Ibu & Anak
Ini Bahaya Touchscreen bagi Perkembangan Anak
Kemudahan juga kepraktisan ditawarkan oleh teknologi touchscreen (layar sentuh) bagi orang saat ini. Bukan hanya orang dewasa, anak-anak pun ikut merasakan kemudahannya. Namun ada bahaya touchscreen yang mengancam perkembangan anak. Apa itu?
Ternyata kemudahan pengoperasian touchscreen malah bisa menjadi jembatan masalah kesehatan bagi anak. Untuk bantu jaga kesehatan, penuhi kebutuhan nutrisi anak, terutama Vitamin C. Konsumsilah suplemen Vitamin C anak yang berjenis Ester C. Seperti Holisticare Ester C Kids.
Sebab Holisticare Ester C Kids memiliki tingkat keasaman mendekati netral, sehingga lebih tidak perih di lambung. Kandungan Holisticare Ester C juga lebih mudah diserap oleh tubuh kita.
Bahaya Touchscreen Bagi Anak
Seorang terapis dari Learning and Therapy Corner di Amerika Serikat, Lindsay Marzoli, mengatakan teknologi touchscreen bisa berpengaruh pada tangan anak. Touchscreen dapat membuat otot jari tangan anak menjadi lemah. Saking lemahnya, jari-jari itu jadi tidak cukup kuat bahkan untuk sekedar dipakai menulis.
“Apa yang kami lihat adalah banyak anak datang dengan keterlambatan perkembangan motorik. Beberapa juga mengalami penurunan kekuatan otot di area tersebut,” jelas Lindsay lebih lanjut.
Sebuah penelitian di Abertawe Bro Morgannwg University menunjukkan, teknologi bisa menjadi bom waktu bagi kesehatan anak. Berlebihan menggunakan telepon pintar alias smartphone ataupun komputer tablet bisa memicu nyeri punggung dan leher, bahkan pada usia anak-anak.
Hal ini dikhawatirkan pula bahwa anak menjadi kurang bergerak sehingga bisa berpengaruh terhadap pola makan mereka.
Bahayanya Terlalu Banyak Screen Time
Selain teknologi touchscreen, terlalu banyak menatap layar (screen time) juga bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan anak. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Victoria L. Dunckley M.D., terlalu banyak waktu untuk menatap layar, bisa menimbulkan kerusakan halus pada anak.
Banyak anak-anak yang akhirnya menderita kurang tidur, hiperaktif, dan sensory overload. Anak yang menderita tiga gejala ini akan bertindak impulsif, mood gampang berubah, dan kesulitan untuk memusatkan perhatian di sekolah atau di rumah.
Lalu apa saja yang bisa memberikan screen time berlebihan bagi anak? Apapun, mulai dari televisi, smarphone, tablet, sampai laptop, bisa membahayakan anak jika berlebihan menontonnya. Berikut beberapa efek buruk dari screentime berlebihan pada anak.
1. Obesitas
Menonton televisi, bermain video games, menonton video online, bisa menyebabkan gaya hidup tidak aktif pada anak. Hal ini bisa menjadi faktor resiko terjadinya obesitas.
2. Gangguan tidur
Saat ini, banyak orang tua yang memanfaatkan smartphone atau tablet untuk menonton video online. Aktivitas menonton video online ini bahkan dijadikan sebagai aktivitas pengantar tidur anak.
Padahal aktivitas tersebut bisa memberikan efek sebaliknya. Ternyata cahaya yang dihasilkan dari layar bisa mengganggu siklus tidur dalam otak anak dan memicu insomnia.
3. Gangguan perilaku
Anak-anak usia sekolah dasar yang memiliki screen time lebih dari 2 jam per hari, lebih rentan untuk menderita gangguan emosional, sosial, dan kesulitan untuk memusatkan perhatian.
4. Masalah akademis
Anak-anak yang memiliki televisi di kamar tidurnya, umumnya memiliki nilai akademik yang lebih buruk.
5. Kekerasan
Terpapar dari acara-acara di televisi, video online, musik atau video game bisa membuat anak terbiasa dengan kekerasan. Hal ini memperbesar resiko anak untuk menggunakan kekerasan untuk memecahkan masalah, dan meniru adegan kekerasan yang mereka lihat.





