Holisticare Logo
efek diet
Back to Article

Diet & Nutrisi

Efek Diet Populer yang Belum Anda Tahu

Semakin banyak orang yang sukses menurunkan berat badannya, semakin populer sebuah program diet. Tapi ada beberapa efek diet dari program diet populer yang mungkin belum Anda ketahui. Apa saja? Simak di artikel ini.

Artikel ini dipersembahkan oleh Holisticare Ester C, suplemen Vitamin C jenis Ester C. Untuk penuhi kebutuhan Vitamin C harian tubuh, konsumsilah Holisticare Ester C. Sebab Holisticare Ester C adalah Vitamin C yang lebih tidak perih di lambung (pH netral), dan 24 hours bioavailability (tersedianya kadar vitamin C dalam tubuh selama 24 jam).

Efek Diet Negatif Dari Program Diet Populer

Terkadang orang lupa bahwa diet tertentu memiliki sisi lain mengenai kesehatan. Diet yang orang lakukan justru harus mengorbankan aspek kesehatan  lain alias tidak holistic (menyeluruh).

Holisticare Ester C akan mengulas beberapa sisi lain dari diet populer yang mungkin bisa menjadi bahan pertimbanganmu sebelum memilihnya.

1. Diet OCD

OCD adalah diet yang dipopulerkan oleh salah satu selebriti yang menganut sistem Intermittent Fasting atau puasa berselang. Kamu yang menjalani OCD wajib menjalani aturan puasa dalam jangka waktu tertentu. Lamanya  puasa dilakukan bertahap yakni selama 16 jam, 18 jam, kemudian berlanjut ke 20 jam dalam sehari.

Di waktu yang diperbolehkan makan, kamu bebas makan dan minum apa saja, asalkan jangan melanggar aturan puasa tersebut. Pola ini selalu diulang-ulang setiap harinya selama bertahap.

Meskipun banyak yang sukses, sistem Intermittent Fasting  ini memiliki efek diet yang negatif. Pola puasa yang begitu panjang dinilai terlalu memforsir perubahan gaya hidup.

Para nutrisionis juga menilai diet ini berbahaya karena tubuh yang tidak diberi makan dalam waktu lama akan akan membuat tubuh menjadi stress, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap metabolisme tubuh. Selain itu, Intermittent Fasting  juga tidak aman bagi lambung karena lambung memiliki jam kerja biologis yang seharusnya diisi makanan.

Ketika tidak ada makanan masuk, lambung akan ‘memijat’ tanpa ada makanan di dalamnya. Kondisi ini dapat menyebabkan luka pada lambung.

2. Diet Paleo

Diet ini menganut pola makan rendah karbohidrat yang diyakini diterapkan pada jaman Paleolitikum. Prinsip utama dalam menerapkan diet ini yakni dengan menghindari makanan olahan yang mengandung zat kimia dan tidak bisa dimakan mentah-mentah, serta hanya mengonsumsi daging dari peternakan organik.

Diet paleo sangat berfokus pada daging, makanan laut, kacang-kacangan, sayuran dan buah-buahan, namun tidak termasuk susu, biji-bijian, kacang polong, gula, minyak, dan makanan olahan.

Sebelum memilihnya, kamu perlu tahu bahwa diet Paleo termasuk diet rendah karbohidrat yang menurut WHO berisiko menyebabkan gangguan fungsi otak, konstipasi, dan kanker usus. Diet dengan asupan daging yang tinggi juga bisa menyebabkan kanker dan penyakit jantung.

Diet Paleo juga dikritik beberapa pakar nutrisi. Dalam situs Body and Soul, menurut mereka tidak ada pernyataan yang valid tentang kebutuhan manusia untuk makan layaknya orang-orang jaman purba. Lagipula, tidak ada yang bisa memastikan seperti apa makanan orang di jaman Paleolitikum.

3. Diet Vegan

Vegan berbeda dengan vegetarian.  Bedanya, penganut vegan sama sekali hanya mengonsumsi makanan yang terbuat dari sayuran, sementara beberapa penganut program diet vegetarian tertentu masih diperbolehkan mengkonsumsi produk olahan susu atau makanan laut.

Diet Vegan memang menyehatkan dengan menu sayuran setiap harinya. Namun saat kamu menjadi vegan nanti, tubuh berpotensi kekurangan nutrisi kalsium, zat besi, vitamin B-12, dan asam lemak omega-3 (dikutip dari Livestrong).

Kamu juga akan ‘puasa’ dengan asupan protein hewani yang merupakan sumber energi tubuh. Untuk kamu yang berbadan kurus tidak disarankan untuk melakukan diet ini.

4. Diet Mayo

Mayo adalah diet yang membatasi konsumsi karbohidrat dan garam selama 13 hari. Diet yang sempat booming di Indonesia ini menjanjikan penurunan berat badan hingga 7 kilogram. Biasanya jenis makanan pada diet Mayo diolah dengan cara dikukus atau dipanggang. Tidak ada nasi, yang ada hanyalah sayur dan sumber protein tanpa garam.

Sebagaimana diet yang lain, diet Mayo juga memiliki kelemahan. Diet Mayo sangat tidak cocok untuk kamu yang menginginkan tubuh ideal dalam waktu yang lama. Hal ini dikarenakan cara kerja diet Mayo sebenarnya hanyalah membuang cairan tubuh.

Jadi, berat badan yang berkurang sebenarnya adalah cairan tubuh yang terbuang karena tidak terikat dengan garam. Ketika kamu kembali mengonsumsi garam, tubuhmu pun akan kembali seperti sebelumnya.

Kekurangan garam selama diet berpotensi akan menyebabkan tubuh dehidrasi, gampang lelah, bahkan pusing. Diet Mayo juga termasuk diet rendah karbohidrat yang membuatmu kekurangan tenaga.

Hindari Efek Diet Negatif Dan Bantu Dengan Vitamin C

Sahabat Holisticare, sebelum kamu memperbaiki penampilan dengan diet, sebaiknya perhatikan apakah diet yang kamu pilih benar-benar sehat secara holistic (menyeluruh). Jangan sampai diet yang kamu lakukan malah mengganggu kesehatan organ lain di tubuhmu.

Menurunkan berat badan juga butuh olahraga untuk meningkatkan massa otot agar tidak lemas dan tulang tidak mudah keropos. Karenanya, jangan hanya mengandalkan pola makan, lakukan juga olahraga.

Jangan lupa untuk penuhi kebutuhan Vitamin C tubuh setiap hari selama menjalani program diet. Sebab tubuh yang tercukupi kebutuhan Vitamin C hariannya dapat membakar lemak 30 persen lebih banyak saat berolahraga (moderate), dibandingkan tubuh yang kandungan Vitamin C di dalamnya rendah.

Selalu penuhi kebutuhan Vitamin C tubuh setiap hari. Pilihlah suplemen Vitamin C harian dengan jenis Ester C, seperti Holisticare Ester C, karena lebih tidak perih di lambung dan lebih cepat diserap oleh tubuh.


Related Article


Website ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari lebih lanjut.
Testing
Holisticare - Facebook Holisticare - Instagram Holisticare - Twitter Holisticare - Youtube