Holisticare Logo
Makanan Pantangan Ibu Hamil
Back to Article

Ibu & Anak

Inilah Minuman dan Makanan Pantangan Ibu Hamil

Masa kehamilan mengharuskan wanita mengubah banyak hal yang biasa dilakukan sebelumnya, seperti gaya hidup, kebiasaan, hingga jenis makanan atau minuman. Sebab ada jenis minuman dan makanan pantangan ibu hamil. Apa saja? 

Sesuatu yang sebelumnya biasa dilakukan, bisa menjadi terlarang saat di masa kehamilan. Sebaliknya, apa yang jarang dilakukan sebelumnya, justru bisa menjadi tuntutan rutin demi pertumbuhan janin dan kelancaran persalinan.

Penuhi kebutuhan nutrisi Vitamin C selama kehamilan, dengan mengkonsumsi suplemen Vitamin C jenis Ester C. Seperti Holisticare Ester C.

Sebab Holisticare Ester C memiliki tingkat keasaman mendekati netral, sehingga lebih tidak perih di lambung. Kandungan Holisticare Ester C juga lebih mudah diserap oleh tubuh.

Kebiasaan yang paling banyak membutuhkan perubahan adalah pemilihan jenis makanan. Perubahan hormonal dalam tubuh selama kehamilan menyebabkan wanita memiliki selera makan yang lebih tinggi, salah satunya ditunjukkan pada perilaku mengidam.

Minuman dan Makanan Pantangan Ibu Hamil

Sebelum menuruti selera makan, Anda harus berpikir tentang keselamatan bayi yang dikandung. Sebab ada beberapa minuman atau makanan sehari-hari yang pantang dikonsumsi ketika masa kehamilan, karena menjadi ancaman bagi ibu hamil dan janin.

Berikut adalah beberapa minuman dan makanan pantangan ibu hamil, dilansir dari Top10 Home Remedies.

1. Telur mentah dan setengah matang

Jika Anda memiliki kebiasaan mengonsumsi telur mentah untuk memberikan dorongan protein, maka singkirkan makanan ini selama kehamilan Anda. Sebab telur mentah adalah salah satu makanan pantangan ibu hamil.

Telur mentah ataupun setengah matang menyebabkan risiko infeksi salmonella, sebuah penyakit akibat bakteri Salmonella yang menyerang saluran pencernaan. Infeksi ini dapat menyebabkan muntah, diare, dan pada akhirnya berakibat fatal pada bayi.

Meskipun begitu, memakan telur selama masa kehamilan bukan berarti dilarang. Telur adalah sumber protein, vitamin dan mineral yang baik.  Anda yang sedang hamil tetap bisa mengonsumsi telur asalkan dimasak terlebih dahulu hingga benar-benar matang.

Hal yang juga penting diperhatikan adalah hindari makanan olahan yang dibuat dari telur mentah atau setengah matang seperti mayones, saus salad, dan lain-lain. Lalu biasakan mencuci tangan setelah memegang kulit telur karena di bagian itu terdapat bakteri salmonella.

2. Alkohol

Wanita hamil (ataupun tidak hamil, bahkan pria) perlu menghindari konsumsi alkohol, karena terlalu banyak dampak negatif dari minuman ini.

Akan ada efek desktruktif yang signifikan pada kehamilan, saat wanita hamil bersikukuh untuk mengonsumsinya. Selama trimester (3 bulan) pertama, alkohol akan berisiko menyebabkan keguguran.

Sedangkan selama trimester kedua dan terakhir akan meningkatkan risiko sindrom alkohol janin (FAS), sebuah sindrom yang menyebabkan anak sangat mungkin mengalami cacat fisik, keterbelakangan mental, gangguan belajar, kesulitan visi, dan masalah perilaku.

Tidak ada jumlah alkohol yang aman selama kehamilan. Bahkan ketika menyusui, Anda pun masih harus menghindarinya.

3. Kopi atau kafein

Meminum kopi saat hamil masih diperbolehkan selama jumlahnya dibatasi. Ibu hamil sebaiknya tidak mengonsumsi lebih dari 200 miligram kafein per hari.

