Holisticare Logo
Resiko Diabetes Pada Anak
Back to Article

Ibu & Anak

Adakah Resiko Diabetes pada Anak?

Diabetes merupakan kelainan metabolik yang bisa disebabkan dari berbagai faktor. Hal ini mengarah pada gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Adakah resiko diabetes pada anak? 

Resiko Diabetes Pada Anak

Dilansir dari Tribunnews, Indonesia berisiko jadi juara penyakit diabetes terparah dunia tahun 2030. Namun siapa sangka bahwa penyakit ini juga bisa menyerang anak-anak?

“Kita tahu obesitas dapat berkontribusi terhadap perkembangan diabetes tipe 2,” ujar Dr Michael Lauer, direktur National Heart, Lung and Blood Institute Division of Cardiovascular Sciences of the National Institute of Health, seperti dikutip dari Timesofindia.

Dr Lauer juga menuturkan hasil studi ini menambah bukti bagi tubuh bahwa aktivitas fisik bisa meningkatkan kesehatan anak-anak, dan waktu latihan yang lebih lama akan memberi manfaat yang lebih besar terhadap pencegahan diabetes tipe 2.

Untuk itu dianjurkan agar anak rutin berolahraga 20 menit setiap hari untuk pencegahan. Di lain hal, perlu disadari bahwa dengan olahraga rutin menjadi investasi bagi kesehatan di masa mendatang.

Gejala Diabetes Pada Anak

Diabetes tipe 1 merupakan jenis yang paling sering diderita oleh anak-anak. Pada anak, diabetes tipe 1 biasanya muncul karena pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin. Beberapa gejala diabetes tipe 1 pada anak adalah:

  • Meningkatnya frekuensi anak buang air kecil dan merasa haus
  • Lapar
  • Menurunnya berat badan
  • Kelelahan
  • Mudah marah
  • Nafas anak beraroma buah
  • Pandangan kabur
  • Infeksi jamur, pada anak wanita

Sedangkan diabetes tipe 2 memang lebih jarang diderita oleh anak-anak, namun resikonya tetap ada. Resiko tersebut akan semakin besar seiring dengan bertambahnya usia seseorang. Beberapa gejala diabetes tipe 2 pada anak adalah:

  • Rasa gatal di sekitar alat kelamin, biasanya disebabkan infeksi jamur.
  • Penyembuhan luka yang lambat
  • Pandangan anak menjadi kabur
  • Menurunnya berat badan tanpa sebab
  • Kelelahan
  • Sering buang air kecil, terutama malam hari
  • Sering merasa haus
  • Merasa kelelahan

Sebaiknya orang tua memeriksakan anaknya ke dokter, jika anak dicurigai menderita diabetes. Menurut survey tahun 2012 di Inggris, hanya 9 persen orangtua yang mampu mengidentifikasi empat gejala utama diabetes tipe 1 pada anak. Tahun 2013, meningkat menjadi hanya 14 persen.

Bantu Dengan Vitamin C

Menurut studi yang dilakukan Deakin University tahun 2018, pemberian Vitamin C dapat membantu penderita diabetes tipe 2 untuk menurunkan kadar gula darah sepanjang hari. Konsumsi Vitamin C juga dapat bantu meminimalisir kadar gula darah meningkat tajam usai makan.

Untuk betul-betul mencegah diabetes muncul, tidak cukup dengan hanya memberikan Vitamin C. Pencegahan diabetes harus dibarengi dengan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat, termasuk pola makan yang seimbang.

Pilihlah suplemen Vitamin C jenis Ester C, seperti Holisticare Ester C Kids. Sebab Holisticare Ester C Kids lebih nyaman di lambung anak, dan lebih cepat diserap oleh tubuh. Holisticare Ester C Kids juga mengandung pemanis alami xylitol, yang membantu menjaga kesehatan gigi anak.


Related Article


Website ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari lebih lanjut.
Testing
Holisticare - Facebook Holisticare - Instagram Holisticare - Twitter Holisticare - Youtube