Penyakit
Minum Vitamin C Dosis Tinggi Saat Sakit, Tepatkah?
Sahabat Holisticare, Anda tentu sering mendengar, atau bahkan mungkin sudah menerapkan dan sering menganjurkan orang lain untuk mengonsumsi Vitamin C dosis tinggi ketika badan terasa mulai kurang fit, demam, disertai pilek dan bersin-bersin.
Umumnya, orang kemudian memilih untuk mengonsumsi Vitamin C dosis tinggi yang mudah diperoleh di pasaran. Entah karena memang efek dari suplemen vitamin dosis tinggi, karena istirahat, atau karena perjalanan ilmiah penyakit flu yang bisa sembuh sendiri dalam 3-5 hari, Anda pun merasa membaik.
Namun ada kalanya, sekalipun sudah beristirahat dan mengonsumsi vitamin dosis tinggi, gejala flu tidak juga membaik sehingga Anda terpaksa harus ke dokter dan baru membaik setelah mengkonsumsi obat-obat lain yang diresepkan dokter. Jadi sebenarnya, apa memang benar, konsumsi vitamin dosis tinggi, dalam hal ini Vitamin C, di saat sakit, bermanfaat untuk membantu pemulihan penyakit?
Manfaat Vitamin C Untuk Pemulihan
Telah banyak penelitian yang dilakukan untuk mengetahui manfaat Vitamin C terhadap berbagai penyakit. Hal ini berdasarkan sifat dan manfaat Vitamin C sebagai antioksidan dan sebagai komponen penting berbagai enzim. Beberapa penyakit yang banyak diteliti dan dikaitkan dengan Vitamin C antara lain adalah katarak, diabetes mellitus, dan common cold (flu).
Banyak sekali penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli di seluruh dunia untuk membuktikan hipotesis dari Dr. Linus Pauling bahwa pemberian Vitamin C dosis tinggi (lebih dari 1 gram) dapat mencegah dan mengobati flu. Hasil-hasil penelitian tersebut tidak konsisten; sebagian menyatakan bermanfaat, sebagian lagi tidak.
Suatu pengujian terhadap 6 penelitian berskala besar menyimpulkan bahwa tidak ada efek tingginya dosis konsumsi Vitamin C terhadap angka kejadian flu, walaupun pada beberapa subgrup penelitian ditemukan sedikit efek protektif Vitamin C.
Hasil uji pada 29 penelitian lain mendapatkan efek yang konsisten dari pemberian suplemen Vitamin C lebih dari 200 miligram/hari terhadap durasi sakit akibat flu, yaitu sebesar 8 persen pada orang dewasa, dan 13,5 persen pada anak-anak.
Sangatlah logis ketika orang beranggapan bahwa makin tinggi kadar suatu vitamin dikonsumsi, maka kadarnya di dalam tubuh akan meningkat. Karena itu, konsumsi Vitamin C dosis tinggi diharapkan dapat meningkatkan kadarnya di dalam tubuh, dan manfaat Vitamin C akan lebih maksimal. Benarkah demikian?
Penyerapan Vitamin C Dosis Tinggi
Data penelitian menyatakan bahwa makin tinggi Vitamin C yang dikonsumsi, proporsi yang diserap di usus halus lebih sedikit. Ketika seseorang mengonsumsi makanan atau suplemen yang mengandung Vitamin C sebanyak 200 miligram, maka hampir seluruh Vitamin C dapat diserap di usus halus.
Bila asupan Vitamin C mencapai 1000 miligram atau lebih, terjadi penurunan proporsi Vitamin C yang dapat diserap menjadi 50 persen. Artinya, bila Anda mengkonsumsi 1000 miligram Vitamin C, maka yang dapat diserap oleh usus halus hanyalah 500 miligram. Sisanya, tidak terserap, alias terbuang bersama dengan feses.
Di sisi lain, makin tinggi asupan Vitamin C, makin tinggi pula jumlah metabolit Vitamin C yang ditemukan di air seni; hal ini berarti, makin banyak jumlah Vitamin C yang “terbuang”. Sebagaimana kita ketahui, Vitamin C larut di dalam air dan tidak dapat disimpan sebagai cadangan jika kadarnya berlebih dalam tubuh.
Kadar normal Vitamin C dalam plasma darah adalah 0,8-1,4 mg/dL, yang setara dengan 1500 miligram Vitamin C dalam seluruh jaringan tubuh. Pada seseorang yang mengkonsumsi Vitamin C kurang dari 100 mg/hari, tidak ditemukan metabolit Vitamin C pada air seni.
Akan tetapi ketika asupan Vitamin C meningkat 2 kali lipat, maka di air seni didapatkan sekitar seperempat dari Vitamin C yang dikonsumsi. Jika konsumsi Vitamin C melebihi 500 mg/hari, maka makin banyak proporsi Vitamin C yang dikeluarkan melalui air seni.
Konsumsilah Vitamin C Berdosis Cukup
Dari temuan tersebut, jelas bahwa konsumsi Vitamin C dosis tinggi, tidak akan meningkatkan kadar Vitamin C dalam tubuh. Sebab proporsi yang diserap makin sedikit dan proporsi yang “dibuang” melalui air seni makin banyak.
Karena itu konsumsilah Vitamin C, baik melalui makanan maupun suplemen Vitamin C, dengan bijak dan sewajarnya. Saat sakit, tubuh memang membutuhkan asupan Vitamin C yang lebih tinggi daripada biasanya, namun bukan dosis tinggi/megadosis dalam sekali minum. Imbangi pula dengan istirahat yang cukup dan pengaturan makan yang baik. Salam sehat!
[vc_separator][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_empty_space][vc_column_text]
Ditulis oleh:
dr. Witri Ardini, M.Gizi, SpGK[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″]





