Back to Article
Gaya Hidup Sehat
Inilah Bedanya Suplemen dengan Obat
[vc_row][vc_column][vc_column_text]
Suplemen ataupun obat memang memiliki kemiripan dalam bentuk sediaan, entah itu dalam bentuk tablet, pil, kapsul, atau serbuk. Hal ini seringkali membuat sebagian orang menganggap bahwa keduanya memiliki fungsi yang sama, padahal sebenarnya tidak demikian. Lalu apa yang membedakan antara suplemen dan obat?
- Definisi
Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), suplemen makanan adalah produk yang dimaksudkan untuk melengkapi kebutuhan zat gizi makanan, mengandung satu atau lebih bahan berupa vitamin, mineral, asam amino atau bahan lain (berasal dari tumbuhan atau bukan tumbuhan) yang mempunyai nilai gizi dan atau efek fisiologis dalam jumlah terkonsentrasi.
Sementara obat adalah suatu bahan atau paduan bahan-bahan yang dimaksudkan untuk digunakan dalam menetapkan diagnosis, mencegah, mengurangi, meningkatkan kesehatan, menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit pada manusia.
- Tujuan Konsumsi
Seperti definisi di atas, tujuan konsumsi suplemen hanya untuk melengkapi zat gizi dari menu makanan sehari-hari yang mungkin masih kurang. Berbeda dengan obat yang ditujukan untuk mendiagnosis, mencegah, atau menyembuhkan suatu penyakit.
- Siapa yang Boleh Mengonsumsi?
Hampir semua orang diperbolehkan mengonsumsi suplemen selama orang tersebut tidak diberi pantangan oleh dokter. Sementara itu, sebagian konsumsi obat hanya diperbolehkan dengan izin dari dokter.
- Lamanya Konsumsi
Jangka waktu mengonsumsi obat cenderung lebih singkat, tergantung pada tingkat keparahan penyakit yang diderita. Jika pasien sembuh, maka biasanya dokter menyuruh pasien untuk menghentikan obat. Sedangkan suplemen cenderung boleh dikonsumsi setiap hari. Terkadang banyak orang enggan untuk rutin mengonsumsi suplemen setiap harinya. Mereka menganggap suplemen dan obat sama-sama memilki efek samping yang serius bila sering dikonsumsi. Padahal kenyataannya tidak demikian.
- Bahan Baku
Suplemen umumnya berasal dari bahan baku alami yang diproses dengan proses kimia. Lalu pada obat, bahan yang digunakan lebih didominasi oleh bahan kimia.
- Dosis Pemakaian
Baik suplemen maupun obat, keduanya sama-sama memiliki dosis yang telah ditetapkan. Namun ketepatan dosis untuk obat biasanya lebih ketat. Kalau kita diharuskan mengonsumsi obat 250 mg empat kali sehari oleh dokter, maka sebatas itulah yang bisa kita terima dan berdampak baik pada tubuh kita. Konsumsi obat yang melebihi itu akan menimbulkan efek samping yang cukup serius. Sementara itu untuk dosis pemakaian pada suplemen sebenarnya juga ditetapkan. Namun penetapan dosis pemakaian suplemen biasanya lebih ke arah anjuran, tidak ketat seperti dosis obat.[dt_gap height=”10″ /]
Sahabat Holisticare, sudah cukup tahu kan apa bedanya obat dengan suplemen? Jadi mulai sekarang, kamu tidak perlu ragu mengonsumsi suplemen vitamin C setiap hari. Yuk minum Holisticare EsterC! Keasamannya yang mendekati air membuat Holisticare EsterC aman bagi lambungmu. Selain itu, Holisticare EsterC dilengkapi metabolit dehidroaskorbat dan kalsium threonat yang membuatnya lebih cepat dan banyak diserap tubuh. Jangan lupa untuk kritis memilih vitamin C ya!
[/vc_column_text][vc_separator][/vc_column][/vc_row]





