Generasi Sandwich: Cara Kelola Stres Agar Tetap Waras
Holisticare Logo
Cara Mengelola Stres untuk Generasi Sandwich
Back to Article

Kesehatan Mental, Dunia Kerja

Generasi Sandwich: Cara Kelola Stres Agar Tetap Waras

Generasi sandwich adalah generasi terhimpit di mana mereka berkewajiban mengurus orang tua dan generasi di bawahnya (adik atau anak), layaknya sebuah sandwich. Generasi ini banyak dijumpai di negara-negara berkembang seperti Indonesia. 

Penelitian menyebutkan bahwa generasi sandwich sangat rentan mengalami masalah kesehatan mental. Generasi sandwich pengasuh (caregivers) lebih banyak dialami oleh perempuan (65,6%).  Mereka lelah secara fisik, stres berkepanjangan karena adanya tekanan dari beban asuh di rumah dan pekerjaan kantor, perasaan sedih saat tidak bisa merawat orang tua, putus asa dan sering marah. 

Sebagai kunci keluarga, menjaga emosi dan mental agar stabil itu sangat penting. Lalu bagaimana cara mengelola stres bagi kalangan generasi sandwich? Apakah kamu bisa keluar dari lingkaran ini? Simak selengkapnya di sini. 

Generasi Sandwich di Indonesia

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik pada 2017, 67% lansia di Indonesia masih tinggal dengan keluarga. 26,91% lansia tinggal bersama anak dan 35,73% tinggal dengan keluarga tiga generasi (tinggal bersama anak/menantu dan cucu)

Hasil survei di atas bisa merepresentasikan jumlah generasi sandwich di Indonesia, meski tidak sepenuhnya ajek sebab ada lansia yang independen secara ekonomi. 

Bagaimana pun juga, tingginya prevalensi generasi sandwich di Indonesia sangat dipengaruhi oleh nilai kultural. Indonesia sangat erat dengan rasa kekerabatan dan kekeluargaan, di mana ada kewajiban moral untuk merawat orang tua. 

Hal ini sering membuat dilema sehingga generasi sandwich merasa kewalahan akan tekanan yang dialami. Ya, kamu bisa keluar dari lingkaran ini dengan melakukan beberapa hal, termasuk bagaimana mengelola stres. 

Cara Mengelola Stres bagi Generasi Sandwich

Jonathon Sikorski, seorang psikolog dari University of Nebraska Medical Center, berkata bahwa menjadi generasi sandwich adalah tugas yang sangat melelahkan. Terlalu banyak tekanan bisa menyebabkan gangguan psikologis seperti kecemasan, sulit berkonsentrasi, gangguan tidur hingga masalah pencernaan.

Berikut cara bagaimana mengelola stres yang bisa kamu lakukan

  • Miliki rasa self-compassion

Menjadi generasi sandwich bisa menyita banyak waktu sampai kamu lupa akan kebahagiaan kamu sendiri. Memiliki sedikit rasa self-compassion tidak hanya penting untuk diri sendiri tapi juga untuk keluarga. Bagaimana bisa kamu membahagiakan orang lain jika kamu sendiri masih bergelut dengan diri sendiri?

  • Luangkan waktu untuk diri sendiri

Tuntutan tidak hanya datang dari keluarga tapi juga dari pekerjaan. Sisakan sedikit waktu di malam hari atau akhir pekan khusus untuk diri sendiri. Kamu bisa melakukan hobi atau sekedar berjalan-jalan sendirian ke tempat yang kamu suka. 

  • Meditasi mindfulness

Mindfulness adalah perasaan mawas diri, di mana kamu merasa sepenuhnya sadar akan situasi sekitar dan emosi yang sedang kamu alami pada saat itu. Kamu bisa melakukan meditasi mindfulness saat subuh atau jam istirahat kantor. Meditasi mindfulness dapat mengurangi stres, kecemasan, gejala depresi, dan meningkatkan kognitif.

  • Cari bantuan

Bercerita kepada teman dan kerabat yang kamu percaya mungkin dapat membuat kamu lebih lega. Jika kamu mengalami gangguan tidur dan masalah pencernaan, segera berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. 

Selain mengelola stres, ada baiknya kamu melakukan beberapa cara seperti di bawah ini untuk meringankan beban kamu.

  • rencanakan dan atur arus keuangan keluarga
  • berbagi tanggungan dengan kerabat yang lain
  • organisir kebutuhan pribadi
  • ceritakan kesulitan kamu kepada orangtua

Jaga Kesehatan Mental dengan Vitamin D3

Vitamin D tidak hanya baik untuk kesehatan fisik tapi juga mental. Penelitian mengungkapkan bahwa kekurangan vitamin D dapat memicu gejala depresi dan kecemasan. Jadi, penuhi asupan vitamin D harian kamu dengan berjemur maupun makanan tinggi vitamin D seperti ikan salmon, sarden, kuning telur, daging merah, dan bayam.

Jika perlu, konsumsi Holisticare D3 1000, suplemen kesehatan yang akan memenuhi kebutuhan vitamin D secara cepat. Vitamin D-nya juga dapat mengaktifkan sel T atau sel yang akan membunuh patogen berbahaya bagi tubuh. 

 

Ditinjau oleh: dr. Putri Wulandari


Related Article


Website ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari lebih lanjut.
Testing
Holisticare - Facebook Holisticare - Instagram Holisticare - Twitter Holisticare - Youtube