Penyakit
Kenali Gejala, Dampak, dan Cara Mencegah Virus Zika
Kini, ketika membaca atau menonton berita kita seringkali mendengar mengenai virus baru yaitu Virus Zika. Tetapi, sebenarnya apa itu?
Untuk memperkecil resiko terkena infeksi virus, perkuatlah daya tahan tubuh Anda dengan memenuhi kebutuhan Vitamin C setiap hari. Pilihlah suplemen Vitamin C yang berjenis Ester C, seperti Holisticare Ester C.
Sebab Holisticare Ester C memiliki tingkat keasaman mendekati netral, sehingga lebih tidak perih di lambung. Kandungan Holisticare Ester C juga lebih mudah diserap oleh tubuh kita.
Darimana Asal Virus Zika?
Virus Zika berasal dari gigitan nyamuk Aedes yang biasanya mengigit pada saat pagi, sore, atau malam hari. Virus ini pertama ditemukan di Uganda dan Tanzania pada tahun 1947, oleh sebuah jaringan pemantauan atau monitoring demam kuning Sylvatic. Mereka menemukan virus ini pertama kali pada spesies monyet Rhesus.
Virus Zika merupakan flavivirus yang temasuk dari keluarga virus flaviviridae, maka karena gejala virus yang hampir mirip, virus Zika seringkali dikelirukan sebagai virus west nile, demam berdarah, dan demam kuning sylvatic.
Pada tahun 1952, virus Zika ditemukan telah menyerang manusia kemudian mulai menyebar ke negara-negara di Asia Pasifik, Afrika, dan Amerika Latin. Lalu kini dikhawatirkan sedang menyebar ke negara-negara lainnya.
Sejak penyebarannya di Brasil pada tahun 2013 hingga 2015 yang lalu, virus ini telah ditemukan di sekitar 18 negara di Carribean, Amerika bagian selatan dan utara.
Selain itu, virus Zika ini juga pernah ditemukan telah menyebar di Indonesia pada tahun 2013 dan terus menyebar ke berbagai bagian di Indonesia, terutama Jambi pada tahun 2015.
Virus Zika telah ditemukan pada banyak sekali anak-anak kecil terutama mereka yang baru lahir dan memiliki otak yang tidak sepenuhnya berkembang.
Ini Gejala Infeksi Virus Zika
Sekitar satu dari lima orang jatuh sakit setelah terinfeksi oleh virus Zika. Ketika seseorang terkena infeksi virus ini, mereka biasanya akan sakit dengan gejala-gejala yang terlihat ringan tetapi akan berlangsung berhari-hari hingga sekitar satu minggu.
Sebab virus Zika biasanya ditemukan berdiam pada darah seseorang selama beberapa hari. Tetapi pada orang-orang tertentu mungkin bisa lebih lama.
Gejala virus ini mirip dengan demam berdarah dan chikungunya karena penyakit menyebar melalui nyamuk yang sama, yaitu nyamuk Aedes aegypti. Gejala yang paling umum dari infeksi virus Zika adalah:
- Demam
- Ruam dan iritasi
- Nyeri sendi
- Konjungtivitis atau mata merah.
- Gejala umum lainnya termasuk nyeri otot serta sakit kepala.
Saat Anda atau orang terdekat memiliki gejala-gejala seperti ini segera periksalah pada dokter untuk mengetahui bila berkaitan dengan virus Zika atau tidak. Ada baiknya juga apabila ketika terkena gejala tersebut langsung melakukan tes darah, karena virus ini biasanya berdiam pada darah.
Masa inkubasi untuk penyakit virus ini tidak diketahui, tetapi menurut ahli kesehatan mungkin akan berlangsung selama beberapa hari hingga seminggu, sesuai kekebalan tubuh masing-masing orang.
Apa Sih Dampaknya?
Kekhawatiran terbesar dari penyebaran virus ini adalah dampak potensial pada bayi yang berkembang di dalam rahim. Sejauh ini di Brasil, ada sekitar 3.500 kasus yang dilaporkan mengenai bayi yang dilahirkan dengan kepala yang lebih kecil dari biasanya, biasa disebut sebagai microcephaly atau microcephalus.
Sekitar 25.000 anak di Amerika Latin terkena kondisi tersebut setiap tahunnya. Tapi kemungkinan 80 persen dari infeksi virus Zika tidak mengakibatkan gejala tersebut.
Ini Cara Mencegahnya
Jadi, untuk mencegah serangan dan infeksi virus Zika, kita harus selalu menjaga kesehatan. Sebab kekebalan tubuh sangat berperan dalam mencegah infeksi ini. Saat sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi secara maksimal, virus akan mudah menyebar infeksi ke darah kemudian ke seluruh tubuh.
Selain beristirahat, dan makan sehat dan teratur, kita juga bisa memastikan sistem kekebalan tubuh baik dengan mengonsumsi vitamin. Salah satunya adalah Vitamin C. Menurut para ahli kesehatan, Vitamin C dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Karena Vitamin C, juga dikenal sebagai asam askorbat, dapat menyerang asam nukleat pada virus. Vitamin C juga dapat menyerang bakteri yang masuk dalam tubuh dan dapat bertindak sebagai antioksidan, yang membantu menangkal radikal bebas. Hal ini membuat sistem kekebalan tubuh Anda akan lebih siap untuk memerangi bakteri, mikroba, dan virus yang mengganggu kesehatan tubuh.
Namun sebaiknya kita tetap waspada akan nyamuk dan melindungi diri dari gigitan nyamuk. Caranya dengan menggunakan obat pembunuh nyamuk, dan krim kulit atau obat yang melindungi dari gigitan nyamuk. Sebab nyamuk Aedes tersebar di banyak negara termasuk Indonesia.
Jadi, kita semua perlu waspada akan virus ini, terutama para ibu yang sedang mengandung. Karena ketika nyamuk Aedes menyerang ibu hamil, infeksi virus ini akan menurun pada bayi dalam kandungan.





