Diet-Sehat-Ibu-Menyusui-Agar-ASI-Melimpah

Seperti apa pola diet sehat ibu menyusui? Apakah bisa memperbanyak produksi ASI? Lalu apa saja yang termasuk makanan laktogenik? Apakah pola makan ibu berpengaruh terhadap kesehatan bayi?

Jenis Makanan Dalam Diet Sehat Ibu Menyusui

Ada beberapa cara alami yang bisa dilakukan ibu menyusui untuk memperlancar dan meningkatkan produksi ASI. Salah satunya adalah mengonsumsi makanan sehat dan makanan laktogenik. Laktogenik adalah jenis makanan yang dapat tingkatkan jumlah dan memperlancar ASI.

Berikut ini adalah jenis-jenis makanan bagi program diet sehat ibu menyusui:

  • Oatmeal. Kandungan zat besi dalam oatmeal dapat berpengaruh pada meningkatnya produksi ASI. Mengonsumsi oatmeal juga dapat memicu peningkatan hormon oksitosin, karena makanan ini termasuk ‘comfort food’. Efek meningkatnya oksitosin adalah ibu menyusui merasa lebih rileks, sehingga membantu kelancaran ASI.
  • Bayam. Kalsium dan zat besi adalah nutrisi yang banyak dikandung oleh sayuran ini. Kedua nutrisi ini sangat penting pada proses produksi ASI. Kandungan fitoestrogen bayam juga bantu jaga kesehatan jaringan payudara dan lancarkan laktasi.
  • Wortel. Berkat tingginya kandungan beta-karoten dan fitoestrogen, segelas jus wortel dapat bantu memperlancar dan meningkatkan produksi ASI.
  • Asparagus. Asparagus mengandung triptofan yang dapat merangsang hormon prolaktin. Hormon ini berperan besar dalam tingkatkan jumlah ASI.
  • Kacang-kacangan. Kenapa kacang-kacangan sangat bagi bagi ibu menyusui? Karena mengandung protein, kalsium, dan zat besi yang dapat tingkatkan jumlah serta kualitas ASI. Namun jangan mengonsumsi berlebihan, karena bisa sebabkan perut kembung pada bayi.
  • Tingkatkan konsumsi cairan. Kurangnya cairan bisa sebabkan berkurangnya jumlah ASI. Cukupi kebutuhan cairan ibu menyusui setiap hari, namun hindari minuman yang mengandung kafein karena dapat sebabkan dehidrasi.

Vitamin C untuk Ibu Menyusui

Selain suplemen lainnya, ibu menyusui juga membutuhkan asupan vitamin C. Bahkan dosis yang dibutuhkan ibu menyusui lebih tinggi dari biasanya.

Lalu apa fungsi vitamin C bagi ibu menyusui? Pertama, vitamin C dibutuhkan ibu menyusui untuk bantu menjaga daya tahan tubuh. Kedua, ternyata bayi yang baru lahir hingga usia 6 bulan juga memerlukan asupan vitamin C setiap hari sebanyak 40 miligram. Vitamin C yang dikonsumsi ibu menyusui akan larut dalam ASI dan ikut disalurkan pada bayi.

Gejala Bayi Kekurangan Vitamin C

Jika ibu menyusui kekurangan vitamin C, maka bayi dengan ASI eksklusif, dapat terancam kekurangan vitamin C. Beberapa gejala yang muncul ketika bayi kekurangan vitamin C adalah:

  • Mudah jatuh sakit.
  • Alergi.
  • Diare.
  • Muncul sariawan.

Pilihlah suplemen vitamin C yang lebih tidak perih di lambung untuk ibu menyusui dan bayinya, yaitu suplemen vitamin C yang memiliki kadar pH netral. Sebaiknya konsumsi suplemen vitamin C satu hingga dua jam sebelum pertama kali menyusui bayi setiap hari, agar vitamin C dapat diserap tubuh secara efektif, kemudian disalurkan kepada bayi melalui ASI.

Kandungan 320 miligram  vitamin C dalam satu tablet Holisticare Ester-C, mampu mencukupi kebutuhan ibu menyusui yang hanya 120 miligram vitamin C setiap harinya. Kelebihan vitamin C  secara otomatis akan dibuang oleh tubuh manusia melalui urine. Jadi semakin besar kandungan vitamin C pada suplemen, bukan berarti semakin baik. Pilihlah yang sesuai kebutuhan tubuh Anda.

Ditinjau oleh:
dr. Rony Wijaya
Medical Marketing – PT. Indocare Citrapasific