Holisticare Logo
Makanan Pemicu Asam Lambung
Back to Article

Penyakit

Makanan Pemicu Asam Lambung Yang Harus Dihindari

Penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah gangguan pencernaan dimana asam lambung dan bahkan makanan di lambung naik kembali ke esofagus atau kerongkongan. Apa saja makanan pemicu asam lambung?

Gangguan asam lambung membuat penderitanya merasa panas seperti terbakar di dada (heartburn), lambung tidak nyaman, mulut pahit, banyak ludah, nyeri di dada, bahkan hingga asma.

Penyakit asam lambung terjadi ketika otot pembatas antara kerongkongan dan lambung bernama esophageal sphincter melemah. Otot ini pada dasarnya dapat mengencang (menutup) dan mengendur (membuka). Saat esophageal sphincter lemah, ia akan mengendur dan menyebabkan lambung akan memiliki ruang yang luas untuk mengeluarkan lagi isinya ke atas.

Asam lambung naik adalah gejala penyakit yang dialami banyak orang. Di Amerika Serikat saja, berdasarkan laporan dari Jackson Siegelbaum Gastroenterology, terdapat sekitar 10 persen dari total penduduk yang mengalaminya.

4 Makanan Pemicu Asam Lambung

Anda yang sering mengalami gejala asam lambung naik sangat dianjurkan untuk berhati-hati dalam mengonsumsi makanan. Berikut ini ada beberapa makanan tertentu yang harus Anda hindari untuk mencegah naiknya asam lambung, dikutip dari Livestrong.

1. Makanan asam

Sumber makanan asam tertentu dapat menyebabkan gejala naiknya asam lambung. Caranya dengan melemahkan esophageal sphincter dan memungkinkan asam lambung naik ke kerongkongan.

Makanan asam tertentu yang bisa memicu asam lambung meliputi jus dan buah citrus (jeruk-jerukan), serta saus tomat. Namun, tidak semua buah citrus menyebabkan gejala naiknya asam lambung.

Menurut pakar dari University of Illinois, ada jenis buah citrus tertentu dengan kadar asam tinggi yang paling sering menyebabkan naiknya asam lambung pada beberapa orang. Buah tersebut adalah lemon, grapefruit, dan jeruk.

Buah-buahan tersebut memang sering diandalkan untuk memenuhi kebutuhan Vitamin C. Jika Anda menderita asam lambung dan sering mengkonsumsi buah-buah tersebut, maka sebaiknya berhenti atau menguranginya.

Sebagai alternatif Anda dapat memilih Ester C, jenis suplemen Vitamin C yang memiliki tingkat keasaman mendekati netral. Seperti Holisticare Ester C. Hal ini membuat Holisticare Ester C lebih tidak perih di lambung. Kandungan Holisticare Ester C juga lebih mudah diserap oleh tubuh.

2. Gorengan dan makanan berlemak

Gorengan atau makanan berlemak cenderung melemahkan fungsi pencernaan. Sebab, makanan tersebut akan berada di perut Anda lebih lama. Akibatnya, tekanan perut akan meningkat sekaligus memberi tekanan tambahan pada esophageal sphincter.

Pada kondisi inilah esophageal sphincter akan melemah dan mengendur. Proses ini memungkinkan lambung memuntahkan kembali makanan ke kerongkongan.

3. Kopi, minuman berkarbonasi, dan alkohol

Semua jenis kopi, baik kopi biasa atau tanpa kafein, bersifat mengurangi tekanan di kerongkongan. Hal ini dapat memperburuk naiknya asam lambung. Bir, anggur, dan alkohol juga memiliki andil yang sama terhadap gejala ini.

Minuman beralkohol dan berkarbonasi akan meningkatkan tekanan pada lambung. Kondisi ini akan mendorong esophageal sphincter bagian bawah untuk membuka dan memudahkan asam lambung untuk kembali mengalir ke kerongkongan.

4. Cokelat

Selain kopi, minuman berkarbonasi dan beralkohol, makanan lain yang perlu juga Anda waspadai adalah cokelat. McKinley Health Center mencatat bahwa cokelat mengandung theobromine dan juga sejumlah kafein.

Zat theobromine akan melemahkan esofagus bagian bawah, sehingga memungkinkan asam lambung naik ke kerongkongan. Sebenarnya jumlah kafein pada cokelat relatif kecil dibandingkan dengan kopi, namun meminum kopi dan memakan coklat secara bersamaan tentu akan memperparah pernyakit ini.


Related Article


Website ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari lebih lanjut.
Testing
Holisticare - Facebook Holisticare - Instagram Holisticare - Twitter Holisticare - Youtube