Holisticare Logo
covid india
Back to Article

Penyakit

Covid India: Gelombang Kedua Covid Yang Berbahaya

Situasi pandemi Covid India belakangan ini sangat mengkhawatirkan. Sebab angka kasus positif Covid-19 di India meroket dengan cepat, dengan mencatatkan ratusan ribu kasus positif setiap harinya dan ribuan angka kematian. Kenapa bisa terjadi? Simak di sini.

Artikel ini dipersembahkan oleh Holisticare Ester C, suplemen Vitamin C jenis Ester C. Untuk penuhi kebutuhan Vitamin C tubuh secara cepat, konsumsilah Holisticare Ester C 1000. Sebab Holisticare EsterC adalah Vitamin C yang lebih tidak perih di lambung, dan 24 hours bioavailability (ketersediaan Vitamin C di dalam tubuh selama 24 jam). Holisticare EsterC juga tersedia untuk anak dan dalam bentuk effervescent yang menyegarkan.

Parahnya Gelombang Kedua Covid India

Menurut situs berita BBC.com, awal gelombang kedua Covid India ini dimulai pada 10 Februari 2021, ketika angka harian kasus baru Covid-19 mulai merangkak naik. India mencatat ada sekitar 11 ribu kasus per hari. Namun dalam 50 hari berikutnya, rata-rata jumlah kasus harian naik menjadi sekitar 22 ribu kasus.

Tapi kemudian jumlah kasus baru harian ini meningkat pesat di 10 hari berikutnya, dengan rata-rata harian mencapai 89.800 kasus. Angka tersebut terus meningkat, hingga pada tanggal 21 April 2021 lalu, tercatat ada 295.000 kasus baru di India dan dilaporkan sudah lebih dari seminggu India mencatatkan jumlah kasus baru Covid-19 lebih dari 200 ribu per hari.

Pada 21 April itu pula Kementerian Kesehatan India menyatakan bahwa ada lebih dari dua ribu orang meninggal karena Covid-19, sebuah rekor angka kematian harian.

“Situasi terkendali hingga beberapa minggu lalu. Gelombang kedua Covid-19 datang seperti badai,” ujar Perdana Menteri India, Narendra Modi, pada 20 April 2021 lalu yang dikutip dari situs kesehatan WebMD. Narendra Modi juga mendesak warga India untuk tinggal di rumah, tetapi tidak perlu panik. 

Dr. A. Fathahudeen, anggota gugus tugas Covid-19 negara bagian Kerala, mengatakan bahwa kenaikan drastis ini disebabkan India lengah ketika angka kasus harian menurun pada Januari 2021. Hal ini ia katakan pada situs berita BBC.com.

Dikutip dari situs berita BBC.com, India kembali menggelar event-event besar, kemudian perkantoran, pasar, dan mal dibuka normal kembali. Bahkan moda transportasi kembali beroperasi dengan kapasitas penuh, ditambah pula adanya kampanye pemilu yang dipenuhi masyarakat.

Kelangkaan Oksigen dan Varian Baru

Menurut situs kesehatan WebMD, peningkatan pesat jumlah pasien baru Covid-19 ini membuat sistem kesehatan India kolaps. Hal ini ditandai dengan banyak rumah sakit yang penuh sesak, jumlah ventilator yang dibutuhkan kurang dari cukup, dan yang mematikan adalah langkanya ketersediaan oksigen.

Pasokan oksigen menjadi masalah utama. Bahkan menurut situs berita BBC.com, sejumlah rumah sakit di ibu kota Delhi saja sudah kehabisan seluruhnya stok oksigen pada 22 April 2021 lalu. Langkanya pasokan oksigen ini menjadi salah satu faktor penyebab banyaknya korban jiwa Covid-19 di India.

Faktor lain yang turut memperparah gelombang kedua Covid-19 di India ini adalah ditemukannya varian baru virus Corona. Dikutip dari situs berita DW.com, varian baru yang diberi kode B.1.617 ini ditemukan pertama kali pada Oktober 2020 di India. Virus corona varian India ini terdiri dari dua jenis mutasi pada ujung protein virus.

