Holisticare Logo
Back to Article

Penyakit

COVID-19: Persiapan Menuju Transisi Pandemi ke Endemi

Menyusul turunnya level PPKM ke level 2 pada 8 Maret 2022 di berbagai wilayah Indonesia, bisa menandakan bahwa mungkin tidak lama lagi kita bisa bernapas lega tanpa menggunakan masker lagi. Lalu apakah Indonesia sudah siap melepas status pandemi ke endemi? Apa tolak ukurnya? Jika iya, apa yang harus kita persiapkan?

Simak selengkapnya di artikel berikut!

Perbedaan Pandemi dan Endemi

Pandemi adalah saat di mana suatu virus atau penyakit menyerang hampir di seluruh belahan bumi dan tidak terkendali pada saat yang bersamaan. Contoh kasus pandemi ialah Flu Spanyol 1918, Flu Babi, HIV/AIDS hingga COVID-19. 

Endemi adalah saat transmisi suatu penyakit berkurang dan bisa diprediksi, misalnya berapa banyak persentase korban yang terinfeksi dan sudah ada metode pengobatannya (meski tidak sepenuhnya berhasil). Endemi juga hanya terjadi di beberapa wilayah. Contohnya, malaria, yang terjadi di beberapa bagian wilayah saja. 

Syarat Perubahan Status ke Endemi

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr. Sitia Nadia Tarmizi mengatakan bahwa akan sangat sulit untuk virus corona hilang dari Indonesia, apalagi dalam waktu dekat. Meski demikian, tampaknya Indonesia sudah menunjukkan sinyal hijau akan perubahan status dari pandemi ke endemi.

Hal ini bisa dilihat dari munculnya regulasi berupa dihapuskannya syarat PCR dan antigen untuk mobilisasi jarak jauh, penurunan level PPKM dari level 3 ke level 2 dan diperbolehkannya mudik. 

Untuk transisi pandemi ke endemi, ada beberapa syarat yaitu laju penularan harus kurang dari 1, positivity rate harus kurang dari 5%, persentase perawatan rumah sakit harus kurang dari 5%, fatality rate harus kurang dari 3% dan level PPKM berubah menjadi tingkat 1. Semua syarat ini harus terjadi dalam rentang waktu sempit, seperti 6 bulan. 

Gelombang Baru Telah Tiba?

Belakangan ini banyak laporan terkait meningkatnya kasus COVID-19 di berbagai belahan dunia seperti Inggris, Amerika Serikat, Cina, Jepang dan India. Penyebab naiknya kasus tersebut diduga dari subvarian Omicron, yaitu BA.2. Sehingga banyak pihak menyebutnya sebagai gelombang ke-4. 

Namun di Indonesia, selama bulan Maret hingga awal April 2022, positivity rate berangsur turun meskipun kasusnya sudah mendominasi di Indonesia. Menurut Menteri kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Senin, 4 April 2022, Indonesia dapat mengatasi subvarian BA.2 karena vaksinasi. Namun pemerintah tetap mewaspadai akan munculnya varian baru lainnya.

Apa Yang Harus Kamu Lakukan?

Meskipun pemerintah melonggarkan beberapa aturan, kamu tetap harus waspada. Untuk menghindari resiko reinfeksi, kamu perlu vaksinasi dan menerapkan pola hidup bersih dengan 3M alias memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan. Penuhi asupan nutrisi, terutama kebutuhan vitamin harian, seperti vitamin C.

Salah satu jenis vitamin C adalah ester-C yang memiliki pH netral sehingga lebih tidak perih di lambung. Kamu bisa mendapatkannya melalui suplementasi seperti Holisticare Ester C, bekerja 24 jam untuk mendukung daya tahan tubuh kamu. 

 

Ditinjau oleh: dr. Putri Wulandari


Related Article


Website ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari lebih lanjut.
Testing
Holisticare - Facebook Holisticare - Instagram Holisticare - Twitter Holisticare - Youtube