Holisticare Logo
kapan cek kolesterol
Back to Article

Kolesterol

Kapan Cek Kolesterol Sebaiknya Dilakukan? Ini Panduannya

Banyak orang merasa tidak perlu melakukan cek kolesterol karena tubuhnya bugar, tidak obesitas, dan tidak memiliki keluhan seperti sering pusing atau pegal linu. Padahal, kapan cek kolesterol perlu menjadi perhatian karena kadar kolesterol tinggi sering kali tidak menunjukkan gejala hingga terjadi komplikasi serius, seperti penyakit jantung koroner atau stroke.

Gaya hidup sedentary (kurang gerak) serta pola konsumsi sehari hari masyarakat urban turut memengaruhi risiko gangguan lemak darah. Masalah kolesterol pun tidak hanya dialami kelompok usia lanjut. Karena itu, jangan menunggu sampai muncul keluhan untuk memeriksa kadar kolesterol. Mengetahui kapan cek kolesterol secara rutin dapat membantu Anda memantau kondisi kesehatan sejak dini.

Baca Juga: Mitos Kolesterol dan Faktanya yang Perlu Diketahui

Kapan Sebaiknya Mulai Cek Kolesterol? 

Untuk mengetahui secara pasti bagaimana kondisi lemak darah Anda, tes yang direkomendasikan adalah panel lipid (lipid panel). Tes darah ini sebaiknya dilakukan setelah Anda berpuasa (hanya boleh minum air putih) selama 9 hingga 12 jam. 

Lalu, kapan cek kolesterol sebaiknya mulai dilakukan? Menurut rekomendasi kesehatan, termasuk American Heart Association (AHA), jadwal pemeriksaan perlu disesuaikan dengan usia dan faktor risiko.

1. Usia Dewasa Muda (Mulai Usia 19 – 30 Tahun)

AHA merekomendasikan bahwa semua orang dewasa yang telah berusia 19 tahun atau lebih sudah harus mulai melakukan pengecekan profil lemak darah atau lipid panel dasar. Jika hasil tes pertama Anda menunjukkan angka yang normal dan Anda tergolong memiliki risiko rendah, tes lanjutan dapat dilakukan setiap 4 hingga 6 tahun sekali.

Pengecekan awal ini sangat krusial untuk dijadikan acuan (data dasar) kondisi metabolisme Anda sebelum memasuki usia produktif.

2. Usia Dewasa (35 – 40 Tahun ke Atas)

Berdasarkan data dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi peningkatan kolesterol menunjukkan tren yang terus menanjak tajam di kelompok usia produktif (35-44 tahun).

Saat metabolisme secara alami mulai melambat, laki-laki dianjurkan untuk lebih rutin melakukan skrining sejak usia 35 tahun, dan perempuan mulai usia 45 tahun. Pada rentang usia ini, frekuensi cek kolesterol disarankan untuk lebih sering, misalnya setiap 1 hingga 2 tahun, terutama jika mulai muncul keluhan terkait tekanan darah tinggi atau berat badan yang sulit dikontrol.

3. Pengecekan Khusus Bagi Kelompok Berisiko Tinggi

Pada kelompok yang berisiko tinggi, dokter akan menyarankan pengecekan yang jauh lebih intensif, biasanya setiap 6 hingga 12 bulan sekali, apabila Anda memiliki satu atau beberapa faktor risiko berikut:

  • Faktor Genetik/Keluarga: Memiliki orang tua atau saudara kandung dengan riwayat serangan jantung dini atau kondisi bawaan yang disebut Familial Hypercholesterolemia.
  • Penyakit Penyerta: Anda telah didiagnosis mengidap diabetes tipe 2, hipertensi (darah tinggi), atau masalah pada organ ginjal.
  • Gaya Hidup: Anda adalah seorang perokok aktif, memiliki berat badan berlebih (obesitas sentral di area perut), dan jarang berolahraga.

Jika memiliki salah satu faktor tersebut, diskusikan kapan cek kolesterol berikutnya dengan dokter agar jadwal pemeriksaan sesuai dengan kebutuhan Anda.

Baca Juga: Kolesterol Borderline: Apa Artinya dan Apa yang Perlu Dilakukan?

Apa yang Diperiksa Saat Cek Kolesterol?

Pemeriksaan kolesterol biasanya dilakukan melalui tes darah yang disebut profil lipid atau profil lemak darah. Pemeriksaan ini dapat memberikan gambaran mengenai beberapa parameter penting, yaitu:

Kolesterol total
Menunjukkan jumlah keseluruhan kolesterol dalam darah.

LDL
Sering disebut sebagai kolesterol jahat karena kadar LDL yang terlalu tinggi dapat berkontribusi terhadap penumpukan plak di pembuluh darah.

HDL
Sering disebut sebagai kolesterol baik. Kadar HDL merupakan salah satu bagian yang dinilai dalam profil lemak darah.

Trigliserida
Merupakan jenis lemak dalam darah yang juga diperiksa bersama parameter kolesterol.

Melihat keempat parameter tersebut dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai profil lemak darah dibandingkan hanya melihat kolesterol total.

Baca Juga: Apa Perbedaan LDL, HDL, dan Trigliserida?

Kapan Perlu Cek Ulang Setelah Hasil Kolesterol Keluar?

Jika hasil pemeriksaan berada dalam rentang yang sesuai dan Anda memiliki risiko kesehatan yang rendah, pemeriksaan berikutnya dapat mengikuti jadwal rutin yang disarankan tenaga kesehatan.

Sebaliknya, pemeriksaan mungkin perlu dilakukan lebih sering jika hasil sebelumnya menunjukkan kadar kolesterol atau trigliserida yang tinggi. Pemantauan juga penting jika Anda sedang menjalani perubahan pola makan, menurunkan berat badan, atau mendapatkan penanganan untuk kondisi tertentu.

Jadwal pemeriksaan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing masing. Jangan menentukan frekuensi pemeriksaan hanya berdasarkan satu angka kolesterol tanpa melihat faktor risiko lainnya.

Bagaimana Menjaga Profil Lemak Darah di Antara Jadwal Pemeriksaan?

Menunggu jadwal pemeriksaan berikutnya bukan berarti Anda perlu mengabaikan kesehatan sehari hari. Pola makan seimbang, aktivitas fisik rutin, menjaga berat badan, tidur cukup, dan menghindari rokok merupakan bagian dari kebiasaan yang dapat mendukung kesehatan jantung dan profil lemak darah.

Bagi Anda yang ingin memberikan dukungan tambahan, Holisticare Cholfree hadir dengan pendekatan 4 in 1 untuk membantu memelihara profil lemak darah. Pendekatan ini mencakup empat parameter, yaitu kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida.

Holisticare Cholfree menggunakan bahan aktif alami dan dapat menjadi bagian dari rutinitas sehat sesuai aturan pakai. Tetap lakukan pemeriksaan profil lemak darah secara berkala agar kondisi Anda dapat dipantau dengan lebih baik.

 

Ditinjau oleh dr. Oscar Wiradi Putera


Related Article


Website ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari lebih lanjut.
Testing
Holisticare - Facebook Holisticare - Instagram Holisticare - Twitter Holisticare - Youtube