Holisticare Logo
Back to Article

Ibu & Anak

Waspadai 5 Macam Gangguan Kehamilan Ini!

Sahabat Holisticare, umumnya pada saat hamil, seorang wanita akan mengalami banyak perubahan, mulai dari perubahan fisik, suasana hati, dan pola hidup. Tidak hanya itu, saat hamil pun seorang wanita harus siap dengan segala gangguan kehamilan yang akan terjadi. Namun, sayangnya tidak semua wanita hamil mengetahui apa saja gangguan yang biasa terjadi pada masa kehamilan.

Gangguan-gangguan tersebut pada umumnya wajar terjadi, namun ada beberapa gangguan kehamilan yang harus diberikan penanganan secara tepat dan cepat. Oleh karena itu, penting bagi seorang wanita mengetahui apa saja gangguan tersebut. Yuk ketahui 5 macam gangguan yang sering terjadi pada wanita hamil.

Mual dan Muntah

Umumnya mual dan muntah terjadi pada awal masa kehamilan atau trimester pertama kehamilan. Sebanyak 50-80%  wanita hamil mengalami mual dan 50% wanita hamil mengalami muntah. Bahkan pada beberapa wanita hamil, mual dan muntah yang dialami bisa sangat berat dan mengharuskan wanita tersebut mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Banyak hal yang bisa menjadi penyebab munculnya mual dan muntah selama masa kehamilan. Penyebab tersebut di antaranya wanita hamil memiliki riwayat penyakit asam lambung tinggi, meningkatnya hormon HCG (human chorionic gonadotropin) dan berubahnya metabolisme tubuh.

Agar mual dan muntah tidak terjadi terus menerus, penting untuk wanita hamil tahu bagaimana cara mengatasi mual dan muntah tersebut. Cara mengatasi mual tersebut seperti menerapkan pola makan sedikit demi sedikit namun sering, dan juga mengonsumsi buah-buahan.

Obesitas

Merupakan hal yang wajar seorang wanita hamil mengalami kenaikan berat badan. Hal ini terjadi karena janin yang ada di dalam kandungan terus berkembang dan membesar. Namun, penting untuk kamu ketahui bahwa salah satu gangguan yang terjadi pada wanita hamil ialah obesitas. Obesitas selama masa kehamilan tidak hanya berbahaya bagi wanita hamil, tapi juga berbahaya terhadap janin yang dikandungnya.

Masalah obesitas bisa menjadi ancaman serius jika tidak segera diatasi. Hal ini karena obesitas akan memunculkan beberapa dampak bahaya bagi kandungan, di antaranya wanita hamil mengalami diabetes, bayi mengalami obesitas, keguguran, bayi lahir dengan cacat tulang belakang, dan bayi mengalami gangguan paru-paru.

Untuk itu penting bagi ibu hamil mencegah munculnya gangguan obesitas dengan mengubah gaya hidup dan pola makan menjadi lebih sehat. Karena wanita hamil dengan berat badan yang ideal akan meningkatkan kualitas janin yang dikandungnya.

Gangguan Jantung

Pada masa kehamilan, kebanyakan wanita hamil mengalami gangguan kesehatan seperti jantung sering berdebar, sesak napas mulai dari yang ringan sampai berat dan mudah lelah. Gejala tersebut mungkin bisa jadi gejala dari penyakit vitium cordis atau gangguan jantung saat kehamilan. Gangguan jantung tersebut disebabkan oleh aliran darah ke jantung tidak lancar, sehingga kerja jantung menjadi terganggu.

Wanita hamil dengan kondisi seperti ini membutuhkan perawatan yang intensif dan juga pertolongan khusus pada saat kehamilan.

Gangguan Ginjal

Tidak hanya gangguan jantung saja, wanita hamil juga berisiko terkena gangguan ginjal. Banyak hal yang bisa menyebabkan gangguan ginjal di antaranya seperti kekurangan cairan selama masa kehamilan, sering mengonsumsi minuman berenergi dan minuman manis.

Tidak hanya itu, perubahan hormon dan fisik yang menyertai kehamilan terkadang bisa membuat wanita lebih rentan terkena gangguan ginjal. Pada masa kehamilan, kadang susah membuang urin sepenuhnya sehingga membuat urin tertahan di kandung kemih. Hal ini tentu akan memberikan kesempatan bagi bakteri untuk berkembang biak dan menyebabkan gangguan pada ginjal.

Untuk mengidentifikasi gejala gangguan ginjal selama kehamilan memang cukup sulit. Hal ini karena, beberapa gejalanya dapat menyerupai gejala gangguan kehamilan normal. Namun, biasanya gangguan ginjal ditandai dengan buang air kecil yang menyakitkan, punggung terasa sakit, demam, dan mual. Wanita hamil dengan gangguan ginjal harus segera diobati, karena akan berisiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah.

Anemia

Gangguan kehamilan seperti anemia terjadi karena tubuh kekurangan sel darah merah untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Tanpa pasokan oksigen yang cukup, wanita hamil akan merasa lelah, lemas, dan pusing. Untuk itu, tubuh membutuhkan asupan zat besi, asam folat, dan vitamin B12 yang cukup.

Menurut spesialis kandungan dan kebidanan dr. Damar Pramusinto, SpOG(K), kondisi anemia pada wanita hamil mempunyai dampak kesehatan terhadap ibu dan janin yang dikandungnya. Dampak tersebut seperti meningkatnya risiko bayi dengan asfiksia (gangguan pernapasan), bayi lahir dengan berat yang rendah, keguguran, lahir prematur, hingga kematian pada ibu dan bayi.

Anemia sendiri dapat ditangani dengan mengubah pola makan wanita hamil, menjadi pola makan yang kaya kandungan zat besi seperti menambahkan asupan dari hati, daging, sayur, buah, dan kacang-kacangan.

Itulah 5 macam gangguan kehamilan yang bisa terjadi pada wanita hamil. Untuk itu penting bagi wanita hamil menjaga dan terus memperhatikan kesehatannya. Cukupi juga kebutuhan nutrisi dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi dan juga kaya vitamin C. Hal ini karena, seorang wanita hamil membutuhkan vitamin C lebih banyak dari biasanya. Penuhi kebutuhan vitamin C harianmu selama masa kehamilan dengan Holisticare EsterC.Holisticare EsterC merupakan vitamin C yang peduli akan kesehatan tubuh karena tidak menyebabkan penumpukan oksalat atau endapan pembentuk batu ginjal.


Related Article


Website ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari lebih lanjut.
Testing
Holisticare - Facebook Holisticare - Instagram Holisticare - Twitter Holisticare - Youtube