Usai Olahraga Berat

Olahraga memang membuat tubuh Anda sehat. Tapi apakah olahraga berat dapat membuat kita makin sehat? Kapan sih Anda harus berhenti berolahraga? Seperti apa sih olahraga yang berat itu?

Sesuatu yang berlebihan kemungkinan akan menimbulkan efek yang negatif. Olahraga termasuk di dalamnya. Padahal banyak yang percaya kalau semakin keras kita berolahraga, maka akan semakin sehat dan kuat.

Apa saja yang dapat dikategorikan sebagai olahraga berat? Berikut beberapa kriterianya:

  • Olahraga yang dilakukan dalam waktu relatif lama (90 menit atau lebih). Khususnya olahraga yang dilakukan tanpa jeda istirahat.
  • Aktivitas olahraga berintensitas tinggi, tapi tidak sulit dilakukan.
  • Olahraga dengan jeda istirahat yang tidak cukup untuk memulihkan kondisi tubuh.

Olahraga Berat Jadi Mudah Sakit?

Menurut Anda, aktivitas mana yang membuat seseorang lebih rentan terkena penyakit: seorang atlet yang berlatih keras, atau orang yang bermalas-malasan sambil main game online? Ternyata menurut data penelitian dari paleoleap.com, seorang atlet profesional justru lebih rentan terkena infeksi saluran pernapasan atas dibandingkan dengan orang kurang gerak. 

Dalam penelitian tersebut, 66 persen dari kelompok atlet profesional yang berolahraga secara rutin hampir setiap hari justru jatuh sakit. Sedangkan hanya 45 persen yang jatuh sakit dari kelompok orang jarang gerak. Kelompok yang paling sedikit jatuh sakit pada penelitian tersebut adalah orang yang berolahraga ringan, yaitu hanya 22 persen. Kenapa sih olahraga berat justru membuat kita mudah sakit?

Hormon Kortisol Dan Gula

30 sampai 45 menit berolahraga tingkat sedang mampu menstimulasi sistem daya tahan tubuh. Tapi jika kita berolahraga lebih lama dari itu, daya tahan tubuh kita justru akan melemah. Sebab tubuh akan memproduksi hormon stres (kortisol) saat berolahraga. Hormon ini dapat menekan fungsi kekebalan tubuh.

“Semakin intens lari yang dilakukan seseorang, maka semakin banyak jumlah hormon kortisol yang diproduksi tubuhnya,” jelas Amesh A. Adalja, M.D., seorang ahli penyakit menular. Hormon kortisol yang diproduksi setelah berlari bisa mencapai jumlah yang dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh selama tiga hari, jelas Amesh lebih lanjut.

Michael Ross, M.D., medical director di The Performance Lab di New Jersey juga menjelaskan bahwa lari perlahan dengan durasi lebih dari 90 menit membuat otot-otot membutuhkan asupan gula yang sama besarnya dengan kebutuhan gula untuk sistem daya tahan tubuh.

“Kondisi ini menyebabkan perebutan asupan gula antara otot-otot tubuh dengan sistem daya tahan tubuh. Biasanya tubuh lebih mendahulukan otot untuk mendapatkan asupan gula,” jelas Michael lebih lanjut.

Memulihkan Badan dari Olahraga Berat

Untuk mengatasi efek dari olahraga berat, atau overtraining syndrome, Anda harus tahu dulu gejala yang tubuh rasakan ketika kita sudah berolahraga terlalu banyak. Gejala-gejala tersebut adalah:

  • Merasa tidak bertenaga, atau sangat kelelahan.
  • Nyeri pada kaki, otot-otot, dan persendian.
  • Performa fisik turun mendadak.
  • Muncul kebutuhan kompulsif untuk berolahraga.
  • Gangguan tidur (insomnia).
  • Sakit kepala.
  • Menurunnya kemampuan berolahraga.
  • Menurunnya daya tahan tubuh.
  • Mood tidak stabil.
  • Depresi.
  • Kehilangan antusiasme untuk berolahraga.
  • Nafsu makan berkurang.
  • Lebih sering cedera.

Jika sudah merasakan satu atau lebih gejala-gejala diatas, maka kemungkinan besar Anda sedang mengalami overtraining syndrome. Sindrom ini biasanya diderita secara berkala oleh atlet yang terlalu keras berlatih sebelum kompetisi tertentu.

Berkonsultasilah dengan dokter atau ahli kebugaran jika merasakan beberapa gejala overtraining syndrome, untuk mendiskusikan rencana pemulihan. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memulihkan tubuh dari overtraining syndrome, yaitu:

  • Beristirahat, untuk memulihkan kondisi badan. Hentikan atau kurangi olahraga. Istirahatkan diri Anda selama beberapa hari.
  • Penuhi kebutuhan cairan tubuh. Konsumsilah cairan untuk penuhi kebutuhan tubuh. Jika perlu, rombaklah program diet yang sedang dijalani.
  • Lakukan pijatan pada tubuh, untuk bantu Anda rileks secara mental dan fisik.
  • Cobalah cross training, untuk bantu memulihkan otot tubuh atau kelelahan mental. Cross training sendiri adalah aktivitas latihan rutin yang melibatkan beberapa bentuk latihan berbeda.

Bantu Daya Tahan Tubuh Dengan Vitamin C

Ada satu cara sederhana yang bisa kita lakukan untuk menghindari efek dari olahraga berat, yaitu selalu mengkonsumsi Vitamin C setelah berolahraga. Kenapa? Karena di dalam tubuh, Vitamin C akan membantu proses perbaikan dan pembentukan jaringan tubuh, serta membantu menjaga daya tahan tubuh.

Pilihlah suplemen Vitamin C jenis Ester C, seperti Holisticare Ester C. Sebab Holisticare Ester C punya tingkat keasaman yang netral, sehingga lebih tidak perih di lambung. Kandungan Holisticare Ester C juga lebih mudah diserap oleh tubuh.