Kebutuhan Vitamin C Pada Bayi

Pertumbuhan dan perkembangan bayi berlangsung sangat pesat. Berat badan bayi sehat umumnya akan menjadi 2 kali lipat berat badan lahir, pada saat bayi berumur 5-6 bulan, dan menjadi 3 kali lipat berat badan lahir pada usia 1 tahun. Sedangkan panjang badan bayi pada usia 1 tahun adalah sekitar satu setengah kali lipat panjang badan saat lahir. Lalu seberapa besar kebutuhan Vitamin C pada bayi?

Untuk bantu penuhi kebutuhan Vitamin C ibu menyusui, konsumsilah suplemen Vitamin C setiap hari. Pilihlah suplemen Vitamin C yang berjenis Ester C, seperti Holisticare Ester C. Sebab Holisticare Ester C memiliki tingkat keasaman mendekati netral, sehingga lebih tidak perih di lambung. Kandungan Holisticare Ester C juga lebih mudah diserap oleh tubuh kita.

Sejalan dengan pertumbuhan fisik yang sangat pesat ini, perkembangan motorik dan kognitif bayi pun tampak sangat nyata. Dari yang awalnya hanya dapat berbaring tanpa mampu mengangkat kepala, hingga kemudian dapat duduk, merangkak, berbicara, hingga berjalan di usia 1 tahun.

Kebutuhan Vitamin C Pada Bayi

Untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang sangat menakjubkan ini, tentu dibutuhkan asupan zat gizi yang baik. Tak hanya zat gizi makro (karbohidrat, protein, dan lemak) sebagai “bahan baku” yang dibutuhkan oleh bayi untuk bertumbuh dan berkembang, asupan zat gizi mikro, yaitu vitamin dan mineral, juga sangat penting.

Vitamin C merupakan salah satu zat gizi mikro yang esensial bagi manusia, termasuk bayi. Suatu zat gizi disebut esensial, bila zat gizi tersebut tidak dapat dibuat sendiri oleh tubuh sehingga membutuhkan asupan dari luar, yaitu dari makanan.

Sebagaimana manusia dewasa, bayi dan anak-anak membutuhkan Vitamin C yang berperan dalam proses-proses penting dalam tubuh, antara lain:

  • Pembentukan kolagen, sejenis protein yang menjadi struktur tulang, tulang rawan, otot, gigi, pembuluh darah, dan jaringan penunjang lainnya
  • Pembentukan karnitin, suatu senyawa yang berfungsi mengangkut asam lemak di dalam sel masuk ke dalam mitokondria untuk diubah menjadi energi
  • Penyembuhan luka
  • Kekebalan atau imunitas tubuh.

 

Selain itu, konsumsi Vitamin C bersamaan dengan bahan makanan sumber zat besi akan meningkatkan penyerapan zat besi di usus halus, terutama zat besi yang terkandung dalam makanan nabati.

Seberapa Banyak Yang Bayi Butuhkan?

Dalam sehari, bayi usia 0-6 bulan membutuhkan 40 miligram Vitamin C. Sedangkan bayi di atas 6 bulan hingga 1 tahun membutuhkan 50 miligram. Bahan makanan sumber Vitamin C bagi bayi yang terutama adalah air susu ibu atau susu formula.

Umumnya, kebutuhan Vitamin C pada bayi usia 0-6 bulan ini dapat terpenuhi dari ASI atau susu formula yang ia konsumsi. Setelah bayi mulai mengenal makanan padat, tambahan asupan Vitamin C didapatkan terutama dari buah dan sayuran.

Bahan makanan yang kaya akan Vitamin C, yang dapat diberikan pada bayi 0-12 bulan lain antara lain adalah pepaya, jeruk, melon, dan brokoli. Mengingat sifat Vitamin C yang larut dalam air, tidak tahan cahaya dan panas, maka sayuran sebaiknya dimasak dengan air yang tidak terlalu banyak dan dalam waktu singkat.

Tujuannya agar kandungan Vitamin C dalam makanan tidak rusak. Jus buah sebaiknya segera diberikan setelah dibuat. Bila akan disimpan, maka harus ditempatkan dalam wadah yang tidak tembus cahaya.

Vitamin C Pada ASI

Kandungan Vitamin C dalam 100 mililiter ASI atau susu formula adalah sekitar 10-12 miligram. Kadar Vitamin C dalam susu formula yang relatif stabil selama dibuat sesuai dengan takaran yang dianjurkan pabrik pembuatnya. Namun berbeda dengan kadar Vitamin C dalam ASI, sebab sangat bergantung pada asupan vitamin C ibu menyusui.

Karena itu, agar kadar Vitamin C dalam ASI optimal, ibu menyusui harus mengkonsumsi bahan makanan sumber Vitamin C dalam jumlah cukup. Apabila ibu dalam kondisi kurang gizi, atau asupan Vitamin C dalam dietnya sehari-hari sangat kurang, dapat dipertimbangkan pemberian suplementasi Vitamin C bagi ibu menyusui.

Begitu pula bila ibu perokok, kadar Vitamin C dalam ASI-nya akan lebih rendah. Kondisi ini membuat ibu perokok perlu mempertimbangkan pula suplementasi Vitamin C bagi ibu.

Pemberian suplementasi Vitamin C maupun vitamin lainnya pada bayi, terutama bayi yang mendapat susu formula, harus dipertimbangkan betul-betul manfaat dan risikonya. Sebab umumnya susu formula sudah mengalami fortifikasi atau penambahan zat gizi mikro termasuk Vitamin ini. Pemberian suplementasi vitamin yang berlebihan justru akan membahayakan kesehatan bayi.

Karena itu, bila sedang menyusui, pastikan bahwa diet Anda mengandung bahan makanan sumber yang kaya akan Vitamin C. Agar kebutuhan bayi Anda akan Vitamin C terpenuhi, demi tumbuh kembang yang optimal.

Ditulis oleh:
dr. Witri Ardini, M.Gizi, SpGK