Penyebab Kencing Berwarna Kuning Pekat

Air kencing atau urine bukanlah sekadar zat sisa, ia juga bisa jadi indikator khusus yang menandakan bahwa tubuh sedang kekurangan atau kelebihan cairan, juga menjadi pertanda ginjal mengalami kerusakan. Indikator ini biasanya ditunjukkan oleh warna yang berbeda dari warna normal yaitu kuning pucat hingga emas. Apa penyebab kencing berwarna seperti itu? Urine yang tidak normal ini biasanya berwarna kuning pekat atau oranye, biru atau hijau, cokelat gelap seperti cola, dan keruh.

Ini Dia Penyebab Kencing Berwarna

Dari semua kemungkinan perubahan warna yang disebutkan tadi, perubahan warna yang paling sering dialami kebanyakan orang adalah kuning pekat atau oranye. Tahukah kamu apa penyebabnya? Berikut ini penyebab air kencing berwarna kuning pekat atau oranye.

Dehidrasi

Penyebab paling umum pada perubahan warna kuning pekat atau oranye adalah tubuh yang kekurangan air atau dehidrasi. Akibat tubuh dehidrasi, jumlah urokrom (pigmen natural urine yang berwarna kuning) akan meningkat karena penurunan pengenceran urine dan membuat cairan yang tidak berwarna menjadi berwarna kuning pekat. Solusinya adalah minum lebih banyak cairan, terutama air putih. Gejala ini dapat kembali normal dalam beberapa jam setelah minum yang cukup.

Konsumsi Obat Pencahar

Obat pencahar juga menjadi penyebab kencing berwarna dari kuning pekat hingga merah. Obat pencahar digunakan untuk mengobati gangguan pencernaan dengan cara mengosongkan perut dari kotoran akibat konstipasi atau sulit buang air besar.

Suplemen Vitamin C yang Terbuang

Suplemen Vitamin C umumnya tidak diserap 100 persen, akan selalu ada sejumlah vitamin C tertentu yang terbuang lewat urine. Memilih suplemen yang tidak tepat akan berpotensi terbuang lebih banyak (hingga 80 persen), tergantung pada dosis dan bentuknya. Dosis yang berlebihan akan memperbesar potensi vitamin C itu terbuang (baca: Mengapa Air Seni Berwarna Kuning Pekat Setelah Minum Vitamin C?).

Bila ingin mengonsumsi suplemen vitamin C dengan penyerapan yang baik, kamu disarankan memilih suplemen vitamin C dengan dosis berkisar 100-250 mg dan dilengkapi metabolit threonat.

Kemoterapi

Beberapa obat kemoterapi dapat menyebabkan kerusakan pada kandung kemih atau ginjal. Kondisi ini dapat menyebabkan perubahan warna urine menjadi kuning pekat atau oranye. Jika kamu sedang menjalani kemoterapi dan mengalami perubahan warna urinee, konsultasikan ke dokter.

Disfungsi Hati

Jika urine kamu berwarna oranye atau kuning tua, sementara kamu sudah memastikan faktor-faktor lain tidak berpengaruh, itu bisa menjadi tanda awal masalah hati atau empedu.

Kelebihan Asupan Betakaroten

Betakaroten merupakan pigmen berwarna oranye-merah yang berasal dari sayuran dan buah. Tubuh manusia membutuhkan betakaroten untuk kesehatan mata, meningkatkan daya tahan tubuh, juga sebagai antioksidan yang dapat meminimalkan risiko kanker dan penyakit kardiovaskular. Betakaroten bisa berasal dari wortel, tomat, paprika merah, apel, dan masih banyak lagi. Saat kelebihan asupan karoten, urine akan membawa pigmen berwarna merah, oranye, atau kuning yang berlebih. Hal ini bisa menjadi penyebab kencing berubah warna.

Itulah beberapa hal yang paling berpotensi menyebabkan urine berubah menjadi kuning pekat atau oranye. Jika kamu mengalaminya, maka hal pertama yang perlu dipastikan adalah apakah kamu sudah mencukupi kebutuhan air minum. Sebab, kekurangan air adalah faktor utama yang paling sering terjadi. Jika bukan itu penyebabnya, cek poin-poin berikutnya dan lakukan penanggulangan.

Related Articles