Gejala AIDS dan Cara Menghindarinya

Tanggal 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS Dunia. Tapi sejauh apa kita tahu tentang AIDS? Gejala AIDS masih banyak yang belum tahu, mungkin termasuk kita. Bagaimana bisa melawan AIDS jika gejala dan cara menghindarinya kita tidak tahu. Bantulah perang melawan AIDS dengan edukasi diri sendiri.

AIDS adalah singkatan dari acquired immunodeficiency syndrome. Penyakit ini tergolong kronis dan memicu kondisi kesehatan yang mengancam nyawa manusia. AIDS disebabkan oleh virus HIV (human immunodeficiency virus) yang dapat merusak sistem kekebalan tubuh dan kemampuan tubuh untuk melawan organisme penyebab penyakit.

Dibutuhkan waktu bertahun-tahun bagi HIV untuk merusak sistem kekebalan tubuh seseorang. Virus HIV dapat menular melalui hubungan seksual. Namun virus mematikan ini juga dapat menular melalui kontak fisik seseorang dengan darah yang terinfeksi HIV, atau dari ibu ke anaknya saat mengandung, melahirkan, atau menyusuinya.

Pelajari Gejala AIDS

Gejala AIDS sangat beragam, bisa dikelompokkan berdasarkan fase infeksi virus HIV itu sendiri. Berikut beberapa gejala AIDS dan HIV:

1. Infeksi Primer (HIV Akut)

Kebanyakan orang yang terinfeksi HIV akan mengalami penyakit mirip flu selama satu atau dua bulan setelah virus masuk ke tubuhnya. Penyakit mirip flu ini bisa berlangsung selama beberapa minggu. Gejala-gejalanya:

  • Sakit kepala.
  • Ruam.
  • Radang tenggorokan
  • Pembengkakan kelenjar getah bening, biasanya pada leher.
  • Nyeri otot dan persendian.
  • Demam.

2. Infeksi Laten Klinis (HIV Kronis)

Beberapa orang akan mengalami pembengkakan kelenjar getah bening yang terus-menerus pada tahap ini. Virus HIV tetap menginfeksi sel-sel darah putih. Tahap ini juga dapat berlangsung selama 10 tahun.

3. Infeksi HIV Simtomatik

Jika HIV terus menerus berkembang  dan menghancurkan sel-sel kekebalan tubuh, maka seseorang akan mengalami beberapa gejala seperti:

  • Demam.
  • Kelelahan.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Diare.
  • Menurunnya berat badan.
  • Infeksi jamur rongga mulut.
  • Herpes Zoster.

4. Gejala saat sudah AIDS

Infeksi virus HIV yang tidak mendapat pengobatan, akan berubah menjadi AIDS dalam waktu sekitar 10 tahun. Saat itu kondisi sistem kekebalan tubuh sudah rusak parah. Beberapa gejala yang dirasakan pada tahap ini adalah:

  • Berkeringat banyak saat malam hari.
  • Demam yang kambuh.
  • Diare kronis.
  • Menurunnya berat badan.
  • Muncul luka tak wajar dan tidak kunjung membaik pada lidah atau mulut.
  • Kelelahan yang tidak wajar dan tidak kunjung membaik.
  • Ruam dan benjolan pada kulit.
  • Aneka infeksi oportunis atau kanker

Jurus Buat Hindari AIDS

AIDS belum ditemukan obatnya sampai saat ini, dan tidak ada vaksin yang dapat mencegah infeksi HIV. Berikut ini adalah beberapa jurus untuk mencegah infeksi HIV yang menyebabkan AIDS:

  • Menunda untuk aktif secara seksual sampai menikah. Jika sudah aktif secara seksual, maka setialah pada pasangan Anda.
  • Menggunakan kondom. Wanita juga bisa mulai gunakan kondom wanita untuk bantu hindari penularan virus HIV.
  • Mengobati penyakit menular seksual yang diderita.
  • Pastikan jarum suntik untuk injeksi obat, membuat tato, menindik, terapi kecantikan, donor darah,  menggunakan jarum yang baru dan steril.
  • Agar HIV tidak menular pada janin, sebaiknya ibu hamil segera berkonsultasi dengan dokter.
  • Hindari menggunakan pisau cukur bergantian dengan orang lain.

Jagalah Sistem Kekebalan Tubuhmu

Penderitaan pengidap AIDS menggambarkan pada kita, betapa pentingnya sistem kekebalan tubuh bagi manusia. Untuk memastikan sistem kekebalan tubuh selalu berfungsi baik, kita bisa penuhi nutrisi yang dibutuhkannya. Salah satunya Vitamin C. Apa manfaat Vitamin C bagi sistem kekebalan tubuh manusia?

1. Meningkatkan sel Natural Killer

Sel Natural Killer adalah sel darah putih yang mencari dan membunuh sel-sel berbahaya.

2. Mendukung fungsi neutrofil

Neutrofil adalah sejenis sel darah putih yang dirancang melawan infeksi penyakit yang masuk ke tubuh.

3. Meningkatkan kinerja limfosit

Limfosit adalah tipe sel darah putih yang bertugas merespon imunitas saat bibit penyakit masuk ke tubuh. Jika jumlah limfosit menurun, maka kemampuan tubuh dalam melawan infeksi ikut berkurang.