Gaya Hidup Sehat
Hobi Lari? Aturlah Jarak Lari Agar Tidak Cedera
“When your legs can’t run anymore, run with your heart.” Kalimat tersebut bisa membangkitkan semangat Sahabat Holisticare yang hobi berlari, untuk coba terus berlari ketika sudah merasa kelelahan. Padahal ada aturan yang harus diikuti saat ingin meningkatkan jarak lari.
Atur Jarak Lari Anda
Jika Sahabat Holisticare ingin meningkatkan jarak berlari ada aturan yang sebaiknya diikuti, agar terhindar dari cedera. Aturan yang biasa dinamakan ‘Aturan 10 Persen’ ini menyatakan bahwa pelari hanya boleh meningkatkan jarak lari mingguan maksimal sebanyak 10 persen dari jarak yang biasa ditempuh.
Selain aturan 10 persen itu, Sahabat Holisticare sebaiknya tahu apa yang terjadi pada tubuh ketika berlari? Inilah yang terjadi di dalam tubuhmu:
- Beberapa detik pertama: Otot-otot tubuh mulai menggunakan molekul energi yang diproduksi tubuh dari makanan.
- 90 detik pertama: Untuk melepaskan lebih banyak molekul energi, sel-sel tubuh akan memproses glikogen dari otot-otot atau mengambil glukosa darah.
- Beberapa menit pertama: Jantung akan berdetak lebih kencang dan mengalirkan darah langsung ke otot-otot. Sel-sel tubuh memerlukan oksigen untuk memproses glukosa menjadi energi.
- Setelah 10 menit: Tubuh akan mengatur kebutuhan oksigen secara efisien untuk membakar lemak serta glukosa. Anda akan merasa kuat.
- Setelah 30 menit: Ketika Anda mulai memperlambat lari dan berjalan, kebutuhan energi menurun dan nafas pun kembali normal. Otak akan terpicu untuk memproduksi hormon dopamin, yang berfungsi meningkatkan mood.
Berlari Bisa Lemahkan Daya Tahan Tubuh?
Berolahraga tingkat sedang selama 30 sampai 45 menit memang mampu menstimulasi sistem daya tahan tubuh. Namun berolahraga lebih lama dari itu justru dapat melemahkan daya tahan tubuh seseorang. Tubuh memproduksi hormon stres (kortisol) saat berolahraga. Hormon ini dapat menekan fungsi kekebalan tubuh.
“Semakin intens lari yang dilakukan seseorang, maka semakin banyak jumlah hormon kortisol yang diproduksi tubuhnya,” jelas Amesh A. Adalja, M.D., seorang ahli penyakit menular. Hormon kortisol yang diproduksi setelah berlari bisa mencapai jumlah yang dapat mengganggu sistem daya tahan tubuh selama tiga hari, ungkap Amesh lebih lanjut.
Padahal, jika daya tahan tubuh terganggu atau melemah, maka seseorang dapat dengan mudah jatuh sakit. Apalagi jika aktivitas berlari dilakukan pada akhir pekan. Otomatis, kondisi ini membuat produktivitas seseorang akan menurun karena tidak fit di hari Senin.
Vitamin C Bantu Jaga Daya Tahan Tubuh
Bagi yang hobi berlari, jangan lupa untuk lengkapi asupan makanan dan minuman dengan suplemen Vitamin C seperti Holisticare Ester C. Apa pentingnya? Ternyata di dalam tubuh, Vitamin C akan membantu proses perbaikan dan pertumbuhan jaringan tubuh, serta membantu menjaga daya tahan tubuh usai berlari jarak jauh.
Kenapa harus Holisticare Ester C? Karena Holisticare Ester C memiliki tingkat keasaman netral sehingga lebih tidak perih di lambung dan merupakan suplemen vitamin C pertama yang bersertifikat halal. Holisticare Ester C “Vitamin C yang Care”.
- Update terakhir: 25 Juni 2019
- Update selanjutnya: 22 Juni 2020








