Ini Dampak Hujan Terhadap Mood Manusia

Hujan pun turun dengan lebat. Perlahan Anda merasa suasana berubah. Keceriaan yang tadi Anda rasakan perlahan berkurang, dan semakin lama hujan turun keceriaan Anda juga semakin berkurang. Apakah itu kondisi yang wajar? Apa dampak hujan terhadap suasana hati kita?

Dampak Hujan Memang Bisa Sebabkan Bete

Jika Anda termasuk orang selalu merasakan bad mood ketika hujan turun, maka Anda tidak sendirian. Dampak hujan bisa berefek negatif pada emosi seseorang. Menurut salah satu studi, hampir 9% orang termasuk dalam golongan orang ‘pembenci hujan’.

Menurut Tecsia Evans, Ph.D, seorang psikolog klinis, sangatlah wajar jika dampak hujan adalah perubahan mood seseorang, seperti merasa lebih sedih atau kepercayaan diri lebih rendah akibat hujan turun.

“Ketika hari menjadi gelap dan suram di luar, beberapa orang yang memiliki kepekaan terhadap cuaca dan bisa merasa kesepian atau sedih,” jelas Tecsia Evans, Ph.D, lebih lanjut. Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki mood dalam suasana seperti itu?

Tecsia Evans mengatakan akan lebih baik jika Anda biarkan lampu ruangan menyala saat hujan deras sedang turun di luar. Kenapa? “Hasil penelitian menunjukkan bahwa cahaya dapat meningkatkan kadar hormon serotonin, yang dapat meningkatkan mood seseorang,” jelas Tecsia Evans, Ph.D.

Julia Samton, MD, psikiater di Manhattan Neuropsychiatric New York, bahkan memberikan saran lebih ekstrem lagi. Ia mendorong orang untuk mencoba berjalan ke luar ruangan, meskipun cuaca sedang hujan dan bersuhu dingin. Kok begitu? “Meskipun kita tidak bisa melihat cahaya matahari, kita tetap terpapar sinar ultraviolet yang membantu mengatur siklus sirkadian tubuh dan meningkatkan mood,” jelas Julia Samton, MD.

Banyak Makan Karena Hujan?

Selain merusak mood,  dipercaya ada beberapa dampak hujan yang negatif seperti dapat membuat seseorang mengonsumsi makanan lebih banyak. Kenapa? Karena kurangnya sinar matahari yang diterima tubuh dapat menyebabkan turunnya kadar hormon serotonin. Ketika kadar serotonin turun, keinginan seseorang akan karbohidrat dapat meningkat.

Konsumsi karbohidrat akan meningkatkan kadar serotonin secara mendadak dan cepat. Namun peningkatan serotonin ini hanya berlangsung sebentar, sehingga Anda pun terpicu untuk mengonsumsi karbohidrat lebih banyak lagi.

Mood Ceria Saat Cuaca Cerah? Belum Tentu

Apakah cuaca cerah sudah pasti lebih baik bagi mood seseorang? Belum tentu. Bahkan sebuah studi yang dilakukan tahun 2008 mendapatkan data bahwa ketika cuaca cerah dan suhu menghangat agresivitas justru meningkat.

Pada studi yang diterbitkan tahun 2012 juga ditemukan fakta mengejutkan bahwa, dari tahun 1979 hingga 2009 kasus bunuh diri meningkat ketika musim panas dan menurun saat musim dingin. Pola bunuh diri tersebut kebanyakan terjadi pada pria dan orang berusia lanjut. Hal ini menunjukkan cuaca cerah tidak selalu membuat mood seseorang menjadi ceria.

Tipe Kepribadian Berdasarkan Cuaca

Menurut sebuah studi yang dilakukan tahun 2011, peneliti mengelompokkan manusia menjadi empat golongan berdasarkan respons dirinya terhadap cuaca. Empat golongan tersebut adalah:

  • Summer lovers: Mood akan menjadi lebih baik saat cuaca lebih cerah dan suhu menghangat.
  • Tidak terpengaruh: Seseorang yang mood dirinya tidak terpengaruh dengan perubahan cuaca.
  • Rain haters: Mood akan rusak ketika cuaca hujan.
  • Summer haters: Mood seseorang akan memburuk ketika cuaca cerah dan suhu menghangat.

Pada studi tersebut juga ditemukan bahwa efek persamaan antargenerasi juga ditemukan untuk dua golongan diatas. Hal ini menunjukkan bahwa respons terhadap cuaca di antara dua atau lebih anggota keluarga bisa saja sama.

Ada satu lagi pemicu bad mood pada seseorang selain cuaca, yaitu kurangnya kadar Vitamin C yang dibutuhkan oleh tubuh. Ya, betul! Orang yang kekurangan Vitamin C seringkali merasa lelah dan depresi. Mood akan membaik ketika tubuh telah mendapatkan Vitamin C yang dibutuhkan. Pilihlah suplemen Vitamin C untuk jaga daya tahan tubuh dan mood Anda selama musim hujan.