Gaya Hidup Sehat
Manajemen Stress Orang Sukses dan Terkenal yang Mudah Kita Tiru
Semakin sukses orang, tentu akan semakin banyak menghadapi stres. Ibarat sebuah pohon yang semakin tumbuh, semakin kencang pula angin menerpanya. Salah satu syarat untuk menjadi sukses adalah manajemen stres yang bagus. Siapapun tentu akan dihantui oleh stres, namun ketahuilah bahwa stres bisa dikelola menjadi sesuatu yang positif.
Terkait hal ini, ada dua istilah psikologi yang dikenal, yaitu eustress dan distress. Eustress adalah ‘stres baik’ yang mengarah pada emosi positif dalam menghadapi tekanan. Sementara distress sebaliknya, seseorang akan merespon stres dengan cara yang negatif dan menjatuhkan dirinya sendiri.
“If you can’t handle stress, then you won’t manage success”
Orang-orang sukses dunia seperti Bill Gates, Oprah, atau Barack Obama adalah orang yang mampu mengelola stresnya menjadi sesuatu yang positif. Mereka memiliki cara tersendiri dalam merespon tekanan stres yang diterima. Dengan kemampuan inilah mereka bisa menjadi orang sukses. Lalu, bagaimana orang-orang sukses di dunia mengelola stres?

Manajemen Stres Bill Gates: “Keep it simple!”
CEO Microsoft, Bill Gates, punya cara yang berbeda dalam menangani stres. Satu kata kunci yang paling menonjol menurutnya adalah “keep it simple”. Ketika menghadapi beberapa kewajiban yang datang sekaligus, dia membuatnya menjadi simpel dengan memisahkan kewajiban berdasarkan prioritasnya.
Langkah selanjutnya, Bill Gates hanya memfokuskan diri pada kewajiban yang benar-benar penting. Dengan kata lain, ia menyingkirkan semua kekacauan dan fokus pada tugas yang ada. Menurutnya dengan bekerja lebih cerdas, bukan lebih keras, kita bisa membuat sesuatu menjadi sederhana.
Bill Gates juga suka membaca buku setidaknya satu jam sebelum tidur. Terkait hal ini, ada penelitian yang dilakukan pada sejumlah mahasiswa. Hasilnya, mahasiswa yang rutin membaca buku memiliki hubungan positif dengan indikator prestasi mereka seperti partisipasi akademis, nilai rata-rata, serta kompetensi.

Manajemen Stres Oprah Winfrey: Atur Waktu Tidur
Salah satu orang yang masuk kriteria sukses dunia adalah Oprah Winfrey. Kehebatannya menginspirasi orang membuat acara talkshow-nya ditonton oleh 48 juta pemirsa setiap minggunya di Amerika dan disiarkan secara internasional di 126 negara.
Sebagaimana orang sukses lainnya, Oprah tentu tak luput dari tekanan stres. Bagaimana ia mengatasinya? Pertama, Oprah menjaga waktu tidurnya selalu cukup. Baginya, tidur selama 5,5 jam setiap hari akan membuatnya bekerja dengan baik. Jika kurang dari itu, Oprah akan merasa kurang fokus, tidak berdaya, lesu, dan ketajaman pikirannya menurun.
Saat bangun tidur, Oprah sama sekali tidak mengandalkan alarm. Jam biologis tubuhnya telah diatur untuk bangun sekitar 7:16 hingga 7:23 pagi. Secara ilmiah, bangun tidur tanpa alarm akan membuat tubuh lebih rileks dan mengurangi kecemasan saat bangun.
Sebaliknya, bangun tidur dengan alarm akan membuat tidur lebih cemas menghitung waktu, juga membuat detak jantung bekerja lebih cepat saat bangun. Ini akan menambah potensi stres seseorang.

