Pengaruh Stres Terhadap Kesehatan Tubuh Anda

Stres bisa berpengaruh terhadap kesehatan. Berikut ini beberapa penemuan terkait pengaruh stres, yang bisa membuat seseorang sehat atau malah sakit. Stres sendiri adalah kondisi yang hampir semua orang pernah mengalaminya. Stres juga bisa ‘menggerogoti’ zat gizi dalam tubuh.

Sering kita temukan beberapa orang terlihat sehat dengan pola makan dan olahraga teratur. Namun ternyata dia tidak bisa menghindari pengaruh stres dan akhirnya menderita penyakit tertentu. Sebenarnya, seberapa besar pengaruh stres bisa mengganggu kesehatan kita?

Pengaruh Stres Terhadap Daya Tahan Tubuh

Dilansir dari Livestrong, pada tahun 1991 sejumlah peneliti psikoneuroimunologi telah membuktikan bahwa stres menurunkan daya tahan tubuh seseorang. Dalam studi ini, peneliti meminta sekelompok orang untuk mengisi survei dan memberi mereka sebuah semprotan hidung.

Sebagian responden diberi semprotan berisi virus flu biasa, dan sebagian lagi berisi larutan garam. Para peneliti menemukan bahwa tubuh responden yang lebih stres justru mengembangbiakkan virus flu dari semprotan tersebut. Sementara tubuh orang-orang yang tidak mengalami stres lebih mampu melawan virus flu tersebut.

Pada penelitian lain, ditemukan faktor mengapa stres membuat kita mudah jatuh sakit. Ternyata kondisi emosional (seperti stres, takut, atau marah) akan mengirimkan sinyal ke kelenjar utama dalam tubuh. Kemudian kelenjar utama akan melepaskan hormon-hormon tertentu, seperti kortisol, adrenalin, dan epinefrin.

Hormon-hormon ini akan memberitahu sel-sel tubuh, bahwa sudah waktunya untuk melawan atau melarikan diri – bukan beristirahat dan memperbaiki diri. Akibatnya, perhatian tubuh Anda untuk hal-hal seperti mencerna nutrisi dan melawan penyakit teralihkan. Kondisi ini malah meningkatkan tekanan darah, sehingga tubuh Anda kesulitan untuk melawan penyakit.

Bagaimana Kebahagiaan Membantu Daya Tahan Tubuh

Hormon “peningkat daya tahan tubuh” akan dihasilkan ketika Anda merasa senang atau santai. “Hormon obat” yang diproduksi sendiri ini meliputi serotonin, dopamin, oksitosin dan relaksin.

Ketika hormon ini dihasilkan, mereka mengirimkan sinyal ke tubuh Anda untuk membuat sel-sel imun lebih banyak. Bahkan lima menit tawa atau kebahagiaan dapat meningkatkan jumlah sel darah putih secara signifikan. Sel darah putih sendiri merupakan sel daya tahan tubuh alami.

Ternyata, sangat penting untuk menyeimbangkan kesehatan fisik dan jiwa. Itulah mengapa seseorang harus menerapkan pola hidup sehat secara holistik. Yaitu pola hidup yang menggabungkan kecukupan nutrisi, keteraturan dalam berolahraga, dan kemampuan untuk menjaga jiwa agar tidak stres.

Menjaga Daya Tahan Tubuh

Selain memelihara mood agar selalu positif, daya tahan tubuh juga dapat dijaga dengan mencukupi kebutuhan Vitamin C. Sebab cukup tidaknya jumlah Vitamin C yang dibutuhkan tubuh, akan mempengaruhi kemampuan daya tahan tubuh kita.

Mengkonsumsi Vitamin C berfungsi membantu daya tahan tubuh. Beberapa fungsi tersebut adalah:

  • Meningkatkan kinerja sel natural killer.
  • Mendukung fungsi neutrofil.
  • Mempertahankan jumlah limfosit.
  • Menaikkan kerja imunoglobulin.

Pilihlah jenis Vitamin C Ester C yang memiliki kadar keasaman mendekati netral, seperti Holisticare Ester C, sehingga lebih tidak perih di lambung dan aman untuk dikonsumsi secara rutin.