Gaya Hidup Sehat
Efek Merokok Dapat Mengurangi Antioksidan Di Dalam Tubuh
Antioksidan bermanfaat untuk melawan radikal bebas. Ternyata efek merokok dapat membuat antioksidan berkurang. Simak penjelasan dokter Witri Ardini, M.Gizi, SpGK, disini.
Artikel ini dipersembahkan oleh Holisticare Ester C. Untuk bantu menjaga daya tahan tubuh agar selalu kuat menghadapi infeksi virus dan bakteri, konsumsilah suplemen Vitamin C setiap hari. Pilihlah suplemen Vitamin C jenis Ester C, seperti Holisticare Ester C. Sebab Holisticare Ester C lebih tidak perih di lambung dan mampu bertahan 24 jam di dalam tubuh.
Kandungan Berbahaya Rokok
Telah diyakini bersama bahwa rokok berdampak buruk bagi kesehatan tubuh kita, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Data terbaru dari WHO menyebutkan bahwa rokok “membunuh”lebih dari 7 juta orang tiap tahunnya, baik perokok aktif maupun perokok pasif.
Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa efek merokok bisa meningkatkan risiko penyakit berbiaya tinggi seperti penyakit jantung koroner (PJK), stroke, penyakit paru kronis, dan berbagai kanker. Penelitian di Inggris dan Jepang mendapatkan fakta bahwa kebiasaan merokok mengurangi usia harapan hidup 8-10 tahun.
Asap rokok mengandung lebih dari 4000 jenis zat kimia – beberapa sumber bahkan menyebutkan lebih dari 7000 jenis – yang terdistribusi dalam bentuk partikel gas maupun padat. Setidaknya 250 jenis diantaranya sudah ditetapkan sebagai zat berbahaya, dan sekitar 50 jenis sebagai pemicu kanker.
Penuh Muatan Radikal Bebas
Zat kimia dalam asap rokok sebagian berupa radikal bebas dan senyawa lain yang dapat merangsang produksi radikal bebas dalam tubuh ketika asap rokok memasuki paru-paru dan aliran darah. Tidak tanggung-tanggung, satu kali hisapan rokok dapat mengandung 1015 radikal bebas!
Sahabat Holisticare tentu telah sering mendengar tentang radikal bebas dan antioksidan, bukan? Sebenarnya apa sih, yang dimaksud dengan kedua istilah itu, dan bagaimana pengaruhnya terhadap tubuh kita?
Radikal bebas adalah atom atau molekul yang mengandung 1 atau lebih elektron yang tidak berpasangan. Karena sifatnya yang tidak stabil ini, radikal bebas akan berusaha “mencuri” 1 elektron dari molekul yang ada di dekatnya.
Akibatnya molekul yang dicuri elektronnya, menjadi tidak stabil, dan dimulailah reaksi berantai yang nantinya akan berujung dengan kerusakan dan kematian sel. Sumber radikal bebas bisa berasal dari dalam maupun luar tubuh. Berbagai reaksi fisiologis dalam tubuh dapat menghasilkan radikal bebas.
Proses produksi energi di mitokondria – komponen sel yang berfungsi untuk menghasilkan energi – akan menghasilkan superoksida, suatu radikal bebas yang bermuatan negatif. Begitu pula proses enzimatik penting lainnya dalam tubuh maupun respons sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi, dapat menghasilkan radikal bebas. Sedangkan radikal bebas yang dari luar tubuh bisa berasal dari udara yang terkontaminasi asap rokok dan asap kendaraan bermotor, yang ikut terhirup ke dalam paru-paru ketika kita bernapas.
Efek Merokok Terhadap Antioksidan
Antioksidan adalah zat atau molekul yang menyumbangkan 1 elektronnya untuk menetralkan radikal bebas. Antioksidan juga dapat berasal dari dalam dan luar tubuh kita. Enzim katalase dan glutation peroksidase merupakan contoh enzim yang diproduksi dalam tubuh kita yang bersifat antioksidan. Sedangkan vitamin C dan vitamin E merupakan vitamin yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan, yang didapatkan dari makanan.
Salah satu mekanisme kerusakan yang ditimbulkan oleh asap rokok dalam tubuh manusia adalah melalui suatu proses yang dikenal dengan nama stres oksidatif, akibat radikal bebas. Dalam keadaan fisiologis, proses metabolisme normal dalam tubuh manusia akan menghasilkan sejumlah radikal bebas yang dapat dinetralisir oleh antioksidan, baik antioksidan dari dalam maupun luar tubuh. Jika mekanisme antioksidan tubuh tidak dapat berperan optimal, kelebihan radikal bebas akan merusak berbagai biomolekul dalam tubuh, termasuk DNA.
Proses stres oksidatif menggambarkan adanya ketidakseimbangan antara dampak sistemik radikal bebas dan kemampuan tubuh untuk menetralkan radikal bebas ini sehingga terjadi kerusakan sel dan jaringan tubuh. Jadi, stres oksidatif terjadi bila jumlah radikal bebas jauh melebihi ketersediaan antioksidan dalam tubuh, baik akibat tambahan jumlah radikal bebas maupun berkurangnya kadar antioksidan dalam tubuh.
Cara Mengurangi Efek Merokok
Penelitian menunjukkan bahwa pada perokok, proses stres oksidatif terjadi lebih banyak. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan kadar penanda/marker stres oksidatif pada perokok. Sementara itu, kadar antioksidan dalam tubuh perokok lebih rendah dibandingkan dengan non-perokok. Kedua hal ini terjadi akibat:
- Radikal bebas yang berasal dari asap rokok menyebabkan tambahan proses stres oksidatif dalam tubuh
- Kadar antioksidan dalam tubuh berkurang karena digunakan untuk “menetralkan” radikal bebas yang berasal dari asap rokok
Demikian Sahabat Holisticare, jelaslah bahwa kebiasaan merokok akan mengurangi kadar antioksidan dalam tubuh. Hal ini akan berdampak buruk untuk kesehatan tubuh kita. Karena itu para ahli menyarankan asupan antioksidan yang lebih tinggi bagi para perokok, dengan cara meningkatkan asupan buah dan sayur, dan suplementasi vitamin C bila diperlukan. Walaupun, tentu saja, cara terbaik mengatasi ini adalah dengan BERHENTI MEROKOK. Yuk, kita ciptakan lingkungan yang bebas asap rokok!
[/vc_column_text][vc_separator][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_empty_space][vc_column_text]
Ditulis oleh:dr. Witri Ardini, M.Gizi, SpGK[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][/vc_column][/vc_row]