Manajemen Stres Barack Obama: Membagi Waktu
Mengurus negara sebesar Amerika Serikat adalah pekerjaan yang tentu penuh tekanan dan membuat stres. Nah, mantan presiden Amerika Serikat, Barack Obama, punya cara tersendiri dalam mengelola stres. Pertama, Ia mencoba mengambil waktu khusus untuk me-recharge pikiran. Cara me-recharge setiap orang berbeda-beda, dan Obama lebih memilih untuk menyendiri di ruangannya selama 4 hingga 5 jam.
Obama juga sering meluangkan waktu malamnya untuk bermain biliar bersama teman-temannya. Dan di pagi harinya, Ia rutin melakukan latihan angkat beban dan kardio. Ada sebuah penelitian kecil yang dilakukan terhadap siswa di Hawaii. Penelitian ini membagikan pentingnya menanamkan aktivitas fisik di dalam kesibukan.
Meskipun kecil, namun didapatkan dampak positif pada diri siswa dalam belajar matematika, tanpa menimbulkan efek negatif. Selain itu, aktivitas fisik juga menimbulkan perubahan positif pada tingkah laku siswa dan tingkat kecemasannya.
Selain itu, cara menangani stres yang terpenting bagi Obama adalah meluangkan waktu bersama keluarga. Obama menganggap saat makan malam bersama keluarga dan membicarakan sesuatu, ia akan mendapatkan perspektif berbeda dari anak-anaknya. Dengan begitu, Obama bisa mengambil sudut pandang yang jauh dari sebuah masalah ketimbang terus panik pada masalah yang dihadapi.
Sebuah penelitian unik terkait keluarga menyimpulkan, kegiatan konseling berbasis keluarga ternyata efektif mengurangi ketidakaktifan otot. Secara tidak langsung, kegiatan ini mampu membantu mengurangi risiko otot kaku. Sepertinya cara ini bisa kamu lakukan saat stres.

Manajemen Stres B.J. Habibie: Menulis
B.J. Habibie dikenal bukan hanya sebagai mantan Presiden kita, tapi juga sebagai orang jenius yang berjasa di dunia penerbangan Indonesia dan dunia. Berbeda dengan tokoh sebelumnya, kali ini kita membahas bagaimana Habibie mengelola stres karena kepergian Ibu Ainun, sang istri tercinta.
Setelah Ibu Ainun meninggal dunia, Habibie sempat terkena psikosomatik malignant, sebuah gangguan psikologis akibat stres. Tim dokter menyarankan beliau untuk memilih 4 opsi pengobatan agar ia bisa sehat seperti semula; masuk Rumah Sakit Jiwa, tinggal bersama tim dokter, curhat kepada orang lain, atau curhat dengan diri sendiri. Habibie memilih opsi keempat, yaitu curhat dengan diri sendiri lewat tulisan.
Selama tujuh bulan, Habibie menyibukkan diri untuk menulis tentang dirinya dan mendiang istri, hingga pada akhirnya menghasilkan sebuah buku berjudul “Habibie & Ainun”. Perlahan tapi pasti, cara Habibie mengelola stresnya terbukti berhasil. Upayanya meyakinkan kepada kita semua bahwa menulis itu termasuk cara yang efektif untuk mengelola stres.
Bantu Jaga Daya Tahan Tubuh Dengan Vitamin C
Stres dapat menurunkan daya tahan tubuh seseorang. Untuk membantu jaga daya tahan tubuh, tubuh kita memerlukan asupan Vitamin C yang mencukupi.
Ada empat fungsi Vitamin C bagi daya tahan tubuh, yaitu:
- Meningkatkan kinerja sel natural killer.
- Mendukung fungsi neutrofil.
- Mempertahankan jumlah limfosit.
- Menaikkan kerja imunoglobulin.
Pilihlah jenis Vitamin C Ester C yang memiliki kadar keasaman mendekati netral, seperti Holisticare Ester C, sehingga lebih tidak perih di lambung dan aman untuk dikonsumsi secara rutin.





