Diet & Nutrisi, Gaya Hidup Sehat
Makanan ’Darurat’ Untuk yang Telat Sahur
Telat bangun sahur dan menyisakan sedikit waktu sebelum imsak dan subuh memang membuat panik dan bingung. Kamu harus memilih apakah ingin lanjut puasa tanpa sahur, atau tetap makan sahur meskipun dengan makanan ‘darurat’ seadanya. Pilihan pertama mungkin berisiko mengganggu kelancaran puasamu. Sementara pilihan untuk tetap sahur dengan makanan ‘darurat’ justru lebih disarankan praktisi gizi.
Apapun yang tersedia di rumah, selama tidak memakan waktu lama untuk menyajikannya, maka itulah makanan darurat yang dimaksud. Meskipun terkesan seadanya, kamu bisa tetap memaksimalkan agar makanan ‘darurat’ itu mampu menjaga kualitas puasamu. Mau tahu makanan atau minuman yang tepat untuk sahur yang singkat?
Apel
Pernahkah kamu merasakan perut yang lebih padat setelah memakan apel? Ya, efek tersebut dihasilkan dari serat dan kandungan air yang tinggi dari buah ini. Selain itu kandungan pektin dari apel juga mampu memperlambat pengosongan lambung sehingga meningkatkan perasaan kenyang lebih lama.
Untuk sahur yang mendesak, buah apel utuh bisa jadi pilihan yang tepat untukmu. Namun perlu diingat bahwa kandungan vitamin C dalam buah apel cukup tinggi sehingga memakannya dalam keadaan lambung kosong dapat menimbulkan masalah pada lambung.
Oatmeal
Oatmeal atau sereal adalah sumber serat dan protein yang tinggi sehingga memberikan rasa kenyang yang sangat baik. Makanan ini bahkan dapat bertahan lebih lama di lambung sehingga perasaan kenyang pun dirasakan lebih lama. Sebuah studi tahun 2013 yang diterbitkan dalam Journal of American College of Nutrition mencatat bahwa kandungan serat dan protein oatmeal yang tinggi membuatmu kenyang lebih lama.
Oatmeal juga tergolong mudah untuk disajikan sehingga bisa jadi pilihan untuk yang telat sahur.
Alpukat
Di dalam satu buah alpukat terdapat banyak kandungan lemak baik dan serat. Kedua kandungan gizi ini butuh waktu lama untuk dicerna sehingga memiliki waktu lebih lama untuk bertahan di tubuh. Sebuah studi tahun 2014 dalam jurnal Nutrition melaporkan bahwa orang-orang yang menambahkan setengah buah alpukat segar untuk makan siang dapat mengurangi keinginan makan mereka selama 3 sampai 5 jam.
Telur
Sebuah studi dari Pennington Biomedical Research Center di Amerika Serikat menemukan bahwa orang-orang obesitas yang makan telur untuk sarapan membutuhkan waktu lebih lama untuk merasa lapar. Peserta penelitian memiliki kadar ghrelin (hormon perangsang nafsu makan) yang lebih rendah, dan kadar PPY (hormon yang membantu perut terasa kenyang) lebih tinggi.
Jika kamu memilih telur saat telat sahur, maka pengolahan yang tepat adalah dengan menggorengnya. Hindari merebus telur karena cara ini membutuhkan proses yang lama.
Biskuit dan Pepaya
Sumber karbohidrat dan protein juga bisa diperoleh dari biskuit. Jika biskuit yang dikonsumsi berbahan baku dominan telur, sebaiknya tambahkan juga buah seperti pepaya yang berguna untuk memecah protein lebih baik.
Holisticare EsterC
Meskipun tidak membuat kenyang, suplemen vitamin C ini setidaknya memiliki keunggulan dapat bertahan selama 24 jam sehingga membantu menjaga daya tahan tubuh saat puasa. Dengan sifatnya yang tidak asam, Holisticare EsterC boleh dikonsumsi meskipun dalam keadaan perut kosong. Atau, kamu bisa mengonsumsinya sebagai tambahan dari salah satu makanan yang disarankan tersebut.








