gejala pneumonia

Sebagai salah satu komplikasi Covid-19, pneumonia adalah penyakit yang banyak orang belum mengetahuinya. Apa saja yang termasuk gejala pneumonia? Bagaimana cara kita mencegah munculnya pneumonia? Simak di artikel ini.

Artikel ini dipersembahkan oleh Holisticare Ester C, suplemen Vitamin C jenis Ester C. Untuk penuhi kebutuhan Vitamin C harian tubuh, konsumsilah Holisticare Ester C. Sebab Holisticare Ester C adalah Vitamin C yang lebih tidak perih di lambung (pH netral), dan 24 hours bioavailability (tersedianya kadar vitamin C dalam tubuh selama 24 jam).

Ini Penyebab Dan Gejala Pneumonia

Pneumonia adalah infeksi yang terjadi pada kantung udara di paru-paru. Setelah terinfeksi, kantung udara dapat terisi dengan cairan atau nanah. Jika kantung udara dalam paru-paru sudah terisi cairan atau nanah, maka penderita pneumonia akan kesulitan untuk bernafas, serta mencukupi asupan oksigen di dalam aliran darahnya.

Umumnya penyebab pneumonia dapat dibagi menjadi 4 hal yaitu:

  • Bakteri: Jenis bakteri yang paling sering menyebabkan pneumonia adalah Streptococcus pneumoniae. Pneumonia akibat bakteri ini dapat terjadi dengan sendirinya, atau setelah Anda terserang pilek dan flu.
  • Organisme mirip bakteri. Biasanya adalah Mycoplasma pneumoniae. Pneumonia jenis ini biasanya menghasilkan gejala yang lebih ringan daripada jenis pneumonia lainnya.
  • Jamur. Orang yang menderita pneumonia akibat jamur biasanya memiliki gangguan sistem imun tubuh atau mengalami gangguan kesehatan kronis. Jamur penyebab pneumonia dapat ditemukan di tanah atau kotoran burung.
  • Virus. Beberapa virus flu dapat menyebabkan pneumonia. Penyebab paling umum dari pneumonia pada anak di bawah 5 tahun adalah virus. Covid-19 juga dapat menyebabkan komplikasi pneumonia, yang bisa menjadi parah.  

Dua kelompok yang memiliki resiko paling tinggi terkena pneumonia adalah anak dibawah usia 2 tahun dan orang tua diatas 65 tahun. Jika Anda mencurigai diri sendiri atau orang lain terkena pneumonia maka pelajarilah beberapa gejalanya sebagai berikut:

  1. Nyeri pada dada ketika bernafas atau batuk
  2. Linglung atau perubahan kesadaran mental, biasanya pada penderita pneumonia berusia diatas 65 tahun
  3. Batuk berdahak
  4. Kelelahan
  5. Demam, berkeringat dan menggigil
  6. Suhu tubuh dibawah normal
  7. Mual, muntah, atau diare
  8. Nafas pendek

Mencegah Munculnya Gejala Pneumonia?

Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menurunkan resiko terkena pneumonia yaitu:

1. Dapatkan vaksin pneumonia

Vaksin pneumonia yang tersedia dapat bantu mencegah munculnya beberapa jenis pneumonia dan flu. 

2. Berhenti merokok

Merokok dapat membuat paru-paru Anda iritasi dan mengganggu sistem perlindungan paru-paru dari infeksi. Saat kita berhenti merokok, paru-paru secara otomatis akan sembuh dengan sendirinya secara perlahan.

3. Menjaga kebersihan dan menghindari infeksi

Beberapa caranya adalah rutin mencuci tangan, hindari paparan zat beracun, jauhi orang yang tidak sehat, dan tidak menggunakan obat terlarang.

4. Menjaga daya tahan tubuh

Caranya adalah dengan cukup beristirahat, berolahraga secara rutin, dan menjalani pola makan yang seimbang. Sebab pola makan seimbang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Menurut penelitian, vitamin C dapat bantu mencegah terjadinya pneumonia.

Untuk bantu melengkapi kebutuhan vitamin C tubuh, kita juga dapat mengkonsumsi suplemen Vitamin C setiap hari.

Pilihlah suplemen vitamin C yang lebih tidak perih di lambung, seperti Holisticare Ester C. Sesuai dengan rekomendasi Kementerian Kesehatan RI untuk mengkonsumsi vitamin C untuk bantu daya tahan tubuh.