, atau mungkin, terpapar Covid-19 untuk melihat apakah mereka menjadi sakit.

Sedangkan isolasi adalah aktivitas memisahkan orang yang telah positif Covid-19 dari orang sehat, untuk mencegah penyebaran penyakit. Ada dua jenis isolasi bagi pasien Covid-19:

  • Isolasi medis: Dilakukan di rumah sakit, pusat kesehatan, atau bahkan di penjara. Tenaga kesehatan akan memisahkan orang terinfeksi Covid-19 dari orang yang sehat.
  • Isolasi mandiri: Seseorang akan dianjurkan untuk melakukan isolasi jenis ini jika tes Covid-19 menunjukkan hasil positif, atau menderita gejala batuk dan demam ringan yang tidak memerlukan perawatan di rumah sakit.

Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan pasien Covid-19 jika harus menjalani isolasi mandiri:

  1. Tetap di rumah, kecuali dalam keadaan darurat atau  membutuhkan perawatan medis.
  2. Tinggal di kamar terpisah dari orang lain di rumah, dan gunakan pula kamar mandi yang berbeda.
  3. Selama di rumah, jaga jarak pasien minimal 2 meter dari penghuni rumah lainnya.
  4. Pasien harus selalu memakai masker saat terpaksa melakukan kontak dengan orang lain.
  5. Gunakan jasa pemesanan makanan dan pengantaran barang, sehingga pasien tidak perlu keluar rumah.
  6. Penghuni rumah selain pasien sebaiknya juga menghindari keluar rumah jika tidak perlu, dan melakukan langkah pencegahan agar tidak menulari orang lain.
  7. Jika pasien memerlukan perawatan, tunjuk salah satu penghuni rumah untuk menjadi pengasuh.
  8. Untuk pasien Covid-19 tanpa gejala, waspadalah terhadap munculnya gejala penyakit. Jika gejala mulai dirasakan, segera hubungi dokter.