Holisticare Logo
Bahaya Radikal Bebas
Back to Article

Gaya Hidup Sehat

Bahaya Radikal Bebas Dan Cara Mengatasinya

Radikal bebas dan antioksidan tentu bukanlah istilah yang asing lagi bagi kita. Istilah ini sering dikaitkan dengan masalah daya tahan tubuh, penyakit, penuaan dini, juga suplemen kesehatan.

Artikel ini akan memberikan informasi seputar radikal bebas dan antioksidan. Untuk melawan efek negatifnya, penuhi kebutuhan Vitamin C tubuh setiap hari dengan konsumsi suplemen Vitamin C.

Pilihlah suplemen Vitamin C jenis Ester C, seperti Holisticare Ester C. Sebab Holisticare Ester C memiliki tingkat keasaman mendekati netral, sehingga lebih nyaman di lambung. Kandungan Holisticare Ester C juga lebih mudah diserap oleh tubuh.

Radikal bebas adalah tokoh antagonis, yang memiliki peran mengganggu, merusak sel, atau mengacaukan kestabilan metabolisme tubuh. Sementara antioksidan adalah lawannya, ia berperan meredam kekacauan yang dilakukan radikal bebas terhadap tubuh.

Apa Itu Radikal Bebas Dan Antioksidan?

Radikal bebas adalah atom atau molekul yang sangat reaktif dengan struktur sel lain yang berbeda di tubuh karena mengandung elektron yang tidak berpasangan. Molekul radikal bebas yang kehilangan elektron akan melakukan apapun untuk mengisinya, termasuk mencuri elektron dari molekul sel struktur seluler tubuh kita.

Kondisi ini dapat merusak DNA, protein (enzim), dan membran sel. Pada akhirnya, molekul reaktif ini mengakibatkan tubuh rentan terserang penyakit atau lebih cepat mengalami penuaan.

Molekul reaktif ini bisa berasal dari dalam tubuh melalui hasil metabolisme makanan menjadi energi, juga dari luar tubuh misalnya paparan Sinar X, ozon, asap rokok, polusi udara, limbah kimia, atau bahan kimia makanan. Gorengan, minuman beralkohol, asap tembakau, pestisida, dan polusi udara adalah beberapa penyebab sumber utama radikal bebas.

Bahaya Radikal Bebas Antioksidan

Sementara itu antioksidan adalah senyawa yang dapat mengurangi pembentukan radikal bebas, atau menetralkannya. Antioksidan seringkali memberikan pasangan elektron pada radikal bebas sehingga tidak lagi merusak berbahaya bagi sel tubuh.

Di dalam tubuh juga terdapat antioksidan. Namun apabila paparan radikal bebas lebih banyak dibandingkan antioksidan, maka tubuh membutuhkan asupan makanan maupun suplemen antioksidan. Vitamin C, Vitamin E, beta karoten, dan selenium adalah beberapa sumber antioksidan yang penting bagi tubuh.

Pada dasarnya, radikal bebas tidak berpotensi membahayakan tubuh jika kadarnya masih diimbangi antioksidan. Namun melihat kondisi lingkungan saat ini, kemungkinan molekul reaktif ini untuk masuk ke tubuh lebih besar ketimbang antioksidan.

Bahkan sebagian orang di masa kini gemar ‘membawa’ molekul negatif ini masuk ke tubuh, contohnya perokok dan penggemar junk food. Sementara asupan antioksidan dari makanan atau suplemen Vitamin C justru kurang mereka perhatikan.

Jika kadar radikal bebas melampaui kemampuan tubuh untuk mengelolanya, maka akan timbul kondisi yang disebut stres oksidatif (oxidative stress).

Kondisi ini memicu berbagai penyakit gangguan kesehatan seperti penyakit jantung, katarak, gangguan pernapasan, tekanan darah tinggi, bahkan kanker.

Mencukupi Jumlah Antioksidan

Jumlah antioksidan dalam tubuh terkadang kurang dari jumlah radikal bebas yang masuk. Oleh karena itu kita butuh asupan antioksidan dari makanan sehari-hari.

Rata-rata asupan antioksidan harian orang dewasa yang direkomendasikan National Institute of Health adalah 1076 miligram untuk Vitamin A (termasuk 46 persen retinol dan 55 persen beta karoten), 107 miligram untuk Vitamin C dan 9 miligram untuk Vitamin E.

Bahaya Radikal Bebas Buah Cerah

Namun bagi yang sering terpapar radikal bebas, seperti seorang pengendara motor, pekerja pabrik, perokok, atau penggemar makanan cepat saji, jumlah yang mereka butuhkan mungkin lebih dari itu.

Dikutip dari Livestrong, ada 4000 senyawa dalam makanan yang berperan sebagai antioksidan. Setidaknya beberapa jenis makanan yang mengandung antioksidan, perlu ada dalam menu sehari-hari.

Sebagian besar sumber antioksidan ini ditemukan pada buah dan sayuran dengan warna cerah seperti tomat merah, delima, wortel, buah citrus (jeruk dan sejenisnya), brokoli, kacang-kacangan, biji-bijian, ikan, dan teh hijau.

Konsumsi Suplemen Vitamin C

Mencukupi antioksidan sebenarnya cukup dengan mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan. Namun ternyata ada beberapa kendala yang malah membuatnya menjadi tidak simpel. Pertama adalah masalah selera, tidak semua orang suka dengan sayuran, biji-bijian, atau ikan.

Masalah kedua biasanya terjadi pada masyarakat perkotaan yaitu kesibukan. Kondisi ini mengharuskan masyarakat perkotaan memilih makanan simpel dan praktis, namun tidak sehat.

Bahaya Radikal Bebas Vitamin

Ketiga, kualitas buah dan sayur di perkotaan sudah tidak sebagus saat dipetik di perkebunan. Sebuah jeruk segar yang rata-rata mengandung 70 miligram Vitamin C, mungkin hanya tersisa 10 miligram saat tiba di toko buah.

Untuk menyiasati kendala tersebut, mengonsumsi antioksidan dari suplemen Vitamin C adalah jalan keluarnya. Selain praktis, kandungan gizi dari suplemen juga lebih terukur.

Suplemen Vitamin C bisa kamu dapatkan dengan mengonsumsi Holisticare Ester C setiap hari. Holisticare Ester C juga telah bersertifikasi halal, sehingga membuat nyaman di hati.



Website ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari lebih lanjut.
Testing
Holisticare - Facebook Holisticare - Instagram Holisticare - Twitter Holisticare - Youtube