genose

GeNose adalah alat pendeteksi Covid-19 yang diciptakan oleh para ahli dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Alat ini diklaim lebih mudah, lebih cepat, dan biayanya lebih murah dalam mendeteksi Covid-19. Seperti apa cara kerjanya? Bagaimana akurasi alat ini? Simak di artikel ini.

Artikel ini dipersembahkan oleh Holisticare Ester C, suplemen Vitamin C jenis Ester C. Untuk penuhi kebutuhan Vitamin C harian tubuh, konsumsilah Holisticare Ester C. Sebab Holisticare Ester C adalah Vitamin C yang lebih tidak perih di lambung, dan 24 hours bioavailability. Holisticare Ester C juga tersedia untuk anak dan dalam bentuk effervescent yang menyegarkan.

Cara Kerja GeNose C-19

Mulai awal Februari 2021, GeNose C19 ini resmi akan digunakan di stasiun kereta api sebagai alat deteksi Covid-19. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Cara kerja alat ini adalah dengan mendeteksi pola dari senyawa organik pada hembusan nafas seseorang. Senyawa organik ini juga dikenal dengan nama volatile organic compounds (VOC).

“Aktivitas bakteri atau virus di dalam jaringan tubuh manusia akan menghasilkan VOC khas. Pola VOC orang sehat akan berbeda dengan orang yang terinfeksi Covid-19,” ujar Dian Kesumapramudya Nurputra, anggota tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada, seperti yang dikutip dari kompas.com.

Cara menggunakannya adalah, seseorang akan diminta untuk menghembuskan nafasnya ke dalam tabung khusus. Kemudian sensor-sensor di dalam tabung khusus tersebut akan mendeteksi VOC, dengan sistem kecerdasan buatan yang dimiliki GeNose. Mesin GeNose ini diklaim dapat memberikan hasil tes dalam waktu kurang dari 2 menit saja.

Menurut pihak Universitas Gadjah Mada, alat ini sudah melalui proses pengujian dimana tingkat akurasinya diklaim mencapai 97%. Bila dibandingkan dengan jenis tes Covid-19 lainnya, biaya yang dikeluarkan untuk tes dengan GeNose ini terbilang murah, yaitu 15 sampai 25 ribu rupiah saja. 

Kelemahan GeNose C-19

Sebagai cara pengujian Covid-19 baru, GeNose C19 ini juga memiliki kelemahan. Kelemahannya adalah, GeNose dapat bekerja tidak optimal saat memeriksa orang yang baru merokok atau mengkonsumsi makanan menyengat.

Oleh karena itu, satu jam sebelum pengetesan dengan GeNose pasien akan dilarang mengkonsumsi alkohol. Kemudian pasien diizinkan untuk makan satu jam sebelum pengetesan, tapi dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi makanan dengan aroma sensitif (jengkol, durian, atau petai). Lalu pasien juga dilarang untuk merokok minimal satu jam sebelum pengetesan GeNose.

Tapi menurut beberapa pihak, sebaiknya kita tetap memilih tes Covid-19 yang lebih akurat dari GeNose. “Tes antigen dan swab PCR masih menjadi alat deteksi Covid-19 yang paling akurat di dunia,” ujar Pandu Riono, epidemiolog asal Universitas Indonesia, seperti yang dilansir oleh situs berita cnnindonesia.com

Tetap Jaga Daya Tahan Tubuh Di Masa Pandemi

GeNose merupakan kabar baik bagi kita, sebab alat ini membuat semakin banyak masyarakat bisa menjalani pemeriksaan Covid-19. Meskipun banyak pihak yang menganggap GeNose kurang akurat.

Di masa pandemi ini menjaga daya tahan tubuh menjadi hal yang penting untuk menghindari infeksi virus dan bakteri. Caranya dengan mencukupi waktu tidur, menjalani pola makan sehat, dan memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh setiap hari

Salah satu nutrisi yang harus dipenuhi kebutuhannya adalah vitamin C. Hal ini sejalan dengan rekomendasi Kementerian Kesehatan RI. Konsumsilah vitamin c non acidic (tidak asam) untuk bantu penuhi kebutuhan vitamin C tubuh, dan lebih tidak perih di lambung, seperti Holisticare Ester C.