Holisticare Logo
Ini Akibat Lari Jauh Bagi Kekebalan Tubuh
Back to Article

Daya Tahan Tubuh

Ini Akibat Lari Jauh Bagi Daya Tahan Tubuh

Bagi pelari, ada masa rawan sakit yang dapat timbul akibat lari jarak jauh. Apa yang terjadi pada tubuhnya, hingga rawan sakit? Apa maksudnya masa rawan sakit? Maksudnya adalah masa dimana tubuh pelari lebih rentan terkena penyakit.

Jika seseorang baru saja menyelesaikan lari jarak jauh, atau olahraga berat yang intens selama lebih dari 90 menit, tentu kita akan menganggap orang tersebut sangat sehat. Tidak ada bakteri penyakit yang bisa menginfeksi tubuhnya, sebab daya tahan tubuhnya juga pasti sangat kuat. Tapi ternyata anggapan kita salah.

Akibat Lari Jauh Pada Daya Tahan Tubuh

Pada tahun 1987, sebanyak 12,2 persen pelari yang ikut lomba Los Angeles Marathon dilaporkan jatuh sakit seminggu setelah mengikuti lomba marathon. Apa yang menyebabkan hal itu terjadi? Lari jarak jauh.

Olahraga yang dilakukan secara berlebihan dapat membuat tubuh seseorang rentan terhadap penyakit.

Dr. David C. Nieman, profesor dari Appalachian State University, menemukan sebuah teori yang bernama open window theory. Teori ini menyatakan, daya tahan tubuh akan melemah antara 3 hingga 72 jam setelah seseorang berolahraga berlebihan atau berolahraga dalam durasi lama.

Olahraga berlebihan mampu melemahkan lebih dari satu komponen sistem daya tahan tubuh. Beberapa diantaranya adalah, perubahan jumlah dan fungsi sel-sel daya tahan tubuh seperti sel darah putih, dan sel-sel antibodi.

Sebab ketika melakukan olahraga, tubuh menghasilkan hormon kortisol (stres). Hormon ini akan menekan fungsi sistem daya tahan tubuh. “Semakin intens lari yang dilakukan seseorang, maka semakin banyak jumlah hormon kortisol yang diproduksi tubuhnya,” jelas Amesh A. Adalja, M.D., seorang ahli penyakit menular.

Hormon kortisol yang diproduksi sampai dengan 3 hari pasca berlari jarak jauh, atau olahraga berlebihan, bisa mencapai jumlah yang dapat mengganggu sistem daya tahan tubuh, ungkap Amesh lebih lanjut. Padahal, jika daya tahan tubuh terganggu atau melemah, maka seseorang dapat dengan mudah jatuh sakit.

Cara Hindari Jatuh Sakit Usai Berolahraga

Lalu berapa lama sebaiknya kita melakukan olahraga agar tidak jatuh sakit? Berolahraga dengan intensitas sedang selama 30 hingga 45 menit adalah pilihan terbaik, jika ingin menstimulasi daya tahan tubuh secara positif.

Beberapa cara lain untuk menghindari jatuh sakit usai berolahraga atau berlari adalah:

  • Hindari kondisi mental yang stres
  • Konsumsilah makanan dengan kandungan nutrisi seimbang
  • Hindari overtraining dan kelelahan kronis
  • Cukupilah waktu tidur secara rutin
  • Hindari kehilangan berat badan secara cepat

Vitamin Untuk Pelari dan Olahragawan

Konsumsi Vitamin C secara rutin ternyata mampu memberikan efek positif bagi pelari atau olahragawan. Ternyata di dalam tubuh, Vitamin C akan membantu proses perbaikan dan pertumbuhan jaringan tubuh. Kondisi ini membuat proses pemulihan pasca lari jauh atau olahraga berlebihan semakin optimal.

Vitamin C juga mampu membantu jaga daya tahan tubuh usai berolahraga. Selain itu, orang dengan asupan Vitamin C yang cukup dapat membakar lemak 30 persen lebih efektif saat berolahraga dibanding orang yang kekurangan Vitamin C. Pilihlah Vitamin C Ester C, seperti Holisticare Ester C. Sebab Holisticare Ester C lebih tidak perih di lambung dan kandungannya lebih cepat diserap oleh tubuh.


Related Article


Website ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari lebih lanjut.
Testing
Holisticare - Facebook Holisticare - Instagram Holisticare - Twitter Holisticare - Youtube