Saat ini banyak masyarakat menganggap bahwa bintik pada kulit bayi berwarna merah disebabkan oleh Air Susu Ibu (ASI) yang menetes ke kulit bayi. Alasannya adalah, karena Air Susu Ibu bersifat “keras” sehingga dapat mengiritasi kulit bayi yang sensitif. Namun benarkah demikian?

Penyebab Bintik Pada Kulit Bayi

Bintik-bintik pada kulit berwarna merah, terutama pipi dan leher, merupakan gejala yang seringkali dialami oleh para bayi. Gangguan kulit ini kerap membuat bayi merasa gatal. Bintik merah bisa ditimbulkan oleh beberapa faktor:

  • Campak. Bintik pada kulit berwarna merah-kecokelatan muncul pada bagian belakang telinga, sekitar kepala, kemudian ke leher.
  • Cacar air. Bentol-bentol kecil isi air, merah, gatal, demam.
  • Biang keringat (miliaria). Bentol-bentol isi air, merah, gatal, di tempat-tempat yang sering berkeringat dan lembap.
  • Atopik dermatitis. Bentol-bentol kecil, gatal, karena alergi.
  • Dermatitis kontak alergi. Bentol-bentol kecil, merah, gatal, karena kontak langsung kulit dengan bahan yang membuat alergi.

Apa Betul ASI Bisa Menimbulkan Bintik Pada Kulit Bayi?

Masalah ASI yang menyebabkan bintik pada kulit berwarna kemerahan pada dasarnya adalah karena jumlahnya yang terkena kulit bayi cukup banyak dan dibiarkan lembab. Biasanya ini terjadi pada lipatan kulit bayi seperti leher. Selain itu, bintik merah juga disebabkan oleh bayi yang telah mengalami alergi bawaan orang tua.

Faktor lainnya disebabkan adanya kandungan protein atau senyawa tertentu dalam ASI dikarenakan pola konsumsi sang ibu. Contohnya pada sebuah jurnal kesehatan menyebutkan terjadinya alergi pada tubuh dan wajah bayi akibat sang ibu mengkonsumsi 1 gram obat paracetamol. Jika ditinjau dari segi medis maka justru sebaliknya, ASI mengandung zat IgA, IgM, IgD, IgE yang berperan sebagai daya tahan tubuh terhadap infeksi. ASI terbukti secara klinis dapat memberikan manfaat sebagai obat oles kulit. Bahkan pada beberapa penelitian, ASI juga terbukti bermanfaat sebagai obat tetes mata bayi.

ASI Sebagai Obat Bintik Pada Kulit

Beberapa penelitian telah menguji khasiat ASI untuk kulit dan mata misalnya penelitian oleh Farahani, dkk. Dalam jurnal tersebut, ASI terbukti memiliki keampuhan yang sama dengan 1 persen salep hidrokorsiton dalam menyembuhkan bintik merah pada bayi. Selanjutnya terdapat penelitian dari D. Gozen, dkk dalam jurnal J Klin News yang menguji efektifitas ASI pada bintik merah akibat eksim popok. Penelitian juga membandingkan kinerja ASI dengan krim pelindung (40 persen zink oksida dan cod liver oil).

Hasil penelitian menunjukkan ASI efektif untuk mengatasi eksim ringan, yang disebabkan pokok bayi (eksim pokok). Namun krim pelindung memiliki kinerja yang lebih baik pada gangguan yang lebih parah. Kesimpulannya, anggapan bahwa ASI berbahaya bagi kulit bayi adalah mitos, karena beberapa penelitian justru membuktikan khasiat ASI sebagai penyembuh gangguan kulit bayi. Bintik merah yang terjadi pada bayi Anda mungkin disebabkan alergi, lipatan bayi yang terkena ASI dalam jumlah banyak dan dibiarkan lembab, serta faktor asupan sang Ibu yang dikonsumsi anak lewat ASI.