Sebagai informasi tambahan, rata-rata kandungan secangkir kopi adalah sekitar 95 miligram kafein. Kandungan kafein yang tinggi akan bekerja sebagai stimulan, yang dapat mempengaruhi detak jantung bayi Anda.

Kafein juga meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah dan bahkan keguguran. Selain itu, kelebihan kafein akan menyebabkan ibu hamil dehidrasi.

Hindari kafein selama trimester pertama untuk mengurangi kemungkinan keguguran. Sumber kafein juga dapat berasal dari teh herbal, teh hijau, minuman energi, minuman ringan, coklat, dan lain-lain.

4. Ikan dengan merkuri tinggi

Ikan dapat menjadi sumber asam lemak omega-3 yang menyehatkan. Tapi hindari ikan yang memiliki tingkat merkuri tinggi selama kehamilan, sehingga menjadi salah satu makanan pantangan ibu hamil.

Kandungan merkuri yang tinggi dapat mengganggu perkembangan otak dan sistem saraf anak. Untuk mengetahui jenis ikan yang mengandung merkuri adalah ketahui apa yang dimakan ikan tersebut.

Ikan predator (yang memakan ikan lain) cenderung mengandung merkuri lebih tinggi dari ikan lainnya. Beberapa jenis ikan dengan kandungan merkuri tinggi adalah tuna besar, tuna sirip, kembung raja, todak, pari, marlin, kakap putih, dan hiu.

Larangan yang perlu diperhatikan adalah, jangan makan ikan mentah, setengah matang, ikan panggang atau asap, juga ikan yang diawetkan.

5. Daging mentah atau kurang matang

Hindari memakan daging merah atau daging unggas mentah, terutama bila Anda sedang hamil. Sebab daging yang mentah atau kurang matang dapat menyebabkan penyakit toksoplasmosis, yaitu infeksi akibat parasit yang dapat membahayakan bayi di dalam kandungan Anda.

Makanlah daging yang dimasak hingga benar-benar matang. Daging matang mengandung protein tinggi, yang penting bagi pertumbuhan bayi Anda.

Cara terbaik mengonsumsi daging adalah dengan memasaknya sendiri di rumah sehingga Anda dapat yakin bahwa daging yang Anda makan benar-benar dimasak dengan sempurna.

6. Pepaya muda atau belum matang

Jika Anda sedang hamil atau mengusahakan kehamilan, hindari konsumsi pepaya muda. Buah ini mengandung lateks jika belum matang, yang dapat memicu kontraksi rahim dan menyebabkan keguguran kandungan.

Hindari beberapa makanan olahan yang menggunakan bahan dari pepaya muda seperti ketupat sayur, oseng pepaya muda, rujak, dan lain-lain. Agar lebih aman, sebaiknya hindari konsumsi pepaya karena terkadang pepaya memiliki bagian matang yang tidak merata.

7. Keju Lembut

Keju ini biasanya digunakan sebagai bahan pembuat kue dan biasanya dibuat dari susu yang tidak dipasteurisasi. Bahan baku susu ini mungkin mengandung bakteri listeria, jenis bakteri yang bisa mengakibatkan keguguran, kelahiran prematur, bayi sakit, dan bahkan kematian.

Untuk lebih amannya, pilih keju keras seperti cheddar, mozzarella, atau keju Swiss. Pastikan di kemasannya tertera informasi bahwa keju berasal dari susu yang dipasteurisasi.

8. Kecambah mentah

Kecambah mentah sangat berpotensi mengandung bakteri berbahaya, seperti salmonella, listeria dan E. coli, yang dapat menyebabkan keracunan makanan dengan gejala muntah dan diare.

Beberapa tanaman yang termasuk kecambah antara lain kacang hijau, kapri, tauge, kedelai, brokoli, dan beberapa tanaman lain yang umumnya kecil serta belum tumbuh sempurna. Lalu contoh makanan olahan yang menggunakan kecambah mentah misalnya sandwich, salad, karedok, dan lain-lain.



Website ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari lebih lanjut.
Testing
Holisticare - Facebook Holisticare - Instagram Holisticare - Twitter Holisticare - Youtube