Cara Meningkatkan EQ pada Anak - Hoisticare
Holisticare Logo
Cara Meningkatkan EQ pada Anak
Back to Article

Ibu & Anak

Gak Melulu Soal IQ, Ini Pentingnya EQ untuk Anak

EQ (Emotional Quotient) atau kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk mengenal, mengerti, dan menggunakan emosi mereka dengan bijak. Anak dengan EQ lebih tinggi akan mengalami kesuksesan secara akademis dan kepuasan hidup saat dewasa. Anak dengan EQ lebih rendah biasanya sulit mengontrol emosi dan lebih susah diatur. 

Artikel ini dipersembahkan oleh Holisticare Ester-C Kids, suplemen vitamin C jenis Ester C khusus untuk anak berusia 2 hingga 12 tahun dan sudah bisa mengulum permen. 

Manfaat EQ untuk Anak

Banyak orang tua yang selalu mengutamakan kecerdasan intelektual (IQ) saat mendidik anak dan melupakan ada hal yang sama pentingnya dengan IQ, yaitu kecerdasan emosional (EQ). Kecerdasan emosional tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri namun juga orang yang ada di sekeliling anak. 

Kecerdasan emosional adalah saat si anak tahu dan mengerti emosi yang sedang dia rasakan. Misalnya, saat anak kesal karena mainannya direbut oleh saudaranya, kecerdasan emosional akan membantu mengelola rasa kesalnya tersebut. Anak dengan kecerdasan emosional tinggi akan mengubah rasa kesalnya dengan melakukan hal lain seperti menonton TV. Tanpa kecerdasan emosional, si anak akan bersikukuh merebutkan mainannya. 

Dikutip dari Latrobe University, Australia, mereka dengan kecerdasan emosional yang lebih tinggi biasanya lebih sukses di dunia kerja. Rekruter juga lebih senang mempekerjakan mereka yang tinggi EQ dibanding IQ karena mereka memiliki kemampuan komunikasi, kerja tim, motivasi, manajemen diri dan orang lain yang tinggi. 

Ini manfaat kecerdasan emosional untuk anak

  • meningkatkan rasa empati 
  • memperbaiki cara berkomunikasi
  • cepat beradaptasi
  • membangun kemampuan problem-solving
  • membangun hubungan yang positif dengan orang lain
  • punya banyak strategi
  • meningkatkan kontrol diri
  • mendukung kesehatan mental

Ciri-ciri anak memiliki kecerdasan emosional yang tinggi

  • mudah bergaul dan berteman
  • mudah diajak berkomunikasi
  • percaya diri
  • peduli dan suka membantu orang di sekelilingnya
  • cepat beradaptasi pada orang dan suasana baru
  • punya kontrol diri yang baik

Cara Meningkatkan Kecerdasan Emosional pada Anak

Kecerdasan emosional erat kaitannya dengan tingkah laku. Sementara tingkah laku anak terbentuk di lingkungan keluarga. Jadi, pola asuh orang tua sangat berperan penting dalam stabilnya kecerdasan emosional. 

Begini cara yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk meningkatkan kecerdasan emosional anak:

1. Biarkan anak berekspresi

Misalnya saat anak menangis, jangan mengancamnya akan membawanya ke polisi atau akan meninggalkannya sendirian. Jangan menghakiminya karena menjadi “anak kecil”. Jika anak berani menunjukkan ekspresinya, itu sebenarnya tanda bahwa tumbuh kembang anak sudah tepat.

2. Dengarkan dan berempati kepada perasaan anak

Perasaan anak pun sama validnya dengan perasaan orang dewasa. Dengarkan secara seksama bagaimana perasaan si kecil dan tanya mengapa dia merasa seperti itu. Berempati bukan berarti Anda setuju dengan perasaannya melainkan Anda mengerti mengapa dia bisa merasa demikian. 

3. Ajarkan problem solving yang sehat

Kemampuan memecahkan masalah adalah aspek yang sangat penting untuk perkembangan anak. Tidak hanya berguna untuk akademik, problem-solving juga meningkatkan kualitas hubungan anak dan orang di sekitarnya. Problem solving juga akan mengasah kreativitas dan adaptasi. Contohnya, saat anak ingin bersepeda tetapi cuaca sedang hujan. Anda bisa mulai brainstorming tentang kegiatan potensial apa yang bisa dilakukan di rumah atau bagaimana caranya tetap bersepeda di tengah hujan.

4. Jadilah temannya

Jika anak jarang bercerita kepada orang tua, mungkin karena orang tua tidak pernah mendengarkan sebagai “teman”. Seringkali orang tua merasa superior, walaupun tujuannya agar si anak tidak terkena masalah. Misalnya, saat si anak bercerita tentang orang yang mereka sukai di kelas, tanyalah mengapa dia menyukai orang tersebut atau apakah ada kejadian-kejadian spesifik antara mereka berdua. 

5. Perbanyak bermain dan sosialisasi

Bagaimana anak bisa mengasah kemampuan emosionalnya jika anak tidak pernah bermain dan bersosialisasi dengan orang lain? Sosialisasi akan mengajari anak banyak hal, termasuk empati, memecahkan masalah, dan beradaptasi di situasi tersulit sekali pun.

 

Ditinjau oleh dr. Putri Wulandari


Related Article


Website ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari lebih lanjut.
Testing
Holisticare - Facebook Holisticare - Instagram Holisticare - Twitter Holisticare - Youtube