Ujung protein yang bermutasi ini akan mempermudah virus corona untuk masuk ke sel tubuh dan menginfeksinya. Dr. Jeremy Kamil, ahli virus dari Louisiana State University, menyatakan dalam situs berita BBC.com bahwa mutasi ini mungkin juga membantu virus corona untuk menghindari antibodi dalam sistem kekebalan tubuh.

Jika lolos dari antibodi apapun, virus corona varian India ini dapat menyebar dengan cepat ke seluruh tubuh. Para ahli mengatakan bahwa ada resiko bahwa penyintas Covid-19, atau mereka yang telah mendapatkan vaksinasi, mungkin dapat terinfeksi oleh varian baru virus corona dari India ini.

Jaga Daya Tahan Tubuh Dan Patuhi Prokes

Jangan merasa aman hanya karena berpikir jarak Indonesia dan India cukup jauh. Sebab menurut pernyataan dari Kementerian Kesehatan RI, virus corona varian India ini sudah masuk Indonesia.

Dikutip dari situs berita kontan.co.id, Menteri Kesehatan RI mengatakan bahwa pada tanggal 26 April 2021 lalu sudah ada 10 kasus Covid-19 yang berhubungan dengan varian B.1.617 virus corona dari India.

Untuk memperkecil resiko penularan virus corona, terapkan selalu protokol kesehatan dengan melakukan 5M:

  • Memakai masker, dapat membantu menurunkan resiko penyebaran Covid-19
  • Menjaga jarak. Jagalah jarak dengan orang lain sekitar 1 meter di tempat umum. 
  • Mencuci tangan. Mencuci tangan secara menyeluruh, minimal selama 20 detik, dapat menghilangkan virus-virus 
  • Menjauhi kerumunan. Semakin banyak dan sering kita bertemu orang, kemungkinan terinfeksi corona akan semakin tinggi
  • Mengurangi mobilitas. Tetaplah berada di rumah, jika tidak ada urusan yang penting

Untuk memperkecil resiko terinfeksi virus penyakit, kita juga sebaiknya tetap menjaga daya tahan tubuh melalui pemenuhan kebutuhan nutrisi seimbang, salah satunya adalah vitamin C. Salah satu caranya adalah dengan mencukupi kebutuhan nutrisi yang diperlukan tubuh, seperti Vitamin C.

Beberapa pendapat mengungkapkan perbaikan kondisi pasien COVID-19 yang diberikan vitamin C, namun sampai saat ini vitamin C belum terbukti dapat mencegah COVID-19. Akan tetapi, vitamin C merupakan jenis nutrisi yang larut dalam air dan vitamin C tidak diproduksi oleh tubuh, sehingga tubuh memerlukan asupan vitamin C dari makanan ataupun suplemen. 

Vitamin C memiliki manfaat untuk menunjang kekebalan tubuh, namun adanya kasus lonjakan gelombang kedua yang lebih parah di India harus dipahami bahwa penerapan protokol kesehatan tetap perlu dijalankan dan tidak disepelekan sama sekali.

Jika konsumsi nutrisi seimbang tidak tercapai dan kehidupan sehari-hari dipenuhi stres, bahkan saat situasi pandemi COVID-19 masih berlangsung, penuhi kebutuhan vitamin C tubuh dengan mengkonsumsi suplemen vitamin Ester C.

Pilihlah Holisticare EsterC 1000, varian suplemen Ester C 1000 miligram baru dari Holisticare yang di launching pada bulan April 2021. Bersama Sandra Dewi, Holisticare EsterC 1000 ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk menjaga daya tahan tubuhnya. Yakinkan langkah sehatmu!


Related Article


Website ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari lebih lanjut.
Testing
Holisticare - Facebook Holisticare - Instagram Holisticare - Twitter Holisticare - Youtube