Gaya Hidup Sehat
Berat Tubuh Seperti Apa yang Lebih Baik?
Kelebihan berat badan cenderung dianggap ancaman serius bagi kesehatan. Sebaliknya, banyak orang beranggapan bahwa berbadan kurus lebih sehat karena mungkin terhindar dari berbagai risiko penyakit. Namun, benarkah demikian? Berat tubuh seperti apa yang baik untuk kesehatan?
Artikel ini dipersembahkan oleh Holisticare Ester C, suplemen Vitamin C jenis Ester C. Untuk penuhi kebutuhan Vitamin C tubuh secara cepat, konsumsilah Holisticare EsterC-1000. Sebab Holisticare Ester C adalah Vitamin C yang lebih tidak perih di lambung, dan 24 hours bioavailability (tersedianya Vitamin C 24 jam). Holisticare Ester C juga tersedia untuk anak dan dalam bentuk effervescent yang menyegarkan.
Seperti Apa Berat Tubuh Yang Sehat?
Tubuh kurus menciptakan ilusi bagi pemiliknya bahwa mereka baik-baik saja. Jadi, kebanyakan dari mereka cenderung tidak memperhatikan pola makan dan jarang berolahraga. Jadi, tubuh yang terlalu kurus dan terlalu gemuk, bukanlah hal yang bagus. Hal ini telah dibuktikan melalui penelitian dalam Progress in Cardiovascular Diseases.
Benar adanya bahwa obesitas sangat berpengaruh terhadap sistem imun. Namun tahukah kamu, kalau tubuh kurus masih bisa memiliki skinny fat, yang merupakan kondisi di mana kadar lemak di tubuhmu hampir sama dengan orang gemuk, terutama pada perut, meskipun berat badanmu terhitung normal?
Salah satu cara menghitung berat tubuh ideal adalah mengacu pada BMI (Body Mass Index). Perhitungan ini menggunakan perbandingan berat dan tinggi badanmu untuk menentukan berat badan yang ideal untukmu. Rumusnya adalah (berat badan)/(tinggi badan)2. Hasilnya diklasifikasi menjadi empat, yaitu underweight (di bawah normal,) normal, overweight (kelebihan berat badan,) dan obese (obesitas.)
Untuk menghindari skinny fat dan obesitas, kamu bisa melakukan beberapa hal berikut.
1. Rutin melakukan pemeriksaan
Tolok ukur yang sehat tidak hanya dilihat dari BMI, tetapi ada dari indikator lainnya, seperti tingkat kolesterol, kadar gula darah, dan tekanan darah. Pemeriksaan ini juga bertujuan untuk melihat kadar lemak dan tingkat metabolisme, sehingga kamu bisa mengetahui kesehatan tubuhmu secara rinci.
2. Pola makan yang Sehat
Kamu bisa mengurangi konsumsi gula dan makanan manis, serta menghindari makanan olahan. Selain itu, pilihlah makanan berprotein, sayuran non-tepung, serta perbanyak konsumsi sayur dan buah. Kamu juga dianjurkan membatasi makanan cepat saji yang berlemak dan berkalori tinggi. Jangan lupa konsultasi dengan ahli gizi dan ahli diet, untuk mengetahui berapa banyak kalori yang dibutuhkan tubuhmu.
3. Rutin berolahraga untuk jaga berat tubuh
Bergerak sangat diperlukan agar kadar lemak tetap seimbang. Lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari, pilih aktivitas fisik yang disenangi, seperti membersihkan ruangan. Sst, kamu juga bisa memanfaatkan hobi nge-mal untuk memperbanyak jalan kaki, lho!
4. Tidur yang cukup
Kualitas tidur yang baik membantu mengurangi penumpukan lemak di perut. Usahakan tidur selama enam sampai delapan jam setiap malamnya agar kesehatan terjaga, ya!
Sistem Kekebalan Tubuh Yang Baik
Selain 4 hal di atas, hal penting lain yang harus dilakukan yaitu menjaga sistem kekebalan tubuh. Pasalnya, sistem kekebalan tubuh tidak dapat bekerja dengan maksimal jika kamu memiliki berat badan di bawah dan di atas normal. Akibatnya, kamu rentan terserang penyakit akibat virus, bakteri, atau parasit. Apalagi di masa pandemi ini, imun dan kekebalan tubuh adalah hal yang utama.
Salah satu caranya adalah mengonsumsi vitamin C setiap hari. Holisticare Ester C adalah suplemen vitamin C dengan 24 hours bioavailability dan yang paling penting lebih tidak perih di lambung. Holisticare Ester C juga tersedia untuk anak-anak juga dalam bentuk effervescent yang menyegarkan.





