Penyakit
Waspada Corona Delta: Menularkan Hanya Dengan Berpapasan
Varian virus corona delta diduga menjadi dalang dari gelombang kedua COVID-19 di Indonesia. Namun masih banyak orang yang meremehkan dampak dari varian Delta, padahal varian ini memiliki dampak yang cukup mengerikan.
Indonesia kembali dihadapkan dengan keadaan genting. Di bulan Juni 2021, kita kembali diterpa oleh ledakan kasus COVID-19. Varian COVID-19 Delta diduga menjadi dalang dari gelombang kedua yang tidak hanya terjadi di Indonesia namun juga di berbagai negara, seperti Rusia, India, Australia dan Singapura.
Artikel ini dipersembahkan oleh Holisticare Ester C, suplemen Vitamin C jenis Ester C. Untuk penuhi kebutuhan Vitamin C tubuh secara cepat, konsumsilah Holisticare Ester C 1000. Sebab Holisticare EsterC adalah Vitamin C yang lebih tidak perih di lambung, dan 24 hours bioavailability (ketersediaan Vitamin C di dalam tubuh selama 24 jam). Holisticare EsterC juga tersedia untuk anak dan dalam bentuk effervescent yang menyegarkan.
Kasus harian dan kasus aktif kali ini lebih tinggi dibandingkan gelombang pertama. Pada minggu terakhir bulan Juni, rata-rata kasus harian di Indonesia bahkan mencapai lebih dari 20,000 kasus setiap hari. Namun tidak sedikit orang yang masih meremehkan dampak dari varian ini, padahal varian Delta memiliki dampak yang cukup mengerikan.
Corona Delta Menular Hanya Dengan Berpapasan
Ahli virologi dari Griffith University Australia mengatakan bahwa varian Delta bersifat sangat menular. Menurut pengamatan mereka pada ledakan kasus di Sydney, penularan varian ini begitu cepat dan mudah.
Seseorang bisa terinfeksi COVID-19 varian Delta hanya dengan berpapasan dengan orang yang terinfeksi saat sedang tidak memakai masker. Jauh berbeda dari varian-varian sebelumnya yang membutuhkan kurang lebih 15 menit untuk menularkan, varian Delta hanya membutuhkan 5-10 detik saja.
Penemuan ini dapat menjelaskan lonjakan kasus yang terjadi Indonesia. Penularan sangat mungkin terjadi di momen-momen tanpa masker yang kita anggap sepele. Saat kita sejenak melepas masker saat duduk di kafe, makan bersama keluarga atau foto bersama teman.
Corona Delta Rentan Menularkan Anak-anak
Menurut info dari Dinas Kesehatan DKI pada Rabu 30 Juli, COVID-19 varian Delta mendominasi Jakarta dengan jumlah hingga 87% dari total temuan kasus. Sebanyak 12% di antaranya adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun. Adapun gejala penularan COVID-19 varian Delta pada anak-anak adalah kelelahan, sakit kepala, demam tinggi, dan pilek disertai sakit tenggorokan.
Anak-anak indonesia belum mempunyai “senjata” khusus untuk melawan varian terbaru COVID-19 ini. Melihat akses vaksin untuk anak di bawah 18 tahun masih terbatas. Sebabnya, meningkatkan imun anak harus menjadi prioritas. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan asupan makanan yang bergizi dan mengkonsumsi suplemen. Selain menjaga kesehatan fisik, lakukanlah kegiatan yang menyenangkan di rumah agar psikis anak tidak drop selama gelombang kedua ini.
Manfaatkan PPKM Darurat untuk Memperkuat Imun
Saat ini pemerintah kembali menarik rem darurat dengan mengadakan PPKM darurat. Ini adalah langkah yang sangat baik dan patut diapresiasi. Mari kita dukung kebijakan ini dengan beraktivitas di rumah saja kecuali ada urusan yang genting dan tetap mematuhi protokol kesehatan.
Manfaatkan juga momen ini untuk memperkuat imun dengan menjalankan gaya hidup sehat. Selain mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang, anda juga bisa mengkonsumsi Holisticare Ester C yang lebih tidak perih di lambung.








