Kolesterol
Stres dan Kolesterol Tinggi, Apa Hubungannya?
Stres merupakan respons alami tubuh ketika menghadapi tekanan. Dalam jangka pendek, respons ini membantu seseorang menghadapi situasi tertentu. Namun, stres yang berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi kebiasaan sehari-hari, termasuk pola makan, aktivitas fisik, dan kualitas tidur. Hal inilah yang membuat stres dan kolesterol tinggi kerap dibahas bersamaan.
Baca Juga: Kolesterol Tinggi Berat Badan Normal, Kok Bisa?
Bagaimana Stres Memengaruhi Kolesterol?
Hubungan stres dan kolesterol tinggi tidak selalu terjadi secara langsung. Saat mengalami stres, sebagian orang cenderung mengonsumsi makanan tinggi lemak atau gula, kurang bergerak, merokok, atau tidur lebih larut. Jika kebiasaan tersebut berlangsung lama, kesehatan metabolisme dan profil lemak darah dapat ikut terpengaruh.
Ketika Anda dihadapkan pada tekanan pekerjaan, masalah finansial, atau beban emosional yang tak kunjung usai, otak Anda akan merespons hal itu sebagai sebuah “ancaman”. Sebagai respons perlindungan, kelenjar adrenal di tubuh Anda akan memompa hormon stres dalam jumlah besar, terutama kortisol dan adrenalin.
Lalu, apa hubungannya dengan kolesterol? Menurut berbagai literatur medis, lonjakan hormon kortisol yang terjadi terus-menerus (stres kronis) akan merangsang organ hati (liver) untuk memproduksi lebih banyak glukosa dan kolesterol. Tubuh secara otomatis menyiapkan asupan energi ekstra berupa gula dan lemak (trigliserida serta kolesterol LDL) agar Anda memiliki cukup tenaga untuk “bertarung” melawan sumber stres.
Sayangnya, dalam kehidupan modern, stres yang kita hadapi biasanya berupa beban mental saat duduk di depan layar komputer. Alhasil, kelebihan kolesterol dan glukosa yang diproduksi oleh hati tersebut tidak ikut terbakar dan akhirnya terus menumpuk di dalam aliran darah.
Baca Juga: Kolesterol Borderline: Apa Artinya dan Apa yang Perlu Dilakukan?
Bahaya Kurang Tidur bagi Profil Lemak Darah
Kurang tidur sering kali berjalan beriringan dengan stres. Tubuh orang dewasa umumnya membutuhkan 7 hingga 8 jam tidur berkualitas di malam hari untuk memperbaiki sel-sel yang rusak.
Ketika Anda kurang tidur atau mengalami insomnia:
- Metabolisme akan Kacau: Tubuh menjadi kesulitan memproses dan memecah lemak dalam darah dengan efisien.
- Hormon Rasa Lapar Meningkat: Kurang tidur meningkatkan produksi hormon ghrelin (hormon lapar) dan menurunkan hormon leptin (hormon kenyang). Inilah mengapa ketika Anda begadang atau stres, Anda cenderung mengidam makanan tinggi gula, berlemak, dan padat kalori (seperti mi instan atau camilan manis) yang langsung melonjakkan trigliserida.
- Penurunan Kolesterol Baik (HDL): Sebuah studi menemukan bahwa durasi tidur yang tidak memadai secara konsisten dapat menurunkan angka kolesterol pelindung (HDL), sehingga memperbesar risiko pengendapan plak lemak di pembuluh darah (aterosklerosis).
Baca Juga: Kolesterol Tinggi sejak Muda? Kenali Hiperkolesterolemia Familial
Cara Mengelola Stres dan Menjaga Kadar Kolesterol
Untuk mengelola stres dan kolesterol tinggi, beberapa kebiasaan berikut dapat membantu menjaga kesehatan secara umum:
- Atur jadwal tidur. Usahakan tidur dan bangun pada waktu yang konsisten, serta kurangi penggunaan gawai menjelang tidur.
- Lakukan aktivitas fisik secara rutin. Pilih aktivitas yang sesuai dengan kondisi tubuh, seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berenang.
- Pilih makanan seimbang. Perbanyak sayur, buah, sumber serat, dan protein yang sesuai kebutuhan. Batasi lemak jenuh serta makanan tinggi gula.
- Cari cara untuk meredakan stres. Anda dapat mencoba latihan pernapasan, menulis jurnal, melakukan hobi, atau berbicara dengan orang tepercaya.
- Hindari rokok dan batasi alkohol. Keduanya dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan.
- Periksa kolesterol sesuai kebutuhan. Pemeriksaan membantu mengetahui kadar kolesterol meskipun Anda merasa sehat.
Jika stres terasa berkepanjangan atau mulai mengganggu aktivitas, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional. Langkah ini dapat membantu Anda menentukan cara menangani stres dan kolesterol tinggi sesuai kondisi pribadi. Untuk kolesterol yang tinggi, dokter dapat membantu menilai risiko dan menentukan langkah yang sesuai.
Baca Juga: Mitos Kolesterol dan Faktanya yang Perlu Diketahui
Holisticare Cholfree untuk Menjaga Profil Lemak Darah
Untuk melengkapi perbaikan gaya hidup Anda, tubuh yang terbiasa bekerja di bawah tekanan mungkin membutuhkan dukungan nutrisi yang tepat dari bahan baku alam. Sebagai salah satu langkah pemeliharaan preventif, Anda dapat mempertimbangkan kehadiran Holisticare Cholfree.
Holisticare Cholfree merupakan suplemen obat herbal yang hadir dengan pendekatan komprehensif 4-in-1. Alih-alih hanya berfokus pada satu indikator yang bermasalah, produk ini diformulasikan khusus menggunakan ekstrak buah Amla (Phyllanthus emblica).
Berdasarkan penelitian klinis, kandungan antioksidan dalam buah Amla secara spesifik membantu memelihara empat parameter lemak darah sekaligus: membantu menurunkan Kolesterol Total, LDL, dan Trigliserida, serta bekerja membantu meningkatkan kolesterol pelindung (HDL).
Berbeda dengan obat penurun kolesterol kimiawi yang penggunaannya dapat menguras cadangan CoQ10 dan berisiko menimbulkan pegal linu, formula alam dari Holisticare Cholfree lebih bersahabat dan aman untuk jangka panjang. Kendalikan stres Anda dari sekarang, perbaiki pola istirahat, dan percayakan perlindungan profil lemak darah Anda dengan nutrisi alam yang tepat.
Ditinjau oleh dr. Oscar Wiradi Putera








