Diet & Nutrisi
Ini Bahaya Makanan Instan Yang Sering Anda Santap
Punya pola makan yang buruk? Hati-hati dengan mengonsumsi makanan instan sehari-hari, sebab bisa berdampak buruk terhadap kesehatan. Kenali bahaya makanan instan pada tubuh untuk menghindarinya.
Untuk bantu memperkecil efek negatif makanan instan pada tubuh, sebaiknya kita memperkuat daya tahan tubuh dengan memenuhi kebutuhan Vitamin C tubuh.
Pilihlah suplemen Vitamin C yang berjenis Ester C, seperti Holisticare Ester C. Sebab Holisticare Ester C memiliki tingkat keasaman mendekati netral, sehingga lebih tidak perih di lambung. Kandungan Holisticare Ester C juga lebih mudah diserap oleh tubuh kita.
Kenapa makanan instan bisa berbahaya bagi tubuh? Menurut Asep Saeful Rohmat, SpPD, dokter spesialis penyakit dalam di RS Pusat Pertamina, Jakarta, terlalu banyak makanan instan bisa memicu diabetes.
Namun bukan hanya itu, ”kurang mengonsumsi makanan berserat, serta olahraga yang tidak teratur, juga dapat memicu diabetes,” jelas Asep Saeful Rohmat lebih lanjut.
Bahaya Makanan Instan: Diabetes
Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolisme yang ditandai oleh meningkatkan kadar gula darah akibat adanya kelainan hormon insulin. Penyakit ini merupakan pembunuh manusia nomor 3 setelah jantung dan kanker. Meski sulit disembuhkan, namun penyakit ini dapat dikontrol.
Diabetes memiliki dua tipe yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Penyebab pasti diabetes tipe 1 masih belum diketahui sampai saat ini. Diabetes tipe ini terjadi saat sistem kekebalan tubuh seseorang malah menyerang dan menghancurkan sel-sel penghasil insulin di pankreas. Hal tersebut menyebabkan tubuh kekurangan insulin, sehingga gula tidak tersalurkan ke dalam sel-sel tubuh dan menumpuk dalam aliran darah.
Sedangkan penyebab diabetes tipe 2 adalah faktor keturunan dan lingkungan. Diabetes tipe ini mulai muncul ketika sel-sel tubuh menjadi resisten terhadap insulin, dan organ pankreas tidak mampu lagi untuk memproduksi insulin lebih banyak. Kondisi tersebut menyebabkan gula tidak tersalurkan ke sel-sel tubuh yang membutuhkan, sehingga menumpuk di dalam aliran darah.
Beberapa gejala diabetes yang umumnya dirasakan oleh penderitanya adalah:
- Meningkatnya rasa haus
- Lebih sering buang air kecil
- Kehilangan berat badan tanpa sebab
- Urine mengandung zat ketone
- Kelelahan
- Pengelihatan kurang tajam
- Luka butuh waktu lebih lama untuk sembuh
- Sering menderita infeksi, seperti infeksi kulit, gusi, atau vaginal
- Mudah tersinggung
Untuk menjaga kesehatan penderita diabetes, dokter Asep Saeful Rohmat, SpPD, memiliki tips tersendiri. Menurutnya, disiplin, kemauan, serta upaya mengontrol diabetes bukanlah perkara sulit.
”Perencanaan makan, olahraga secara teratur, serta minum obat hipoglikemik (obat oral atau insulin), adalah tiga langkah yang harus dijalani seumur hidup oleh penderita diabetes jika ingin tetap sehat,” ungkap Asep dengan yakin.








