Penyakit
Cegahlah Penyakit Osteoporosis dengan Vitamin Ini
Menurut WHO, penyakit osteoporosis memiliki sifat-sifat khas berupa massa tulang yang rendah disertai perubahan mikroarsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang. Kondisi ini akan menimbulkan pengeroposan tulang akibat meningkatnya kerapuhan tulang dengan risiko terjadinya patah tulang.
Berdasarkan penelitian terbaru dari International Osteoporosis Foundation (IOF), mengungkapkan bahwa 1 dari 4 perempuan di Indonesia dengan rentang usia 50-80 tahun memiliki risiko terkena osteoporosis dengan risiko perempuan 4 kali lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Menurut data dari Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS 2010), angka insiden patah tulang (pada paha) akibat osteroporosis sekitar 200 dari 100.000 kasus pada usia 40 tahun.
Osteoporosis tidak menampakan tanda-tanda fisik yang nyata hingga terjadi keropos atau keretakan pada usia senja. Namun beberapa kondisi berikut dapat menjadi gejala terjadinya osteoporosis, antara lain sakit punggung, postur tubuh bungkuk, menurunnya tinggi badan, dan lebih sering mengalami cedera atau keretakan tulang.
Biasanya penyakit ini menjangkiti sebagian besar wanita setelah menopause, salah satu penyebabnya karena produksi hormon esterogen pada wanita menopause sudah jauh berkurang, sehingga tubuh menyerap kalsium yang ada dalam tulang.
Faktor Risiko Terjadinya Osteoporosis
Tulang kita terus beregenerasi dari waktu ke waktu, yang artinya tulang yang telah rapuh akan tergantikan dengan tulang baru. Nah kemampuan beregenerasi ini terus menurun sejalan dengan pertambahan usia. Saat masih anak-anak, tulang kita tumbuh dan mampu melakukan regenerasi dengan cepat.
Pada rentang usia 16-18 tahun, tulang kita secara perlahan akan berhenti tumbuh, namun di sisi lain massa tulang akan terus bertambah hingga usia akhir 20 tahunan. Berikutnya secara perlahan tapi pasti, kepadatan tulang akan semakin berkurang dimulai sekitar umur 35 tahun. Berikut ini adalah faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya osteporosis:
- Jenis kelamin (lebih banyak pada wanita)
- Riwayat keluarga
- Pertambahan usia
- Ras kulit putih (Asia)
- Ukuran tubuh yang kecil (kurus)
- Gaya hidup (peminum alkohol, perokok)
- Kurangnya asupan kalsium dalam jangka panjang
Mengurangi Risiko Penyakit Osteoporosis
Risiko terserang osteoporosis bisa berkurang jika sedari muda kita mulai menerapkan pola makan sehat disertai dengan melakukan olahraga secara teratur. Perbanyak konsumsi makanan dan minuman yang kaya akan kandungan kalsium seperti:
- Susu
- Ikan teri
- Brokoli
- Tempe
- Tahu
- Keju
- Kacang-kacangan.
Kecukupan asupan kalsium untuk usia produktif adalah 1000 miligram kalsium per hari, sedangkan untuk lansia 1200 miligram per hari, bila perlu minumlah suplemen kesehatan.
Hindari rokok dan alkohol, karena bisa menghambat penyerapan kalsium dan mengurangi massa tulang, serta hindari pula minuman bersoda dan kafein karena bisa membawa kalsium keluar dari tulang dan meningkatkan pembuangan kalsium melalui urin.
Vitamin D Pencegah Osteoporosis
Pastikan juga kita mengkonsumsi vitamin yang berguna untuk membantu penyerapan kalsium, seperti yang kita ketahui selama ini, yaitu Vitamin D. Tanpa Vitamin D, kalsium tidak dapat diserap oleh usus dengan baik.
Selain dari makanan, sinar matahari terutama UV B membantu tubuh menghasilkan Vitamin D yang dibutuhkan dalam pembentukan massa tulang. Berjemurlah dibawah sinar matahari selama 20-30 menit, tiga kali seminggu. Sebaiknya berjemur dilakukan pada pagi hari sebelum jam 9 dan sore hari sesudah jam 4.
Ternyata Vitamin C Juga Bisa Cegah Osteoporosis
Selain Vitamin D, ada satu Vitamin lagi yang bisa membantu mengurangi risiko osteoporosis, namun belum banyak diketahui oleh masyarakat awam. Vitamin tersebut adalah Vitamin C. Nah bagaimana mekanisme Vitamin C dalam membantu mengurangi risiko terserang osteoporosis?
Saat konsentrasi Vitamin C ada di dalam tubuh lebih besar dari dosis minimum pencegahan skorbut, maka vitamin C dapat membantu meningkatkan massa tulang dan mengurangi resiko patah tulang.
Hal ini bisa terjadi karena Vitamin C menekan osteoclast (sel penghancur tulang) dan menstimulasi osteoblast (sel pembentuk tulang). Berkat proses seimbang ini, Vitamin C mendukung regenerasi tulang secara sehat dan konstan. Hal ini sangat penting untuk mencegah kasus patah tulang.
Selain itu, Vitamin C diperlukan untuk pembentukan kolagen dan perbaikan jaringan. Kolagen adalah protein dalam tubuh yang salah satu fungsi utamanya ialah memberikan kekuatan dan struktur tubuh. Kolagen terdapat pada kulit, otot, tendon, serta tulang. Jika kekurangan Vitamin C, maka akan berdampak buruk terhadap proses pembentukan kolagen yang berperan untuk menjaga kekuatan struktur tulang.
Berbagai studi mengenai peran Vitamin C dalam mengurangi risiko terkena osteoporosis, sudah cukup banyak dipublikasikan. Jadi selain Vitamin D, Vitamin C dengan dosis tepat pun ternyata bisa mendukung kesehatan dan tulang. Sehingga mampu mengurangi risiko terserang osteoporosis.
Faktor Resiko Penyakit Osteoporosis
Sebaiknya kita menjauhi faktor peningkat resiko osteoporosis. Beberapa faktor resiko osteoporosis itu adalah:
- Jenis kelamin, lebih banyak pada wanita
- Riwayat keluarga menderita osteoporosis
- Pertambahan usia
- Ras kulit putih (Asia)
- Ukuran Tubuh yang kecil (kurus)
- Gaya Hidup seperti peminum alkohol, merokok
- Kurangnya konsumsi kalsium dalam jangka waktu yang lama .








