Ibu & Anak
Manfaat Mengajarkan Bahasa Asing ke Si Kecil
Dewasa ini, bukanlah hal asing melihat anak balita yang sudah fasih berbicara bahasa asing ketika bercakap. Adanya berbagai media pembelajaran dan sosial yang tidak terbatas membuat si kecil semakin cepat mempelajari bahasa asing, baik secara otodidak maupun dengan bimbingan. Lantas, apa saja manfaatnya bagi si kecil?
Sebagai orang tua, memiliki anak yang pintar dan cemerlang adalah impian kita. Baik secara langsung maupun tidak, kita turut mendukung anak untuk mempelajari bahasa kedua, bahkan ketiganya, sejak dini.
Dilansir dari Parent.com, usia terbaik untuk kita mendorong anak mempelajari bahasa asing adalah saat mereka berusia 2,5-4 tahun. Pasalnya, berdasarkan studi yang dilakukan Universitas Harvard, tiga tahun pertama anak merupakan waktu vital dalam pembangunan fondasi berpikirnya. Selain itu, kreativitas, kemampuan berpikir kritis serta fleksibilitas pikiran anak di usia tersebut dapat meningkat jika didorong dengan pembelajaran bahasa asing.
Lalu, hal baik apa saja yang dapat anak terima ketika diajarkan bahasa asing?
1. Meningkatkan Konsentrasi
Menjadi seseorang yang pandai dua bahasa atau lebih akan membangun kekuatan otak. Otak anak yang memahami sedikitnya dua bahasa memiliki tingkat konsentrasi yang lebih baik dan mampu melakukan berbagai tugas secara bergantian.
2. Memperluas Wawasan
Si kecil yang memahami dua bahasa atau lebih tentunya dapat mempelajari berbagai ilmu dari bahasa asing yang dikuasainya, sehingga wawasannya pun akan lebih luas. Selain itu, dengan menguasai bahasa asing, anak dapat memilih sendiri referensi pembelajaran dan hiburannya.
3. Memperkuat Daya Tangkap Informasi
Anak yang mampu berbicara lebih dari satu bahasa dinilai lebih vokal, percaya diri dan berpikiran kritis. Selain itu, ia juga cenderung memiliki kecerdasan untuk memahami penjelasan dan memproses pesan dengan lebih baik.
Tiga manfaat di atas hanyalah sedikit dari banyak manfaat lainnya. Lantas, bagaimana cara yang tepat agar anak dapat mempelajari lebih dari satu bahasa?
1. Memperkenalkan Bahasa Asing Sejak Dini
Baik secara langsung maupun tidak, kita dapat memaparkan lebih dari satu bahasa kepada si kecil sejak ia mulai belajar bicara. Jangan khawatir jika si kecil bahkan belum menguasai bahasa ibu, karena otaknya mampu membedakan bahasa dari pola suara maupun tulisan.
Memaparkan lebih dari satu bahasa kepada anak memang dapat dilakukan, namun tentunya menyesuaikan dengan kondisi masing-masing anak. Jika si kecil mengalami tanda-tanda speech delay (keterlambatan bicara) ataupun kesulitan dalam memahami bahasa lain, sebaiknya kita fokus untuk mengajarinya satu bahasa terlebih dulu.
2. Memberikan Contoh Verbal
Salah satu cara yang sangat efektif untuk mengajarkan bahasa asing ke anak adalah dengan memberikan contoh. Lakukan kegiatan yang menyenangkan, seperti bernyanyi bersama lagu anak-anak, membaca buku dongeng dua bahasa atau menonton film berbahasa asing. Dengan metode ini, anak dapat mempraktikkan secara langsung ilmu yang ia serap.
3. Memanfaatkan Teknologi
Dengan adanya berbagai media pembelajaran via internet maupun teknologi, kita sebagai orang tua sangat terbantu dalam mengajarkan anak. Contohnya, menonton tayangan bahasa di YouTube atau memberikan anak mainan pendukung dapat menjadi pilihan.Mengajarkan si kecil bahasa asing tentunya amat mungkin dilakukan oleh orang tua. Meski demikian, semua usaha akan terhambat apabila kesehatan anak terganggu. Maka dari itu, penting bagi kita untuk membiasakan pola hidup sehat kepada si kecil sejak dini. Jika diperlukan, kita bisa memberi suplemen vitamin tambahan seperti Holisticare Ester C Kids, yang lebih tidak perih di lambung si kecil dan mengandung pemanis alami Xylitol yang tidak merusak gigi.








