Holisticare Logo
apa itu trigliserida
Back to Article

Kolesterol

Apa Itu Trigliserida? Kenali Perbedaannya dengan Kolesterol

Trigliserida adalah salah satu jenis lemak yang terdapat dalam darah dan menjadi bagian penting dalam pemeriksaan profil lemak darah. Berbeda dari kolesterol, trigliserida terutama berfungsi sebagai cadangan energi bagi tubuh. Kadar trigliserida yang terlalu tinggi perlu diperhatikan karena dapat berkaitan dengan peningkatan risiko masalah kesehatan tertentu.

Istilah trigliserida sering muncul bersamaan dengan kolesterol ketika seseorang melakukan pemeriksaan darah. Untuk memahami hasil pemeriksaan tersebut, penting mengetahui apa itu trigliserida, bagaimana fungsinya bagi tubuh, dan mengapa kadarnya perlu dipantau.

Baca Juga: 4 Parameter Kolesterol yang Perlu Anda Ketahui: Total, LDL, HDL, dan Trigliserida

Apa Itu Trigliserida?

Trigliserida adalah jenis lemak yang berasal dari makanan dan juga dapat diproduksi oleh tubuh. Setelah makan, tubuh mengubah kalori yang tidak langsung digunakan menjadi trigliserida. Lemak ini kemudian disimpan dalam sel lemak dan dapat digunakan sebagai sumber energi ketika tubuh membutuhkannya.

Trigliserida dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah tertentu. Namun, kadar yang terlalu tinggi dapat menjadi salah satu tanda bahwa tubuh sedang mengalami ketidakseimbangan metabolisme yang perlu diperhatikan.

Karena itu, pemeriksaan trigliserida biasanya menjadi bagian dari pemeriksaan profil lemak darah bersama kolesterol total, LDL, dan HDL.

Baca Juga: Kolesterol Total Normal, Apakah Berarti Profil Lemak Darah Sudah Baik?

Apa Perbedaan Trigliserida dan Kolesterol?

Trigliserida dan kolesterol sama sama merupakan jenis lemak yang terdapat dalam darah, tetapi keduanya memiliki fungsi berbeda.

Trigliserida berfungsi terutama sebagai cadangan energi. Sementara itu, kolesterol dibutuhkan tubuh untuk membentuk membran sel, memproduksi hormon, dan membantu proses pencernaan melalui pembentukan asam empedu.

Perbedaan lainnya dapat dilihat dari cara tubuh mengolah keduanya. Trigliserida dapat meningkat ketika asupan kalori melebihi kebutuhan tubuh, terutama jika pola makan tinggi gula dan karbohidrat sederhana berlangsung terus menerus. Kadar kolesterol dalam darah dipengaruhi oleh produksi tubuh, asupan makanan, faktor genetik, dan kondisi kesehatan.

Dengan memahami apa itu trigliserida serta perbedaannya dengan kolesterol, Anda dapat melihat mengapa kedua parameter tersebut perlu diperiksa dan dinilai secara bersamaan.

Baca Juga: Kolesterol Tinggi sejak Muda? Kenali Hiperkolesterolemia Familial

Berapa Kadar Trigliserida yang Normal?

Untuk mengetahui secara pasti kadar trigliserida Anda, Anda perlu melakukan tes darah (profil lipid). Biasanya Anda akan diminta berpuasa sekitar 9 hingga 12 jam sebelum pengambilan darah untuk hasil yang paling akurat.

Berikut adalah rentang kadar trigliserida pada orang dewasa berdasarkan acuan medis secara umum:

  • Normal: Kurang dari 150 miligram per desiliter (mg/dL)
  • Ambang Batas Tinggi (Borderline High): 150–199 mg/dL
  • Tinggi (High): 200–499 mg/dL
  • Sangat Tinggi (Very High): 500 mg/dL atau lebih

Apa Penyebab Trigliserida Tinggi?

Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan kadar trigliserida meningkat. Beberapa di antaranya berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari, sementara faktor lain berhubungan dengan kondisi kesehatan tertentu. 

  • Pola Makan Tinggi Gula dan Karbohidrat Olahan: Makanan manis, roti putih, minuman bersoda, hingga camilan bertepung sangat cepat membanjiri tubuh dengan kalori kosong yang langsung diubah menjadi trigliserida.
  • Kurangnya Aktivitas Fisik: Terus-menerus duduk di depan meja kerja tanpa dibarengi olahraga membuat kalori dari makanan gagal terbakar.
  • Kelebihan Berat Badan: Terutama penumpukan lemak di sekitar area perut (visceral fat).
  • Konsumsi Alkohol: Minuman beralkohol memiliki kalori yang padat dan gula yang secara langsung dapat meningkatkan produksi trigliserida pada organ hati.

Baca Juga: Kebiasaan Buruk Sehari-hari yang Menjadi Penyebab Kolesterol Tidak Turun

Apa Dampak Trigliserida Tinggi bagi Kesehatan?

Kadar trigliserida yang tinggi perlu diperhatikan karena dapat berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, terutama jika disertai kadar LDL yang tinggi atau HDL yang rendah. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap terbentuknya plak pada dinding pembuluh darah atau aterosklerosis.

Pada kadar yang sangat tinggi, trigliserida juga dapat meningkatkan risiko pankreatitis atau peradangan pada pankreas. Kadar trigliserida 500 mg/dL atau lebih termasuk sangat tinggi dan memerlukan perhatian medis.

Karena itu, hasil pemeriksaan trigliserida sebaiknya tidak dilihat sebagai angka yang berdiri sendiri. Kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida perlu dipahami sebagai satu kesatuan untuk mendapatkan gambaran profil lemak darah yang lebih lengkap.

Baca Juga: 12 Buah Penurun Kolesterol yang Baik untuk Kesehatan Jantung

Menjaga Profil Lemak Darah dengan Pendekatan 4 in 1

Kesehatan jantung tidak bisa hanya dinilai dari angka trigliseridanya saja. Risiko terbesar justru muncul apabila Anda memiliki angka trigliserida yang tinggi, berbarengan dengan kadar LDL yang tinggi dan HDL yang terlalu rendah. Inilah pentingnya menjaga profil lemak darah secara holistik. 

Jika hasil laboratorium Anda menunjukkan kadar lemak darah yang mulai masuk kategori waspada (borderline), tindakan pencegahan sejak dini sangat dianjurkan. Selain menyesuaikan kebiasaan makan, Anda dapat mempertimbangkan opsi pendamping dari bahan alam. Sebagai salah satu alternatif untuk melengkapi upaya Anda, Holisticare Cholfree hadir dengan pendekatan komprehensif 4-in-1.

Tidak seperti suplemen yang umumnya diformulasikan hanya untuk satu tujuan, Holisticare Cholfree dirancang untuk membantu memelihara keempat parameter profil lemak darah sekaligus. Terbuat dari bahan alami ekstrak buah Amla (Phyllanthus emblica) yang teruji klinis, obat herbal ini membantu menurunkan angka trigliserida, kolesterol total, dan LDL, serta bekerja aktif membantu meningkatkan HDL.

Sebagai obat bahan alam yang aman untuk penggunaan jangka panjang, Holisticare Cholfree dapat menjadi perlindungan harian Anda tanpa menimbulkan efek samping nyeri otot seperti halnya obat penurun kolesterol berbahan kimia (karena menguras CoQ10).

 

Ditinjau oleh dr. Oscar Wiradi Putera


Related Article


Website ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari lebih lanjut.
Testing
Holisticare - Facebook Holisticare - Instagram Holisticare - Twitter Holisticare - Youtube