Scurvy atau skorbut adalah penyakit akibat kekurangan vitamin C. Penyakit ini telah dikenal sejak zaman Yunani dan Mesir kuno ketika para awak kapal meninggal karena kehabisan persediaan buah segar saat berlayar. Setelah diteliti ternyata penyebabnya adalah penyakit skorbut atau scurvy yang sudah parah. (Selengkapnya: Sejarah Vitamin C).

Skorbut atau scurvy termasuk penyakit langka namun bisa menyerang kapan saja dan pada siapa saja. Dikutip dari Medicalnewstoday, gejala awal penyakit skorbut adalah menurunnya nafsu makan dan berat badan, sering merasa kelelahan, mudah marah, dan lesu. Lalu pada tahap selanjutnya mungkin muncul bintik merah kebiruan di kulit tempat tumbuhnya rambut, ditambah memar di bagian kulit tertentu. Selain itu dikutip dari National Health Service Inggris, gejala lain yang dialami meliputi gusi bengkak dan berdarah hingga menyebabkan gigi rontok, serta nyeri sendi.

Kekurangan vitamin C menyebabkan terganggunya produksi kolagen sehingga secara perlahan merusak jaringan tubuh. Menurut National Center for Biotechnology Information, biasanya gejala skorbut dialami ketika tubuh kekurangan vitamin C setidaknya 3 bulan. Kekurangan vitamin C bukan cuma disebabkan kurangnya asupan vitamin C, tetapi juga karena tidak optimalnya penyerapan vitamin C atau kebutuhan yang meningkat seperti diet yang buruk, makan terlalu sedikit, merokok, sedang hamil atau menyusui.

Meskipun penyakit ini terlihat serius, cara mengobati skorbut tergolong mudah. Anda hanya perlu mengonsumsi suplemen vitamin C setiap hari selama sekitar dua minggu. Suplemen vitamin C diyakini lebih cepat mengembalikan kebutuhan vitamin C karena kandungannya yang lebih stabil dan terukur. Namun memilih suplemen vitamin C tidak boleh sembarangan, pilih suplemen yang tidak perih di lambung dan yang dapat diserap tubuh secara optimal. Vitamin yang memiliki keunggulan inilah yang paling care dengan tubuh Anda.