Gaya Hidup Sehat
Inilah Efek Radikal Bebas Terhadap Proses Penuaan
Kata “radikal bebas” tentu tidak asing lagi bagi kita. Sebenarnya apa yang dimaksud radikal bebas? Dan apa efek radikal bebas dalam proses penuaan?
Untuk memperkecil efek negatif radikal bebas pada tubuh, sebaiknya kita memperkuat daya tahan tubuh dengan memenuhi kebutuhan Vitamin C tubuh. Pilihlah suplemen Vitamin C yang berjenis Ester C, seperti Holisticare Ester C. Sebab Holisticare Ester C memiliki tingkat keasaman mendekati netral, sehingga lebih tidak perih di lambung. Kandungan Holisticare Ester C juga lebih mudah diserap oleh tubuh kita.
Efek Radikal Bebas Pada Tubuh Manusia
Radikal bebas adalah atom atau molekul yang mengandung satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan, sehingga sangat tidak stabil. Akibat ketidakstabilan ini, radikal bebas akan berusaha “mencuri” satu elektron dari molekul yang ada di dekatnya. Hal ini menyebabkan molekul yang kehilangan elektron menjadi tidak stabil, dan kemudian berlangsunglah reaksi berantai yang berujung pada kerusakan dan kematian sel.
Sejumlah radikal bebas hasil proses metabolisme normal dalam tubuh manusia ini dapat dinetralisir oleh antioksidan. Antioksidan adalah zat atau molekul yang menyumbangkan 1 elektronnya, untuk menetralkan radikal bebas. Antioksidan bisa dihasilkan dari dalam tubuh lewat enzim, atau dari luar tubuh lewat makanan bervitamin C.
Bila jumlah radikal bebas jauh melebihi ketersediaan antioksidan dalam tubuh, maka tubuh akan mengalami ketidakseimbangan yang berdampak pada kerusakan sel dan jaringan. Proses ini dinamakan dengan stres oksidatif.
Salah satu dampak stress oksidatif pada tubuh adalah munculnya gejala penuaan, termasuk pada penampilan fisik. Penuaan (aging) merupakan proses kemunduran fungsi fisiologis sel-sel tubuh secara progresif dan nirpulih (irreversible) seiring dengan bertambahnya umur manusia, yang mengakibatkan peningkatan kerentanan terhadap penyakit dan penurunan daya untuk bertahan hidup.
Hubungan Dengan Proses Penuaan
Terdapat banyak sekali teori mengenai penyebab proses penuaan, tetapi yang paling menonjol adalah teori kerusakan sel akibat stres oksidatif oleh radikal bebas yang pertama kali dikemukakan oleh Denham Harman pada tahun 1956. Jika mekanisme antioksidan tubuh tidak dapat berperan optimal, kelebihan radikal bebas akan merusak berbagai biomolekul dalam tubuh, termasuk DNA.
Berbagai penelitian membuktikan bahwa proses stres oksidatif meningkat sejalan dengan penambahan umur dan berkontribusi terhadap timbulnya penyakit degeneratif, seperti hipertensi, diabetes mellitus, dan radang sendi (osteoartritis). Jadi, benar saja bahwa radikal bebas bisa membuat Anda belasan tahun lebih tua.
Proses penuaan yang paling mudah kita amati adalah penuaan kulit. Kulit, merupakan organ yang banyak terpapar dengan berbagai radikal bebas dari lingkungan di luar tubuh manusia. Kulit mendapatkan paparan terus menerus radikal bebas yang terkandung dalam asap kendaraan bermotor dan asap rokok, serta sinar ultraviolet dari matahari.
Meningkatnya jumlah bintik-bintik pigmentasi di kulit merupakan salah satu karakteristik penuaan kulit yang berhubungan dengan stres oksidatif. Sebagai respons terhadap paparan sinar ultraviolet dari matahari, sel-sel keratin di kulit menghasilkan radikal nitric oxide yang akan merangsang enzim tirosinase membuat melanin.
Melanin sendiri adalah suatu pigmen yang membuat kulit berwarna lebih gelap. Vitamin C dan Vitamin E, berperan untuk “menetralkan” radikal nitric oxide ini, sehingga rangsangan terhadap enzim tirosinase berkurang.
Berdasarkan teori kerusakan dan kematian sel akibat stres oksidatif ini, maka salah satu upaya untuk menunda atau memperlambat proses penuaan adalah dengan mengurangi paparan radikal bebas dari luar serta meningkatkan kadar antioksidan dalam tubuh melalui asupan makanan yang kaya akan zat gizi yang dapat berperan sebagai antioksidan, misalnya suplemen Vitamin C dan Vitamin E.
[vc_separator][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_empty_space][vc_column_text]
Ditulis oleh:dr. Witri Ardini, M.Gizi, SpGK[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″]








